Sebelum Dibangun Ulang Pakai APBN, Ponpes Al Khoziny Harus Diaudit Dulu

Setiap penggunaan APBN harus dipertanggungjawabkan pada publik.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 13 Oktober 2025, 16:57 WIB
Ponpes Al Khoziny Sidoarjo (JUNI KRISWANTO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, angkat bicara soal rencana pemerintah membangun kembali Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. Menurut Eddy, sebaiknya pembangunan Ponpes Al Khoziny diaudit terlebih dahulu dahulu.

"Karena APBN itu perlu dipertanggungjawabkan untuk apapun kegiatannya. Saya kira perlu dilaksanakan audit terlebih dahulu terhadap pembangunan dari Ponpes yang menggunakan mungkin APBN," kata Eddy di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/10/2025).

Eddy mengingatkan bahwa setiap penggunaan APBN harus dipertanggungjawabkan pada publik.

"Jika dipergunakan lagi anggaran untuk pembangunannya bisa dipertanggungjawabkan kepada publik dengan baik. Saya kira ini berlaku tidak hanya untuk Ponpes yang kemarin memang mengalami musibah, tetapi untuk semua Ponpes yang ada. Jadi aspek akuntabilitasnya itu kami harap bisa juga menjadi fokus dan perhatian utama," ungkapnya.

 

Investigasi

Oleh karena itu, Eddy mendukung investigasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian terkait robohnya Ponpes tersebut.

"Saat ini telah dilaksanakan pengusutan investigasi oleh aparat penegak hukum. Saya percaya akan melakukannya secara baik dan akan mengumumkannya pada publik ketika semua informasi sudah terhimpun dengan lengkap," pungkasnya.

 

Tim Gabungan

Diketahui, Polda Jawa Timur membentuk tim gabungan untuk menyelidiki runtuhnya bangunan di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. Tim bertugas mendalami dugaan kegagalan konstruksi yang menyebabkan puluhan santri meninggal dunia.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya