Buruh Harian Tewas di Dalam Sumur saat Perbaiki Mesin Air, Diduga Sesak Nafas karena Hirup Gas Beracun

Buruh harian lepas ditemukan meninggal dunia di dalam sumur usai mengalami sesak napas saat memperbaiki mesin air.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 09 Oktober 2025, 17:16 WIB
Tim gabungan saat mengevakuasi buruh harian yang tewas di Sukabumi saat memperbaiki mesin air. (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Abidin (43), seorang buruh harian lepas, ditemukan tak bernyawa setelah terjatuh ke dalam sumur di Perum Alam Layung Indah, Blok Ali 3 Nomor 3, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, saat memperbaiki mesin air.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (9/10/2025) pagi. Korban diminta oleh pemilik rumah, Asep Kamilah, untuk memperbaiki mesin air yang rusak.

Petugas Damkar Pos Cibadak, Yogi, membenarkan insiden ini dan menjelaskan kronologinya. Sekitar pukul 07.30 WIB, korban dan pemilik rumah mulai memperbaiki pompa air.

“Saat mesin air ditarik ke atas, sambungan pipa paralon bagian bawah terlepas. Korban tanpa alat pelindung langsung turun ke dalam sumur untuk mengambil pipa yang terlepas,” kata Yogi.

Nahas, tidak lama setelah berada di dalam sumur, korban mengeluh sesak napas. Pemilik rumah sempat mengingatkan korban untuk segera naik, tetapi korban terlanjur masuk ke dasar sumur dan tak sadarkan diri, diduga akibat menghirup gas beracun.

Pemilik rumah, dan warga yang sedang berolahraga di sekitar lokasi segera berupaya menolong. 

Salah satu relawan bahkan sempat mencoba turun, namun segera kembali karena merasa sesak dan hampir pingsan, menghentikan upaya penyelamatan mandiri.

 

Proses Evakuasi

Tim Rescue Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi tiba di lokasi sekitar pukul 08.35 WIB setelah dihubungi pukul 08.10 WIB. Dipimpin oleh Irsan, tim segera melakukan proses evakuasi.

Jenazah korban berhasil diangkat pada pukul 09.00 WIB dalam upaya yang dramatis akibat kondisi gas di dalam sumur. Jenazah lalu dibawa ke RSUD Sekarwangi menggunakan ambulans Klinik Ali.

Yogi menambahkan, hasil pemeriksaan di lokasi menunjukkan kemungkinan besar korban meninggal akibat sesak nafas karena gas beracun di dalam sumur.

 

Imbau Masyarakat Selalu Hati-hati

Ia mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam pekerjaan berisiko tinggi seperti ini. “Jangan langsung turun ke dalam sumur tanpa memastikan kondisi udara di bawah aman. Gas beracun itu sangat berbahaya,” tegasnya.

Pihak kepolisian turut berduka cita atas musibah ini dan berharap kejadian serupa tidak terulang.

"Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu mengutamakan keselamatan, terutama dalam pekerjaan yang melibatkan ruang tertutup atau minim sirkulasi udara," terang dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya