Liputan6.com, Jakarta - Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) menggelar Leadership Training IX bertema "Refleksi Dharma, Aksi Nyata: Hikmahbudhi sebagai Katalisator Kemajuan Bangsa". Ketua Umum Presidium Pusat Hikmahbudi, Candra Aditya Nugraha mengatakan, kegiatan diikuti oleh anggota aktif Hikmahbudhi yang tersebar di seluruh Indonesia yang dilaksanakan di Pusdik MK Cisarua Bogor.
"Leadership Training ini bertujuan untuk melahirkan kader progresif yang sadar dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," kata Candra seperti dikutip dari siaran pers.
Advertisement
Candra menekankan, fokus organisasi Hikmahbudhi ada pada kegiatan sosial kemasyarakatan dan kebangsaan, serta berfokus pada sistem kaderisasi bagi setiap anggota pengurus.
"Melalui pembekalan leadership training, para anggota akan diberikan pemahaman tentang kepemimpinan, Ke-Hikmahbudhi-an, konstitusi, dan hak konstitusional warga negara," ujar Candra.
Menambahkan hal itu, Kepala Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi, Mundiri, menyambut baik kegiatan digelar Hikmahbudhi di Graha Mahkamah Konstitusi. Dia pun mendorong, pelaksanaan tugas dapat dilakukan dengan bijak dan penuh integritas.
Katalisator
Sementara itu, Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama, Supriyadi, dalam kesempatan yang sama menambahkan, bahwa kata "Katalisator" dalam tema kegiatan berarti meningkatkan kecepatan aksi nyata untuk kemajuan bangsa dan negara.
"Dengan menerapkan nilai-nilai moderat, Hikmahbudhi dapat menjadi organisasi yang inklusif dan harmonis, serta mampu menjawab tantangan global dengan bijak," tutur Supriyadi.
Supriyadi berharap, Leadership Training juga dapat melahirkan kader-kader yang berkualitas, memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, dan mampu menjadi katalisator kemajuan bangsa," Supriyadi.
"Kader-kader Hikmahbudhi harus tegak lurus dengan Konstitusi dan mampu bersaing di segala sektor dengan tetap menjaga sikap moderat (modern, religius, intelektual). Dengan demikian, Hikmahbudhi dapat menjadi contoh bagi organisasi lainnya dalam membangun karakter bangsa yang berintegritas, berakhlak mulia, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat," dia menutup.