Liputan6.com, Jakarta Jamur dan lumut seringkali menjadi masalah umum di banyak rumah, tidak hanya merusak estetika tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan penghuninya. Pertumbuhan organisme ini dipicu oleh kelembaban berlebih dan sirkulasi udara yang buruk.
Kehadiran jamur dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari alergi, iritasi pernapasan, hingga asma, terutama pada individu yang sensitif. Oleh karena itu, penting bagi setiap pemilik rumah untuk memahami cara efektif menghilangkan serta mencegah pertumbuhan jamur dan lumut.
Advertisement
Dilansir Liputan6.com dari laman Homes and Gardens, Rabu (8/10/2025), artikel ini akan menyajikan panduan ampuh hilangkan jamur dan lumut di 13 ruangan yang ada di rumah, cegah sebelum muncul.
5 Tanda Peringatan Adanya Jamur di Rumah
Mengubah kebiasaan dan rutinitas harianmu bisa melindungi kesehatan dan rumah dari jamur. Berikut ini lima tanda peringatan adanya jamur:
- Perubahan warna dan pertumbuhan yang terlihat: Bisa berupa bercak hitam, hijau, merah muda, atau putih berbulu.
- Bau lembap dan tanah: Salah satu tanda paling umum adanya jamur atau lumut adalah aroma apek di dalam rumah.
- Kelembapan tinggi dan area yang lembap.
- Cat atau wallpaper mengelupas dan melepuh: Sebelum memperbaiki cat atau wallpaper yang terkelupas, perhatikan dulu penyebabnya. Jika tidak tersangkut oleh benda lain, kemungkinan besar jamur adalah penyebabnya.
- Gejala alergi: Jamur merupakan salah satu alergen paling umum yang sering mengganggu kesehatan di dalam rumah.
Kebiasaan yang Harus Dihindari
Ada beberapa kebiasaan yang harus dihindari agar properti di rumah Anda terhindar dari jamur dan lumut:
- Membiarkan barang basah tetap lembap: Jamur dapat tumbuh hanya dalam 24–48 jam jika ada permukaan yang mengandung sumber makanan atau kelembapan.
- Mengabaikan ventilasi yang baik: Aliran udara yang cukup penting untuk menjaga kondisi tetap kering. Hindari mandi tanpa ventilasi, memasak tanpa menggunakan kipas, membiarkan barang menumpuk, atau mengubah sistem AC/pemanas tanpa perawatan terlebih dahulu.
- Menutup tirai di siang hari: Jamur tumbuh subur di tempat yang gelap dan hangat.
- Menyimpan makanan dengan cara yang salah: Gunakan wadah penyimpanan kedap udara bila memungkinkan, dan segera buang makanan yang sudah kedaluwarsa.
- Penggunaan dehumidifier yang tidak tepat: Meskipun dehumidifier dapat membantu mengendalikan kelembapan dan pertumbuhan jamur, penggunaan yang salah justru bisa menimbulkan efek sebaliknya.
- Mengabaikan kebersihan dan perawatan rutin, serta menggunakan produk pembersih yang tidak sesuai.
- Menyiram tanaman indoor secara berlebihan.
Cara Menghilangkan Jamur di Perabot Rumah
1. Mengatasi Jamur di Kamar Tidur
Jamur di kamar tidur sangat berbahaya karena dapat memengaruhi kesehatan saat tidur. Tingkatkan ventilasi dengan membuka jendela dan pintu kamar, gunakan dehumidifier, serta jaga suhu ruangan tetap stabil. Biarkan udara mengalir di balik furnitur, bersihkan embun pada kaca, dan pastikan tidak ada kebocoran eksternal. Periksa juga kasur, karena bahan busa mudah berjamur—gunakan pelindung kasur tahan air dan hindari membersihkan dengan air berlebih.
2. Mengatasi Jamur di Ruang Cuci
Ruang cuci rentan terhadap jamur karena kelembapan tinggi. Gunakan bahan tambahan antijamur seperti minyak pohon teh atau boraks, pastikan sirkulasi udara baik, dan gunakan cat serta sealant tahan jamur. Bersihkan karet pintu mesin cuci menggunakan cuka atau pembersih khusus, jalankan siklus sanitasi, dan pastikan mesin benar-benar kering setelah digunakan agar jamur tidak tumbuh kembali.
3. Mengatasi Jamur di Dapur
Jamur sering muncul di area tersembunyi seperti bawah wastafel, karet kulkas, belakang perabot, dan saluran pembuangan. Gunakan larutan air hangat dan deterjen lembut atau campuran hidrogen peroksida dan air untuk membersihkan. Untuk karet kulkas, biarkan cairan bekerja 10–15 menit, lalu gosok dengan sikat lembut dan keringkan sempurna. Bersihkan juga pembuat kopi secara rutin agar tidak menimbun spora jamur.
4. Mengatasi Jamur di Basement
Basement gelap dan lembap, sehingga jadi tempat favorit jamur. Periksa furniture, karpet, dinding, dan ventilasi. Atasi kebocoran, buang bahan bangunan yang berjamur, dan setelah dibersihkan, aplikasikan cat atau pelapis tahan jamur. Lakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi kebocoran atau tanda-tanda kelembapan sejak dini.
5. Mengatasi Jamur di Kamar Mandi
Kamar mandi adalah area paling rawan jamur. Pastikan ventilasi optimal, keringkan area mandi setiap selesai digunakan, dan simpan tisu serta produk kecantikan di tempat kering. Bersihkan langit-langit dan ubin dengan larutan cuka atau hidrogen peroksida, dan ganti sealant atau silikon jika jamur menembus dalam. Cuci tirai mandi secara rutin menggunakan cuka dan soda kue.
6. Mengatasi Jamur di Karpet
Jamur mudah masuk ke serat dan busa karpet. Bersihkan area kecil dengan campuran cuka dan air, gosok lembut, lalu keringkan total agar tidak lembap. Gunakan vacuum HEPA seminggu sekali dan bersihkan profesional tiap enam bulan. Pastikan ventilasi ruangan baik untuk mencegah jamur kembali.
7. Mengatasi Jamur di Dinding
Gunakan cuka, pemutih, hidrogen peroksida, atau pembersih botani untuk membersihkan jamur di dinding. Namun jika area terinfeksi lebih dari 1 meter persegi, sebaiknya panggil profesional agar penanganan aman dan tuntas.
8. Mengatasi Jamur di Pelapis Sofa (Upholstery)
Sofa dan kursi mudah berjamur karena bahan berpori. Bersihkan debu dan spora dengan vacuum, semprot larutan soda kue dan cuka, lalu sikat perlahan dan keringkan sempurna. Untuk jamur berat, gunakan pembersih komersial antijamur.
9. Mengatasi Jamur di Kayu
Kayu lembap cepat berjamur. Keringkan dulu, sedot spora dengan vacuum HEPA, lalu semprot cuka dan biarkan satu jam sebelum digosok. Jika jamur membandel, ampelas permukaan kayu. Gunakan pelapis antimikroba atau varnish tahan jamur untuk perlindungan jangka panjang.
10. Mengatasi Jamur di Kulit (Leather)
Segera bersihkan jamur pada furniture atau jaket kulit agar tidak rusak permanen. Hapus jamur longgar dengan sikat lembut, bersihkan dengan pembersih kulit khusus atau sabun ringan, biarkan kering, lalu aplikasikan pelembap kulit dengan bahan antijamur.
11. Mengatasi Jamur di Ventilasi Udara
Jamur di ventilasi bisa menyebar ke seluruh rumah. Lepas kisi ventilasi, rendam dalam campuran air dan pemutih atau cuka, lalu keringkan sempurna. Jika jamur sudah menjalar ke dalam sistem HVAC, jangan tangani sendiri—panggil profesional.
12. Mengatasi Jamur di Pipa Air
Jamur bisa tumbuh di pipa yang retak, mampet, atau jarang dialiri air. Tanda-tandanya termasuk air berwarna gelap, bau tak sedap, atau nat berjamur. Periksa sumber kebocoran, bersihkan area dengan larutan pembunuh jamur, perbaiki pipa, dan tingkatkan ventilasi. Gunakan primer tahan jamur, tapi hindari pemutih langsung di dalam pipa karena bisa merusak.
13. Mengatasi Jamur di Insulasi Rumah
Insulasi yang berjamur sebaiknya diganti, bukan dibersihkan sendiri. Panggil tenaga profesional karena area di sekitar insulasi perlu penanganan khusus. Untuk pencegahan, jaga ventilasi baik dan tutup semua kebocoran agar area tetap kering.
FAQ
Apa penyebab utama jamur muncul di rumah?
Jamur biasanya muncul karena kelembapan tinggi, sirkulasi udara buruk, dan kebocoran air. Kegiatan seperti menjemur pakaian di dalam ruangan, mandi tanpa ventilasi, atau memasak tanpa menggunakan exhaust fan juga bisa memicu pertumbuhannya.
Bagaimana cara paling efektif mencegah jamur?
Kunci utamanya adalah menjaga ruangan tetap kering dan berventilasi baik. Buka jendela setiap hari, gunakan dehumidifier, bersihkan area lembap secara rutin, dan segera perbaiki kebocoran air sekecil apa pun.
Apakah jamur di rumah bisa berdampak pada kesehatan?
Tentu. Paparan jamur dapat menyebabkan alergi, batuk, sesak napas, iritasi kulit, dan sakit kepala, terutama bagi anak-anak dan penderita asma. Karena itu, penting untuk segera menanganinya sebelum menyebar luas.