Harry Potter Hingga The Hunger Games, Big Bad Wolf Book 2025 Bawa 5 Juta Buku untuk Pencinta Literasi

Big Bad Wolf Books 2025 bawa 5 juta buku termasuk koleksi klasik Harry Potter yang telah diangkat ke layar lebar. Ada Frozen 2 hingga The Hunger Games.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 11 Oktober 2025, 18:00 WIB
Big Bad Wolf Books 2025 bawa 5 juta buku termasuk koleksi klasik Harry Potter yang telah diangkat ke layar lebar. Ada Frozen 2 hingga The Hunger Games. (Foto: Dok. Warner Bros. Pictures/ IMDb)

Liputan6.com, Jakarta Selalu ada alasan bagi para pencinta seni untuk datang ke pameran buku. Pasalnya, bazar buku internasional Big Bad Wolf Books 2025 membawa 5 juta buku termasuk koleksi klasik Harry Potter yang telah diangkat ke layar lebar.

Selain Harry Potter, ada Frozen 2, Game of Thrones, The Maze Runner, hingga The Hunger Games yang difilmkan dengan bintang Jennifer Lawrence. Big Bad Wolf Books 2025 digelar di PIK 2 Jakarta dari 23 Oktober hingga 2 November 2025.

Direktur BBW Indonesia, Marthius Wandi Budianto, menjelaskan, lebih dari 155 publisher seluruh dunia terlibat dan 75 persen adalah buku anak-anak. Tujuannya, mengembangkan minat baca literasi untuk generasi muda Indonesia.

“Selain itu, 15 persen buku nonfiksi termasuk tema bisnis. Sisanya buku fiksi seperti Harry Potter, Game of Thrones, The Hunger Games, dan The Maze Runner,” katanya kepada Showbiz Liputan6.com di Jakarta, pekan ini.

 


Akses ke Buku

Poster film Frozen 2. (Foto: Dok. IMDb/ Walt Disney)

Wandi Budianto mengakui, berkaca pada data statistik, minat baca masyarakat Indonesia lebih rendah jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain. Fakta dan data ini dipengaruhi sejumlah faktor.

“Sayang sekali demikian. Karena apa? Inggris bukan first language kita. Yang kedua, memang orang-orang di Indonesia belum punya akses ke buku-buku Bahasa Inggris atau ritel yang menjual secara lengkap,” Wandi Budianto menjelaskan.


Bangkitkan Minat Literasi

Wandi Budianto perwakilan Big Bad Wolf Books 2025 dalam sesi konferensi pers di Jakarta, Rabu, 8 Oktober 2025.

“Karenanya kami melihat perlu peran semua pihak untuk bisa membangkitkan atau menambahkan minat literasi masyarakat. Gimana mau meningkatkan nilai literasi kalau akses ke bukunya saja enggak ada,” ia menyambung.

Terkait buku Harry Potter, Frozen 2 dan sejenisnya, Wandi Budianto mengakui minat publik masih sangat tinggi. Generasi muda khususnya Gen Z dan alfa tak menonton film Harry Potter di bioskop. Bisa jadi mereka penasaran karena mendengar cerita dari orang tua. 

“Fakta menarik lainnya yakni, di lima kota sebelumnya, kami mendapat banyak permintaan buku tersebut. Karena dulu, waktu muda enggak punya uang untuk beli. Sekarang sudah berpenghasilan dan mencari koleksinya,” ucap Wandi Budianto.

 


Membaca Sebagai Gaya Hidup

Big Bad Wolf Books 2025 mengusung semangat “Ubah Dunia, Satu Buku Setiap Waktu.” Dengan lokasi baru yang strategis, pengunjung dapat menikmati perjalanan lebih mudah dan lancar menuju lokasi perhelatan BBW Jakarta 2025.

Pendiri Big Bad Wolf Books, Andrew Yap, mengakui, Jakarta selalu jadi rumah utama yang spesial. BBW Books bukan hanya tentang membeli buku, tapi juga membangun kebiasaan membaca yang bisa mengubah hidup.

“Selain itu kami mengajak semua pihak menjadikan membaca gaya hidup sehari-hari untuk menginspirasi dan memotivasi. Kami ingin setiap pengunjung merasakan bahwa membaca adalah perjalanan yang seru, bukan kewajiban,” urainya.

Infografis 5 Buku Novel Terlaris pada 2024. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya