Tak Perlu Lama, Olahraga Singkat tapi Teratur Lebih Efektif Menurunkan Berat Badan

Menurunkan berat badan tak selalu membutuhkan olahraga berat dan lama. Latihan singkat selama 15 menit setiap hari justru dinilai lebih efektif jika dilakukan secara teratur.

oleh Adinda Retno AryaniDiterbitkan 16 Oktober 2025, 07:30 WIB
Menurunkan berat badan dengan olahraga secara teratur itu lebih efektif. [Dok/freepik.com]

Liputan6.com, Jakarta Olahraga yang efektif tidak harus dilakukan berjam-jam agar bisa menurunkan berat badan. Menurut dokter spesialis penyakit dalam konsultan Waluyo Dwi Cahyono olahraga yang singkat tapi ritmik dan konsisten justru lebih bermanfaat bagi tubuh. 

“Olahraga itu sebetulnya yang benar ritmik, terukur, dan tidak perlu lama. Lima belas menit itu cukup,” katanya.

Durasi singkat bisa memberi manfaat signifikan jika dilakukan dengan gerakan berirama dan berkelanjutan.

Dia, menambahkan, jenis olahraga bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

“Jogging, jalan boleh, tapi bukan jalan-jalan. Kalau jalan-jalan kan bentar berhenti sebelah, jadi jalan yang ritmik itu yang tujuannya tercapai,” jelas Waluyo dalam acara Media Health Talk by Halodoc bertajuk From Prevention to Treatment: Digital Health & Medical Innovation for Weight Management, di GIOI Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Bagi mereka yang mengalami obesitas atau memiliki masalah lutut, da menyarankan untuk memilih olahraga yang lebih ringan seperti bersepeda atau latihan statis.

“Kalau sudah ada komplikasi lutut, nggak disarankan jogging. Mungkin statis di tempat saja, atau bersepeda, atau angkat beban, boleh,” tambahnya.

Durasi Pendek Asal Konsisten

Dokter Waluyo menjelaskan tentang manfaat rutin berolahraga untuk menurunkan berat badan (Foto: Adinda Retno Aryani/Liputan6.com)

Waluyo menjelaskan, konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas sesekali. “Lima belas menit cukup, kalau kita bisa lakukan tiap hari lebih bagus. Minimal seminggu tiga kali,” katanya.

Menurutnya, kesalahan umum yang sering dilakukan masyarakat adalah hanya berolahraga di akhir pekan secara berlebihan, padahal hal itu tidak efektif.

“Orang sering salah, olahraganya cuma hari Minggu saja pas car free day, tapi dari pagi sampai sore, enggak efektif,” katanya.

Dia menekankan bahwa manfaat olahraga muncul ketika tubuh mendapat stimulasi ritmik secara teratur, bukan dari durasi panjang dalam satu waktu. Pola latihan yang ringan tapi rutin justru lebih mudah dijaga dan membantu metabolisme tubuh bekerja stabil.

“Yang penting itu ritmik dan berulang-ulang, bukan lama,” jelasnya.

Jenis Olahraga Bisa Disesuaikan dengan Kondisi Tubuh

Tidak semua orang bisa melakukan olahraga berat, terutama mereka yang mengalami obesitas atau memiliki keluhan sendi. Waluyo menyarankan agar aktivitas fisik tetap dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan tubuh.

Dengan variasi jenis olahraga, tubuh tetap bisa aktif tanpa menimbulkan risiko cedera. Dia juga mengingatkan, hasil terbaik akan dicapai bila olahraga dilakukan secara bertahap dan konsisten, bukan dengan memaksakan intensitas tinggi dalam waktu singkat.

“Kuncinya itu disiplin, bukan memforsir tubuh,” pungkasnya.

 

 

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya