Liputan6.com, Jakarta- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Indonesia dilanda La Nina lemah pada akhir 2025. La Nina bisa memicu peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
La Nina merupakan fenomena anomali iklim global yang diakibatkan oleh suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang mendingin, lebih dingin dibandingkan biasanya. Fenomena ini biasanya mengakibatkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung.
Advertisement
BMKG mengatakan, sebetulnya prediksi El Niño-Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan kecenderungan ENSO Netral sepanjang tahun 2025. ENSO merupakan fenomena alami yang menggambarkan perubahan suhu permukaan laut dan pola angin di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.
ENSO sangat berpengaruh terhadap cuaca dan iklim di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
"Namun demikian, terdapat sebagian kecil model iklim global yang memprediksi akan datangnya La Nina lemah di akhir tahun 2025," tulis BMKG dalam laporan 'Prediksi Musim Hujan 2025/2026 di Indonesia' melalui situs BMKG, Rabu (8/10/2025).
BMKG menyebut, kondisi cuaca di Samudra Hindia (Indian Ocean Dipole) saat ini berada pada fase negatif. Situasi ini bisa menambah curah hujan, dan diperkirakan berlangsung hingga November 2025.
Awal Musim Hujan di RI
BMKG mengatakan, awal musim hujan di Indonesia tidak terjadi dalam waktu bersamaan. Sebanyak 333 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 47,6% di Indonesia diprediksi akan masuk musim hujan pada bulan September hingga November 2025.
Sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan telah memasuki musim hujan sebelum September 2025. Selanjutnya, musim hujan akan meluas secara bertahap ke wilayah selatan dan timur, dengan sebagian besar daerah diprediksi mulai mengalami musim hujan pada September, Oktober, dan November 2025.
Dibandingkan dengan normalnya, musim hujan 2025/2026 diprediksi maju atau datang lebih awal dari kebiasaannya di sebagian besar wilayah Indonesia (294 ZOM atau 42,1%).
Selain itu, kondisi akumulasi curah hujan pada musim hujan 2025/2026 (Sifat Musim) umumnya diprediksi berada pada kategori normal yang menunjukkan tidak dalam kondisi yang lebih basah maupun lebih kering daripada biasanya.
Puncak musim hujan 2025/2026 diprediksi banyak terjadi pada bulan November hingga Desember 2025 di Indonesia bagian barat. Sementara pada Januari hingga Februari 2026 terjadi di Indonesia bagian selatan dan timur.
Puncak musim hujan diprediksi sama hingga maju (terjadi lebih awal) dibandingkan dengan kondisi biasanya.
"Durasi musim hujan 2025/2026 diprediksi akan lebih panjang daripada biasanya," tulis BMKG.