Waskita Karya Raih Kontrak Proyek Irigasi Rp 318,54 Miliar di Sumsel

PT Waskita Karya (Persero) Tbk meraih kontrak baru berupa pengerjaan Daerah Irigasi (DI) Komering Sub DI Lempuing Fase 3 Paket I di Sumatera Selatan

oleh Septian DenyDiterbitkan 16 Oktober 2025, 13:18 WIB
Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta PT Waskita Karya (Persero) Tbk meraih kontrak baru berupa pengerjaan Daerah Irigasi (DI) Komering Sub DI Lempuing Fase 3 Paket I di Sumatera Selatan. Proyek senilai Rp318,54 miliar tersebut resmi menambah portofolio Perseroan di bidang Sumber Daya Air.

Sebelumnya telah dikerjakan DI Komering Sub DI Lempuing seluas 5.000 hektar (ha) pada 2012-2016. Sementara total luasnya mencapai 13.500 ha.

Maka Direktur Operasi II Waskita Karya Dhetik Ariyanto menjelaskan, Perseroan akan mengerjakan luas sisanya yakni sebesar 8.500 Ha. Proyek milik Kementerian Pekerjaan Umum (PU) itu akan mendukung sasaran swasembada pangan pemerintah.

"Waskita Karya merasa bangga, karena bisa kembali mengerjakan proyek irigasi yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tapi juga energi dan air. Perseroan berkomitmen untuk menyelesaikan DI Komering Sub DI Lempuing Fase 3 dengan hasil bermutu," jelas Dhetik, Kamis (16/10/2025).

Dalam proyek tersebut, lanjut dia, lingkup kerja Waskita mencakup pekerjaan rehabilitasi dan peningkatan Bendung Perjaya, saluran primer, serta saluran sekunder Lempuing. Kemudian konstruksi baru sistem saluran sekunder Lempuing, juga saluran sekunder Lempuing Blok G dan H beserta saluran pembuangnya.

"Keberadaan daerah irigasi ini bertujuan untuk mewujudkan pembangunan pertanian secara berkelanjutan. Di antaranya melalui penyediaan lahan pertanian, fasilitas irigasi, dan drainase yang memadai melalui pasokan air sepanjang tahun," tutur dia.

 

 

Produktivitas Pertanian

Petani menggiling saat musim panen padi di sawah Desa Bube Baru, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo (15/3). Mulai dari menyabit padi hingga sudah menjadi bulir gabah itu semua mengunakan tenaga manusia. (Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)

Jika sudah berfungsi, lanjutnya, produktivitas pertanian pun dipastikan meningkat, karena memungkinkan petani untuk memanen tanaman secara teratur, bahkan pada musim kemarau. Sistem irigasi, kata Dhetik, turut mengurangi dampak negatif kekeringan seperti gagal panen, kelaparan, hingga kemiskinan di kalangan petani.

"Jika hasil panen naik, kesejahteraan petani otomatis ikut naik. Tidak hanya menambah pendapatan, nilai properti pertanian mereka juga akan meningkat, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal," katanya.

Pembangunan proyek yang berlokasi di antara Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur serta Ogan Komering Ilir (OKI) ini, sambung dia, merupakan salah satu wujud upaya Perseroan mendukung setiap program pemerintah.

 

Kontrak Lainnya

IHSG menguat 24,13 poin atau 0,34 persen dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 7.196,75. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebagai BUMN penyedia jasa konstruksi dengan pengalaman lebih dari 64 tahun, Dhetik menegaskan, membangun proyek yang bermanfaat bagi masyarakat luas merupakan prioritas utama.

Sebagai informasi, bulan lalu Waskita Karya juga mendapat kontrak baru berupa rehabilitasi jaringan utama DI di Banten senilai Rp415,44 miliar. Sedangkan proyek irigasi yang tengah dibangun sekarang meliputi DI Belitang Lempuing di Sumatera Selatan, modernisasi DI Rentang, DI Salamdarma, dan Kamojing di Jawa Barat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya