Kasus Laptop Chromebook, LIMA: Publik Tunggu Putusan Pengadilan, Bukan Opini

Ray menjelaskan, opini yang berkembang di ruang publik, baik dari pihak pembela Nadiem maupun dari penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), belum terlalu memengaruhi persepsi masyarakat.

oleh Tim NewsDiterbitkan 15 Oktober 2025, 07:24 WIB
Sejumlah aktivis reformasi 98 hadir dalam diskusi ini, salah satunya Ray Rangkuti. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti, menilai sikap masyarakat dalam menanggapi dugaan kasus korupsi yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim masih cenderung netral.

Publik, kata Ray, lebih memilih menunggu proses hukum di pengadilan untuk memastikan apakah Nadiem benar-benar terlibat dalam perkara pengadaan laptop Chromebook tersebut atau tidak.

“Masyarakat masih menunggu bagaimana putusan di pengadilan nanti. Mereka belum memutuskan apakah penetapan tersangka Nadiem ini tidak punya dasar kuat atau memang Nadiem memang terlibat. Saya kira publik masih menunggu itu dan tidak terpengaruh dengan opini-opini yang ada,” ujar Ray Rangkuti di Jakarta, Selasa (15/10/2025).

Ray menjelaskan, opini yang berkembang di ruang publik, baik dari pihak pembela Nadiem maupun dari penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), belum terlalu memengaruhi persepsi masyarakat.

Menurutnya, publik kini lebih berhati-hati dalam menilai isu hukum yang melibatkan tokoh publik.

Kejagung Diminta Tak Terburu-buru

Lebih lanjut, Ray mengingatkan penyidik Kejagung untuk tidak terburu-buru membawa kasus Nadiem ke pengadilan sebelum memastikan seluruh dalil dan alat bukti yang ada benar-benar kuat.

“Kalau mau cepat ya kejaksaan harus memperbanyak penyidik yang menangani proses hukum Nadiem ini, sehingga prosesnya bisa dipercepat,” jelasnya.

Ia menekankan, pembuktian yang solid penting dilakukan agar kasus ini tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

“Kasus ini sangat diperhatikan publik, baik karena sosok Nadiem-nya maupun karena nilai proyeknya besar. Jadi jangan sampai bukti-buktinya tidak meyakinkan,” kata Ray.

 

Transparansi Jadi Kunci Kepercayaan Publik

Ray juga menekankan pentingnya transparansi dan objektivitas Kejagung dalam menangani perkara ini. Ia berharap proses hukum tetap menjunjung asas keadilan bagi semua pihak, termasuk bagi Nadiem sebagai tersangka.

“Jangan sampai ada hak tersangka yang tidak dijalankan. Misalnya, jangan juga nanti menersangkakan orang-orang yang membela Nadiem untuk mendapatkan keadilan. Kejagung objektif dan transparan saja dalam penanganannya,” tegas Ray Rangkuti.

Menurut Ray, sikap terbuka dan profesional dari aparat penegak hukum akan menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum di Indonesia, terutama dalam kasus yang melibatkan tokoh nasional seperti Nadiem Makarim.

Infografis Prabowo Perintahkan Kapolri, Jaksa Agung hingga KPK Sikat Koruptor. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya