Liputan6.com, Jakarta Lamine Yamal semakin memantapkan statusnya sebagai bintang masa depan Barcelona. Di usia 18 tahun, pemain sayap ajaib itu sudah menjadi wajah baru Blaugrana, baik di level klub maupun tim nasional Spanyol. Perannya begitu vital dalam kesuksesan Barca musim lalu yang menjuarai La Liga, Copa del Rey, dan Supercopa de España.
Setelah performa gemilang itu, Barcelona langsung bergerak cepat mengamankan masa depannya. Pada Mei 2025, Yamal resmi menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2031. Kontrak itu menjadikannya pemain muda dengan bayaran tertinggi di dunia sepak bola saat ini.
Advertisement
Menurut laporan The Athletic, Yamal kini mengantongi pendapatan sekitar €40 juta per tahun atau setara £33,5 juta sebelum pajak. Jika dihitung, ia menerima bayaran £644.000 per minggu, atau kira-kira £63 (Rp1,3 juta) setiap menit. Angka fantastis yang mencerminkan betapa berharganya talenta muda kelahiran Mataró ini bagi proyek masa depan Barcelona.
Namun, di tengah kemapanan dan loyalitasnya di Camp Nou, kabar mengejutkan datang. Sebuah tawaran luar biasa diklaim telah masuk untuk meminang Yamal, jumlah yang bahkan memecahkan rekor dunia transfer sepak bola.
Tawaran Rp7,7 Triliun dari Al Hilal
Menurut laporan dari Fichajes, klub raksasa Arab Saudi, Al Hilal, dikabarkan mengajukan tawaran spektakuler senilai £350 juta kepada Barcelona untuk memboyong Lamine Yamal. Nilai tersebut melampaui rekor transfer dunia saat ini dan menunjukkan ambisi besar klub Timur Tengah itu untuk kembali menggemparkan pasar pemain top Eropa.
Meski angka Rp7,7 triliun itu menggiurkan secara finansial, Barcelona disebut tak tergoda sedikit pun. Pihak klub dengan tegas menolak proposal tersebut karena Yamal dianggap tak ternilai harganya. Barca percaya pemain muda ini adalah pilar masa depan tim dan sosok penerus alami Lionel Messi dalam filosofi permainan mereka.
Jika saja Yamal menerima tawaran itu, ia akan bergabung dengan beberapa nama besar yang sudah lebih dulu bermain di Arab Saudi, seperti Darwin Nunez, Kalidou Koulibaly, hingga Joao Cancelo. Namun bagi Barcelona, kehilangan Yamal jelas bukan opsi yang bisa dipertimbangkan.