Lima Rumah di Tambora Terbakar, Satu Orang Meninggal dan 50 Pengungsi Dicek Kesehatan

Kebakaran di Tambora diduga berasal dari percikan api las. Lima rumah hangus terbakar. 50 pengungsi menjalani pemeriksaan kesehatan

oleh Yacob BillioctaDiterbitkan 10 Oktober 2025, 19:47 WIB
Lima rumah di Tambora terbakar

Liputan6.com, Jakarta Lima rumah di RT 11 RW 07 Angke, Tambora, Jakarta Barat, terbakar. Kebakaran diduga berasal dari percikan api las. Akibat insiden ini, satu orang meninggal dan 50 pengungsi menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Sekarang di lokasi pengungsian kita sudah ada dokter dan petugas kesehatan yang membantu penanganan karena ada beberapa warga yang syok setelah kebakaran," kata Camat Tambora Holi Susanto kepada wartawan, Jumat (10/10). Dikutip dari Antara.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Kelurahan Angke, Endang mengatakan bahwa pemeriksaan awal kesehatan para korban meliputi cek tensi, gula darah dan saturasi.

"Terus untuk yang lansia, nanti kita ada pemberian obat, karena kan banyak obat-obatan yang tidak terbawa sama mereka saat kebakaran," katanya.

Adapun khusus untuk pemeriksaan kesehatan balita, kata Endang, pihaknya mendatangkan ahli gizi. "Tadi sudah diperiksa sama bagian gizi ya. Balita sih tadi ada satu orang, katanya masih ada tiga balita lagi," beber Endang.

Penyebab Kebakaran

Kebakaran mengakibatkan seorang ODGJ berinisial AS (41) tewas, diduga berasal dari percikan api las besi.

Salah satu korban kebakaran, Anwar (48) mengatakan, api yang menghanguskan rumahnya dan empat rumah lain berasal dari percikan las besi di lokasi.

"Api turun ke salah satu rumah karena ada orang lagi pengelasan pemotongan besi. Turun ke sini (lelehannya)," kata Anwar kepada wartawan sambil menunjuk ke atas bangunan tempat pengelasan dilakukan.

Lelehan atau percikan las itu jatuh ke salah satu rumah dan mengenai material mudah terbakar.

"Mungkin kena asbes, asbesnya pecah, apinya masuk ke dalam, lalu menyebar ke rumah saya dan rumah-rumah lain. Kejadiannya sekitar pukul 09.30 WIB," ujarnya.

Anwar menyebut, warga sekitar sempat membantu pemadaman dengan menggunakan air serta Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR), namun api kian besar dan cepat menyebar.

"Api terbawa angin dengan cepat, kita sama warga nyiram enggak berhenti-berhenti pakai APAR, udah enggak terbendung. Ada yang kena percikan api juga," ujarnya.

Akibat kebakaran itu, semua surat berharga serta barang elektronik miliknya dan korban lainnya ludes terbakar.

"Surat-surat, barang-barang elektronik, segala macam ludes terbakar. Jadi yang menjadi korban kebakaran 11 orang, termasuk keluarga saya," tutur Anwar.

Sudin Gulkarmat Jakbar menerjunkan 21 unit kendaraan pemadam dengan 105 personel untuk mengatasi kebakaran itu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya