Perusahaan Prancis Kembangkan Kaviar Nabati, Seperti Apa Rasanya?

Bagaimana kaviar nabati ini dibuat?

oleh Indra Cahya VanleonDiterbitkan 12 Oktober 2025, 20:14 WIB
Telur ikan salmon atau kaviar merah terlihat di Moskow, Rusia, 22 November 2021. Warga Rusia yang ingin menikmati liburan musim dingin tradisional mereka dengan kaviar merah akan kecewa tahun ini, menyusul harga mencapai rekor tertinggi dalam sejarah. (Alexander NEMENOV/AFP)

Liputan6.com, Paris - Produk inovatif dari Prancis ini tengah jadi sorotan publik setelah perusahaan bernama Zeroe Caviar menciptakan kaviar berbahan nabati yang diklaim memiliki rasa dan tekstur sangat mirip dengan kaviar asli dari ikan.

Kaviar vegan ini dibuat dari rumput laut organik yang ditanam di pesisir Prancis, lalu dicampur dengan bahan alami lain seperti cabai cayenne, lada hitam, kunyit, daun salam, daun bawang, dill, dan tarragon, dilansir dari Oddity Central, Sabtu (11/10/2025).

Produk ini bahkan sudah digunakan oleh sejumlah restoran berbintang Michelin dan mendapat banyak pujian karena rasanya yang autentik.

Melalui situs resminya, perusahaan tersebut menjelaskan filosofi di balik produk mereka.

"Dengan tekstur lembut dan cita rasa yang mewah, kaviar kami akan membawa lidah Anda pada pengalaman tak terlupakan. Dibuat dengan komitmen pada pelestarian laut, kaviar tanpa rasa bersalah ini sepenuhnya berbahan nabati tanpa produk hewani," tulis pihak Zeroe Caviar.

Ulasan

Seorang pengguna di Google Review juga memuji kualitasnya.

"Rasanya benar-benar seperti kaviar sturgeon dan cocok dipadukan dengan banyak hidangan," ujarnya.

Komentar lain menyebut produk ini sebagai bentuk inovasi kuliner yang menggabungkan kemewahan dan keberlanjutan.

"Ini produk yang bisa dinikmati bukan hanya oleh vegan, tapi juga pecinta kaviar sejati. Menggabungkan kemewahan dan keberlanjutan dengan cara yang lezat. Saya suka!" tulis pengguna lain.

Meski berbahan nabati, harga kaviar ini tidak bisa dibilang murah.

Satu porsi berisi 50 gram dijual seharga 42 dolar AS (Rp570 ribu), sementara kemasan 300 gram dibanderol 120 dolar AS (Rp1,8 juta).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya