Liputan6.com, Jakarta Suasana mencekam menyelimuti kawasan Kilang Minyak PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Kamis (16/10/2025). Selama 40 menit, api berkobar hebat dan membuat warga sekitar panik hingga akhirnya berhasil dikendalikan.
Kebakaran kilang Tuban itu diduga dipicu oleh kebocoran pompa di salah satu unit pengelolaan petrokimia. Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit, disertai suara ledakan kecil membuat warga ketakutan berhamburan dan sebagian memilih mengungsi.
Advertisement
"Warga panik, ada yang mengungsi karena terdengar ledakan keras, lalu muncul api dan asap hitam," ujar Hanafi, warga di sekitar lokasi kejadian.
Sejarah Kilang TPPI
Dikutip dari laman tubanpetro, didirikan pada 21 November 1995, TPPI fokus pada bidang industri pusat olefin dan aromatik serta turunan dari produk-produk tersebut. Komposisi kepemilikan saham per 31 Desember 2020 terdiri dari TubanPetro sebesar 42,61%, Pertamina sebesar 37,65% dan pihak lainnya sebesar 19,75%.
TPPI memiliki kilang di Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur dengan kegiatan komersial dilakukan sejak tanggal 1 Agustus 2006. Teknologi pengolahan di kilang TPPI menggunakan lisensi teknologi Aromatics Complex lisensi UOP.
Kilang TPPI memiliki kapasitas pengolahan kondensat (bahan baku) sebesar 100.000 barel per hari, dengan hasil berbagai macam produk dengan kapasitas berbeda. Kilang TPPI saat ini dioperasikan dengan skema tolling dengan Pertamina hingga bulan Desember 2021 nanti.
TPPI saat ini mampu memproduksi Paraxylene 600.000 MTPA, Light Naphtha 1.000.000 MTPA, Orthoxylene 120.000 MTPA, Diesel/Solar 275.000 MTPA, Benzene 300.000 MTPA, PTCF 275.000 MTPA, Toluene 100.000 MTPA, Mogas 88 Demonstrated 60 KBD (Premium), LPG 140.000 MTPA, Mogas 92 Demonstrated 50 KBD (Pertamax).
Peningkatan Kapasitas
Saat ini TPPI dalam pengembangan peningkatan kapasitas melalui Proyek Revamping guna meningkatkan kapasitas platforming dari 50 kbd menjadi 55 kbd dan peningkatan kapasitas produksi paraxylene dari 600K MTPA menjadi 780K MTPA.
Pada 2020 Basic Engineering Design Package (BEDP) sudah diselesaikan dan pembuatan tanki-tanki sudah mulai dilakukan. Peningkatan kapasitas ini sekaligus disiapkan untuk rencana operasi mandiri (non tolling) serta integrasi dengan pengembangan Olefin Plant (TPPI menjadi aromatic complex, sesuai desain awal).
Dengan pembangunan tersebut, maka TPPI menjadi komplek petrokimia yang terintegrasi menghasilkan produk-produk aromatic, olefin dan polyolefin. Selama tahun 2020 persiapan pembangunan pabrik olefin dan polyolefin terus dilakukan.
Sudah Dipadamkan
Terkabakaran tersebut, pihak perusahaan melalui Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Manager TPPI, Sudarmanto, menyampaikan bahwa kebakaran tersebut murni disebabkan oleh kebocoran pompa dan bukan karena ledakan besar.
Sudarmanto menjelaskan, kebakaran kilang minyak itu terjadi secara tiba-tiba akibat flash fire dan langsung ditangani oleh tim tanggap darurat internal perusahaan.
"Tidak ada ledakan, hanya kebakaran. Api berhasil dipadamkan oleh tim internal emergency response dalam waktu sekitar 40 menit. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun kerusakan lingkungan," katanya.
Dirinya juga memastikan bahwa insiden ini tidak berpengaruh terhadap rantai pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional. Seluruh unit lainnya di kilang minyak TPPI Tuban tetap beroperasi normal, sementara unit yang terdampak masih dalam proses identifikasi untuk pemulihan operasional.
"Tidak berdampak (insiden ini) pada suplai BBM untuk ketahanan energi nasional. Dan sekarang unit lainnya juga tetap beroperasi," pungkasnya.