Liputan6.com, Jakarta Tak sekadar bekerja di balik meja pemerintahan, Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) H. Rendi Solihin kembali turun langsung ke lapangan untuk menyapa warga sekaligus menyalurkan sejumlah bantuan di Kecamatan Kota Bangun, Rabu (8/10/2025).
Rendi mengawali kunjungan ke Desa Loleng untuk menyerahkan bantuan sarana dan prasarana penampung air berupa tandon kepada warga. Ia menyebut bantuan tersebut merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat di pedesaan.
Advertisement
“Kami akan selalu turun ke lapangan untuk bersilaturahmi dengan masyarakat, sekaligus memastikan kemudahan warga bertemu dengan pimpinan daerah. Setiap kunjungan kami manfaatkan untuk menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan warga,” ujar Rendi.
Setelah dari Loleng, rombongan Wabup melanjutkan perjalanan ke Desa Pela. Di sana, Rendi meninjau rumah milik Ningsih, seorang ibu yang bekerja sebagai tukang pijat keliling. Rumah sederhana yang ditempati Ningsih bersama keluarganya selama 14 tahun itu akan mendapatkan bantuan bedah rumah dari Baznas Kukar.
Rendi berharap, setelah rumahnya selesai dibedah, Ningsih dapat menempati tempat yang lebih layak dan aman. Ia juga berencana mendorong agar penerima bantuan seperti Ningsih mendapat dukungan usaha mandiri, seperti berjualan sembako.
“Kami ingin masyarakat bisa hidup lebih baik, tidak hanya dari sisi tempat tinggal, tetapi juga dari sisi penghidupan,” tuturnya.
Bantuan Sarana Perikanan untuk Kelompok Nelayan dan Mobil Ambulans
Perjalanan Rendi berakhir di Desa Sangkuliman dengan penyerahan bantuan sarana perikanan kepada kelompok nelayan, serta satu unit mobil ambulans yang bersumber dari APBD Kukar Tahun 2025. Bantuan tersebut disambut antusias warga dan perangkat desa.
Masyarakat Desa Sangkuliman menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemkab Kukar. Mobil ambulans yang sudah lama dinantikan itu dinilai sangat membantu kebutuhan warga, terutama saat keadaan darurat.
Melalui kunjungan ini, Pemkab Kukar kembali menegaskan komitmennya dalam pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pelosok, sejalan dengan visi “Kukar Idaman” yang diusung Rendi Solihin bersama Bupati Aulia Rahman Basri.
(*)