Eks Bintang MU Ini Ungkap Perselisihan Hebat dengan Jose Mourinho yang Membuatnya Hengkang ke Arsenal

Henrikh Mkhitaryan akhirnya mengungkap kisah di balik keputusannya meninggalkan Manchester United dan bergabung dengan Arsenal. Mantan pemain asal Armenia itu menceritakan bagaimana hubungannya dengan Jose Mourinho memburuk hingga mencapai titik tidak bisa dipertahankan.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 10 Oktober 2025, 10:01 WIB
Henrikh Mkhitaryan meninggalkan Manchester United pada 22 Januari 2018. Ia ditaksir memiliki banderol sebesar 35 juta euro. Kala itu, Pemain Armenia tersebut dilepas menuju Arsenal dengan mahar 34 juta euro. Mkhitaryan sendiri sempat menjadi andalan di lini tengah Setan Merah dengan mengoleksi 13 gol dan 11 assist dalam 63 kali penampilannya saat berseragam Setan Merah. (AFP/Ben Stansall)

Liputan6.com, Jakarta Gelandang Inter Milan Henrikh Mkhitaryan akhirnya mengungkap kisah di balik keputusannya meninggalkan Manchester United dan bergabung dengan Arsenal. Mantan pemain asal Armenia itu menceritakan bagaimana hubungannya dengan Jose Mourinho memburuk hingga mencapai titik tidak bisa dipertahankan.

Dalam autobiografinya My Life Always at the Centre, Mkhitaryan menulis secara terbuka tentang pertengkaran hebatnya dengan sang manajer. Konflik itu terjadi setelah berbulan-bulan ia merasa terus dikritik sejak pertama kali datang ke Old Trafford.

Mourinho membawa Mkhitaryan ke Manchester United pada 2016 dari Borussia Dortmund dengan harapan besar. Namun, perjalanan mereka bersama tidak berjalan mulus dan akhirnya berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan.

Kisah ini menjadi salah satu episode paling menarik di balik layar ruang ganti United, terutama karena diwarnai dengan pesan pribadi Mourinho yang terus mendesak sang pemain untuk pergi.


Hubungan yang Retak di Old Trafford

Henrikh Mkhitaryan - Manchester United merekrut Mkhitaryan dari Borrusia Dortmund pada tahun 2016. Mkhitaryan turut mengantarkan Manchester United menjuarai Liga Europa 2017, dengan mencetak 6 gol dalam 11 penampilannya di kompetisi tersebut. (AFP/Oli Scarff)

Mkhitaryan mengakui bahwa hubungan profesionalnya dengan Mourinho mulai renggang tak lama setelah kedatangannya ke Manchester United. Ia merasa sang pelatih tidak pernah benar-benar puas dengan performanya di lapangan.

Meski tampil dalam 41 pertandingan dan mencetak 11 gol pada musim pertamanya, pemain Armenia itu terus mendapat tekanan dari Mourinho. Hingga akhirnya, situasi di antara keduanya memanas dan berujung pada pertengkaran terbuka.

Dalam bukunya, Mkhitaryan menulis, “Saya mengatakan kepadanya, Anda telah mengkritik saya selama satu setengah tahun, sejak saya datang ke Manchester United.”

Ia menambahkan, “Mourinho mengatakan saya pemain yang buruk, dan saya kehilangan kesabaran. Saya membalas, ‘Andalah yang buruk, sangat buruk.’”


Pesan WhatsApp dari Mourinho

Pelatih MU, Jose Mourinho berbincang dengan striker Romelu Lukaku saat sesi latihan di dekat Carrington, Inggris (12/3). MU akan melawan wakil Spanyol Sevilla di leg kedua 16 besar Liga Champions di Old Trafford. (AFP Photo/Oli Scarff)

Setelah pertengkaran itu, hubungan mereka benar-benar membeku. Mourinho tidak lagi berbicara langsung kepada Mkhitaryan di sesi latihan, tetapi tetap mengirim pesan setiap malam.

Sang pelatih terus mendesak pemainnya untuk segera meninggalkan klub, bahkan menggunakan pendekatan pribadi melalui pesan singkat.

“Selama sesi latihan, pelatih tidak berkata apa-apa kepada saya. Tapi setiap malam dia mengirim pesan lewat WhatsApp, ‘Miki, tolong pergi,’” tulis Mkhitaryan.

“Situasinya menjadi aneh. Saya selalu menjawab hal yang sama: ‘Saya akan pergi jika menemukan klub yang tepat, kalau tidak, saya akan menunggu sampai musim panas,’” ungkapnya.

Lanjut Baca:

Menjelang Januari 2018, pesan dari Mourinho mulai berubah. Ia mulai secara terang-terangan menyebut nama Alexis Sanchez sebagai alasan di balik desakannya. Mkhitaryan akhirnya mengetahui bahwa transfernya ke Arsenal akan membuka jalan bagi kedatangan Sanchez ke Manchester United. “Sekitar pertengahan Januari, pesannya sedikit berubah: ‘Miki, tolong pergi, agar saya bisa mendapatkan Alexis Sanchez,’” ungkap Mkhitaryan. Ia melanjutkan, “Mino Raiola sedang mengurus pertukaran itu dengan Arsenal. Jadi saya menjawab, ‘Saya tidak akan pergi hanya untuk membantu Anda, dan tolong berhenti menulis kepada saya. Jika mau, bicaralah dengan Mino.’”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya