Liputan6.com, Jakarta - Api melumat sebuah lapak barang bekas di Jalan Pengadegan Timur II, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Jumat (10/10/2025). Warga panik berhamburan menyelamatkan diri.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan (Sudin Gulkarmat Jaksel) Syamsul Huda menerangkan, seorang saksi mata bernama Jumsa saat itu tengah tertidur seketika merasakan hawa panas dari dalam kamarnya.
Advertisement
Begitu terbangun, kata dia, api sudah melahap bagian dalam lapak yang juga dijadikan tempat tinggalnya.
"Ternyata api sudah membakar ruang kamar, kemudian warga menghubungi pemadam kebakaran," kata Syamsul Huda dalam keterangan tertulis, Jumat (10/10/2025).
Menurut dia, sebanyak 15 unit mobil pemadam dan 45 personel dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Upaya pemadaman berlangsung cepat.
Api mulai bisa dilokalisir pada pukul 16.10 WIB, dan pendinginan dilakukan sejak 16.20 WIB.
"Petugas masih terus melakukan pendinginan. Status kuning (Proses Pendinginan)," ucap Syamsul.
Tidak ada korban luka maupun jiwa, namun ratusan jiwa terdampak akibat peristiwa ini.
Terpisah, Ketua RT setempat Belly Bachtiar menceritakan awal mula api diketahui warga yang baru pulang salat Asar.
"Dia masuk kamar dibilang panas, tp dia nengok ke atas api menyala, dia teriak teriak kebakaran kebakaran, ya warga cepatlah berdatangan, terus warga ada yg lari ke sini," ujar Belly.
Teriakan Membuat Panik
Teriakan itu membuat warga panik. Remaja yang sedang duduk-duduk di pos ronda langsung lari menelpon pemadam kebakaran.
"Ada yang kabarin ke damkar, ya jadi pertolongannya warga-warga ya tapi buat menyelamatkan barang-barang sudah ga bisa, sudah habis semua, sudah pasrah, mau gimana, emang rumah kosong istri pergi, saya ke sini udh kebakaran," ucap Belly.
Dari data sementara, sedikitnya 120 kepala keluarga dengan sekitar 400 jiwa terdampak dalam kebakaran tersebut. Seluruh bangunan semi permanen hangus, rata dengan tanah.
“Bangunan itu di lapak itu emang kan model per kamar per kamar ya, di bawah 30an, di atas 30 lebih, samping tuh ada, tadi saya udh sempat itung itu kurang lebih di sebelah sini aja lapak ama ini nih 90an, di sebelah sana ada sekitar 15-20, 120 kurang lebih, kalau jiwanya tuh kurang lebih 400an lah, 120 KK, 400 jiwa," terang Belly.
Untuk sementara, pihak kelurahan dan kecamatan sudah menyiapkan tempat pengungsian darurat, termasuk tenda di lokasi dan bangunan kosong milik warga.
"Nanti dibagi-bagi aja, saya bilang yaudah nih pak lurah nanti tunggu informasi dari si korban mau ngungsi di mana, mau ngungsi di sini kita bikin tenda atau di masjid, tadi sudah banyak sih alhamdulillah, sudh banyak yang nolong, bantuan sudh ada, dari Sosial bantu, tapi datangnya kita ga tau jam berapa," tandas dia.
Kronologi Restoran di Mal Klender Kebakaran, Diduga Korsleting Mesin
Sebelumnya, sebuah restoran di dalam mal kawasan Klender, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur mengalami kebakaran, Kamis 9 Oktober 2025. Peristiwa itu terjadi diduga akibat korsleting mesin pendingin atau chiller.
Kasiops Sudin Damkar Jakarta Timur Abdul Wahid menyampaikan, peristiwa kebakaran restoran di dalam mal kawasan Klender itu terjadi sekitar pukul 08.20 WIB.
"Pihak Solaria dihubungi oleh pihak manajemen g. edung, bahwa di Solaria terlihat asap di bagian belakang ruangan, lalu managemen ke lokasi. Sprinkler gedung berfungsi baik, namun asap terlihat sangat pekat lalu menghubungi Damkar," tutur Wahid saat dihubungi Liputan6.com, Kamis 9 Oktober 2025.
Damkar mengerahkan tujuh unit mobil Damkar dengan 35 personel. Upaya pemadaman dilakukan sekitar pukul 08.30 WIB.
"Objek Terbakar dapur restoran Solari, luas area terbakar kurang lebih 50 meter persegi dengan kerugian kurang lebih Rp50 juta. Penyebab korsleting mesin chiller," jelas Wahid.
Petugas melakukan lokalisir api di lokasi kebakaran sekitar pukul 08.40 WIB dan pendinginan pada 08.43 WIB.
"Masih proses pendinginan, tidak ada korban jiwa," tutup Wahid.