Masih Terus Mendesak, Paul Scholes Sebut Nama Pelatih yang Cocok Gantikan Ruben Amorim

Legenda Manchester United, Paul Scholes, menilai Eddie Howe sebagai sosok paling tepat menggantikan Ruben Amorim di Old Trafford jika situasi tak kunjung membaik.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 10 Oktober 2025, 06:00 WIB
Gol kemenangan dicetak oleh gol cepat Alejandro Garnacho saat pertandingan baru berjalan 49 detik, lalu diikuti dua gol Rasmus Hojlund. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta Legenda Manchester United, Paul Scholes, buka suara soal masa depan Ruben Amorim di Old Trafford. Di tengah tekanan yang terus meningkat terhadap pelatih asal Portugal itu, Scholes secara terbuka menyebut nama Eddie Howe sebagai kandidat ideal untuk mengambil alih kursi manajer Setan Merah.

Meski Sir Jim Ratcliffe masih memberikan dukungan penuh kepada Amorim, spekulasi soal masa depannya belum mereda. Dalam acara The Overlap, Scholes dengan tegas menyebut, “Eddie Howe, Eddie Howe. Saya tidak yakin soal asistennya, Jason Tindall, tapi yang pasti Eddie Howe.”

Candaan itu disampaikan dengan nada ringan, namun tersirat keyakinan serius terhadap kemampuan pelatih Newcastle United tersebut.

Menurut Scholes, Howe adalah sosok yang mampu membangun tim dari bawah dan menanamkan identitas permainan yang jelas, sesuatu yang dinilainya hilang dari Manchester United di era Amorim.


Kontras dengan Roy Keane dan Gary Neville

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes merayakan gol bersama gelandang Mason Mount pada pertandingan Premier League Summer Series, Senin, 4 Agustus 2025, di Atlanta. (AP Photo/Colin Hubbard)

Pandangan Scholes berbeda dengan rekan-rekan seangkatannya seperti Roy Keane dan Gary Neville, yang menilai Diego Simeone lebih cocok menangani United.

Kedua eks kapten itu menganggap pelatih asal Argentina bisa membawa ketegasan dan karakter kuat ke ruang ganti.

Namun, Scholes justru lebih memfavoritkan gaya progresif dan manajerial hands-on yang diterapkan Howe di Newcastle dan Bournemouth. Ia menilai pelatih berusia 47 tahun itu mampu mengubah tim yang nyaris terdegradasi menjadi kekuatan baru Premier League dengan filosofi sepak bola modern.

“Eddie tahu cara membangun kepercayaan pemain. Ia bukan hanya taktik, tapi juga pemimpin yang memahami proses,” ujar Scholes menegaskan dalam diskusi tersebut.


Amorim dalam Tekanan Berat

Pemain Manchester United, Bruno Fernandes, mencetak gol ke gawang Chelsea pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Old Trafford, Sabtu (20/9/2025) malam WIB. (Oli SCARFF / AFP)

Posisi Ruben Amorim memang tengah terancam setelah awal musim yang mengecewakan. Meski sempat meredakan tekanan lewat kemenangan 2-0 atas Sunderland, performa Manchester United secara keseluruhan masih jauh dari harapan.

Formasi 3-4-3 yang diandalkan Amorim kerap dikritik karena dianggap tidak memaksimalkan peran pemain kunci seperti Bruno Fernandes, Kobbie Mainoo, dan Benjamin Sesko.

Dari total 50 pertandingan yang sudah dijalani, Amorim hanya mencatat 19 kemenangan, angka yang memperkuat keraguan terhadap kemampuannya membawa United bangkit.

Lebih buruk lagi, sejak menggantikan Erik ten Hag pada November 2024, Amorim belum pernah membawa tim meraih dua kemenangan beruntun di liga. Kondisi ini menambah frustrasi fans yang menuntut perubahan arah dan kepemimpinan baru.


Scholes Soroti Kebutuhan Pelatih Paham Premier League

Bagi Scholes, United membutuhkan pelatih yang memahami dinamika Premier League dan mampu mengembangkan pemain muda Inggris. Ia menilai Howe memiliki keseimbangan antara taktik modern dan kemampuan membangun tim jangka panjang.

Keberhasilan Howe membawa Newcastle lolos ke Liga Champions dua musim berturut-turut menjadi bukti kemampuannya membangun fondasi kuat tanpa bergantung pada transfer besar-besaran.

“United butuh seseorang seperti it, pelatih yang menanam, bukan menambal,” tutur Scholes.

Nama Eddie Howe kini menjadi bagian dari daftar calon pengganti Amorim bersama Xavi Hernandez, Diego Simeone, dan Oliver Glasner.

Namun, dukungan terbuka dari Scholes menambah bobot pada keyakinan bahwa manajer asal Inggris itu mungkin saja menjadi figur baru yang diharapkan di Theatre of Dreams.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya