Mike Maignan Bela Rabiot Soal Laga AC Milan vs Como di Australia: Saya Sangat Setuju

Mike Maignan mendukung Adrien Rabiot yang menentang laga AC Milan vs Como di Australia. Keduanya menilai keputusan itu tak masuk akal.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 14 Oktober 2025, 14:24 WIB
Kiper asal Prancis berusia 28 tahun, Mike Maignan yang didatangkan AC Milan sejak awal musim 2021/2022 dari LOSC Lille mampu membawa Rossoneri menempati posisi kedua klasemen sementara Serie A 2023/2024 dengan mengoleksi 65 poin setelah melewati 30 laga. Hanya absen 3 kali dari 30 laga, ia mampu mencatat 10 kali clean sheet dan kebobolan 32 gol. (AFP/Marco Bertorello)

Liputan6.com, Jakarta Serie A Italia tengah jadi sorotan usai memutuskan menggelar laga AC Milan vs Como di luar negeri. Duel yang sejatinya berlangsung di San Siro itu bakal dipindah ke Perth, Australia, pada 8 Februari 2026 mendatang.

Keputusan itu dikonfirmasi langsung oleh UEFA yang memberikan izin sekali pakai kepada Lega Serie A. Namun, langkah ini memicu perdebatan sengit di Italia, terutama dari kalangan suporter dan pemain.

Alasan pemindahan venue karena Stadio Giuseppe Meazza akan digunakan untuk persiapan upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin. Meski demikian, banyak yang menilai keputusan ini lebih berbau bisnis ketimbang kebutuhan kompetisi.

Di tengah pro dan kontra tersebut, dua pemain AC Milan, Adrien Rabiot dan Mike Maignan, muncul sebagai sosok yang lantang menyuarakan penolakan terhadap rencana pertandingan di Australia.


Rabiot Protes Keras: Ini Benar-Benar Gila

Gelandang AC Milan, Adrien Rabiot, berjibaku melawan gelandang Juventus, Manuel Locatelli, pada pertandingan Liga Italia 2025/2026 di The Allianz Stadium, Turin, Senin (6/10/2025) dini hari WIB. (AFP/Marco Bertorello)

Adrien Rabiot menjadi pemain pertama Milan yang secara terbuka menentang keputusan menggelar laga Serie A di luar negeri. Gelandang asal Prancis itu menilai langkah ini sangat tidak masuk akal dan semata-mata didasari alasan finansial.

“Saya terkejut ketika mengetahui bahwa AC Milan dan saya akan memainkan pertandingan Serie A melawan Como... di Australia! Ini benar-benar gila,” ujar Rabiot kepada Le Figaro.

Rabiot menyoroti jarak perjalanan yang ekstrem dan dampaknya terhadap kondisi fisik para pemain. Ia menyebut wacana tentang perlindungan jadwal dan kesehatan pemain terasa sia-sia jika keputusan semacam ini terus diambil.

“Banyak pembicaraan tentang jadwal dan kesehatan pemain, tetapi semua ini terasa sangat absurd. Sungguh gila melakukan perjalanan bermil-mil jauhnya untuk pertandingan antara dua tim Italia di Australia. Kami harus beradaptasi, seperti biasa,” imbuhnya dengan nada kesal.

Komentar Rabiot itu memicu reaksi keras dari CEO Lega Serie A, Luigi De Siervo. Ia menyarankan agar pemain lebih menghargai pekerjaannya dan “lebih akomodatif terhadap perusahaannya.” Namun, pernyataan itu justru membuat kontroversi semakin meluas.


Maignan Ikut Bersuara: Saya Tidak Mengerti Mengapa Kami Bermain di Luar Negeri

Kiper AC Milan, Mike Maignan, menjadi korban rasisme saat timnya bersua Udinese pada laga pekan ke-21 Serie A di Bluenergy Stadium, Udine, Minggu (21/1/2024) dini hari WIB. (AFP/Gabriele MENIS/ANSA)

Tak lama berselang, kiper AC Milan sekaligus rekan senegara Rabiot, Mike Maignan, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap sang gelandang. Saat bertugas bersama tim nasional Prancis, Maignan menegaskan dirinya sependapat dengan protes tersebut.

“Saya sangat setuju dengannya. Saya tidak mengerti mengapa kami bermain di luar negeri,” kata Maignan kepada Sky Sport Italia.

Maignan menilai, pertandingan Serie A seharusnya digelar di Italia, sesuai dengan identitas kompetisi. Ia juga menyoroti bahwa pemindahan laga membuat Milan kehilangan keuntungan sebagai tuan rumah di pertandingan penting tersebut.

“Ini pertandingan di liga Italia, seharusnya dimainkan di kandang. Sekarang kami ‘kalah’ di kandang sendiri. Kami memiliki tujuan yang ambisius, kami tidak bisa membiarkan apa pun terjadi begitu saja,” tegasnya.

Kiper 29 tahun itu menutup dengan kritik yang sama tajamnya seperti Rabiot. “Sungguh gila melakukan perjalanan bermil-mil untuk memainkan pertandingan antara dua tim Italia. Ada banyak pembicaraan tentang jadwal dan kesejahteraan pemain. Tapi seperti biasa, kami harus beradaptasi.”

(Le Figaro/Sky Sport Italia)


Klasemen Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya