Lamine Yamal Absen di Daftar Golden Boy 2025, Ini Penjelasannya

Lamine Yamal tidak masuk daftar nominasi Golden Boy 2025 meski tampil impresif. Alasannya sederhana, aturan melarang pemain memenangkan penghargaan lebih dari satu kali.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 16 Oktober 2025, 05:40 WIB
Reaksi penyerang Barcelona Spanyol #10, Lamine Yamal, selama pertandingan phase league match 2 Liga Champions antara FC Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG) di Estadi Olimpic Lluis Companys di Barcelona, ​​pada 1 Oktober 2025. (Josep LAGO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Nama Lamine Yamal kembali mencuri perhatian publik sepak bola Eropa, kali ini bukan karena prestasinya di lapangan, melainkan absennya dari daftar nominasi Golden Boy 2025.

Bintang muda Barcelona itu baru saja memenangkan edisi 2024, namun meski masih berusia 18 tahun, ia tidak tercantum dalam 25 kandidat penghargaan tahun ini. Banyak yang bertanya-tanya, mengapa pemain bertalenta seperti Yamal tiba-tiba hilang dari daftar?

Jawabannya sederhana: peraturan penghargaan ini memang tidak memperbolehkan seorang pemain memenangkan Golden Boy lebih dari satu kali sepanjang kariernya.


Aturan yang Cegah Pemain Menang Dua Kali

Pemain muda Barcelona, Lamine Yamal, meraih Kopa Trophy 2025, penghargaan pemain muda terbaik dalam malam gala Balloon d'Or 2025 di Theatre du Chatelet, Paris, Selasa (23/9/2025) dini hari WIB. (Franck FIFE / AFP)

Golden Boy merupakan penghargaan tahunan yang digagas oleh surat kabar Italia Tuttosport sejak 2003, untuk menobatkan pemain terbaik berusia di bawah 21 tahun di Eropa.

Berbeda dengan Ballon d’Or atau Kopa Trophy, penilaian Golden Boy didasarkan pada performa pemain selama satu tahun kalender, bukan satu musim penuh. Hal ini memberi ruang bagi penilaian yang lebih merata sepanjang tahun.

Namun, satu hal yang membedakannya secara tegas adalah aturan pemenang tunggal: pemain yang sudah pernah meraih trofi ini tidak bisa dinominasikan lagi di tahun-tahun berikutnya, meskipun masih memenuhi batas usia.


Lamine Yamal Terkena Efek Aturan Eksklusif

Penyerang Barcelona asal Spanyol #10, Lamine Yamal, merayakan gol ketiga timnya dalam pertandingan Liga Spanyol antara RCD Mallorca dan FC Barcelona di Stadion Mallorca Son Moix di Palma de Mallorca pada 16 Agustus 2025. (JAIME REINA/AFP)

Karena Yamal sudah menjuarai Golden Boy 2024, ia otomatis tidak bisa masuk nominasi 2025. Aturan ini diberlakukan untuk mencegah “monopoli” penghargaan oleh satu pemain muda yang dominan di beberapa tahun beruntun.

Kebijakan tersebut sempat memunculkan perdebatan, karena berbeda dengan Kopa Trophy yang memperbolehkan pemain memenangkannya lebih dari satu kali. Yamal sendiri mencetak sejarah sebagai pemain pertama yang memenangi Kopa Trophy dua kali berturut-turut.

Meski begitu, tradisi Golden Boy tetap dijaga: setiap tahun harus ada pemenang baru. Artinya, 2025 akan kembali melahirkan nama baru yang bergabung dalam daftar pemenang seperti Messi, Haaland, Bellingham, dan Yamal sendiri.


Kandidat Kuat Pengganti Yamal

Edisi tahun ini menampilkan sembilan pemain Premier League di antara 25 finalis, termasuk Ethan Nwaneri dan Myles Lewis-Skelly dari Arsenal, serta Estevao dan Jorrel Hato dari Chelsea.

Namun, favorit utama datang dari luar Inggris. Gelandang muda PSG, Desire Doue, disebut sebagai kandidat terkuat setelah membawa klubnya meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah.

Selain Doue, pesaing serius lain termasuk Pau Cubarsi (Barcelona), Arda Guler dan Dean Huijsen (Real Madrid), serta Jobe Bellingham (Borussia Dortmund) yang mengikuti jejak sang kakak, Jude, pemenang Golden Boy 2023.


Daftar Lengkap Nominasi Golden Boy 2025

Berikut daftar lengkap nomine Golden Boy 2025:

  • Jobe Bellingham (Borussia Dortmund)
  • Rodrigo Mora (Porto)
  • Giovanni Leoni (Liverpool)
  • Francesco Pio Esposito (Inter Milan)
  • Aleksandar Stankovic (Club Brugge)
  • Pau Cubarsi (Barcelona)
  • Desire Doue (PSG)
  • Dean Huijsen (Real Madrid)
  • Kenan Yildiz (Juventus)
  • Myles Lewis-Skelly (Arsenal)
  • Warren Zaire-Emery (PSG)
  • Arda Guler (Real Madrid)
  • Franco Mastantuono (Real Madrid)
  • Ethan Nwaneri (Arsenal)
  • Jorrel Hato (Chelsea)
  • Geovany Quenda (Sporting)
  • Estevao (Chelsea)
  • Leny Yoro (Manchester United)
  • Senny Mayulu (PSG)
  • Nico O’Reilly (Manchester City)
  • Eliesse Ben Seghir (Bayer Leverkusen)
  • Victor Froholdt (Porto)
  • Lucas Bergvall (Tottenham)
  • Archie Gray (Tottenham)
  • Mamadou Sarr (Strasbourg)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya