Sejarawan: Pemerintahan Kolonial Juga Suburkan Korupsi

Ada priyayi, petani kaya dan pejabat kolonial Belanda, saling bertukar hadiah, uang, dan melakukan hal-hal yang saling menguntungkan.

oleh Addy Hasan diperbarui 20 Jun 2013, 13:35 WIB
Sejarawan Amerika Serikat James R Rush menulis tentang Indonesia dalam bukunya 'Jawa Tempo Doloe' dan 'Candu Tempo Doloe.' Ia juga merangkai kisah-kisah yang didedahkan mengenai Jawa oleh 35 pengelana Barat mulai dari masa-masa paling awal kontak bangsa Eropa dengan Jawa pada 1330-an sampai dengan pertengahan 1980-an.

Dalam buku itu Rush yang merupakan Guru Besar Universitas Arizona juga mengulas tentang korupsi yang terjadi di Indonesia di era pemerintahan kolonial Belanda hingga Soekarno dan Soeharto. Berikut wawancara Liputan6.com dengan Profesor Rush mengenai Indonesia dalam diskusi Komunitas Bambu-Freedom Institut di Jakarta, Rabu (20/6/2013).

Menurut Anda apakah ada kaitannya dengan korupsi masih membelenggu Indonesia akhir-akhir ini?

Maaf sejujurnya saya tidak tahu mengenai korupsi yang terjadi di Indonesia saat ini kecuali ‘omong-omong’ (isu).  Tapi saya tidak mau mengomentari hal itu.

Tetapi saya pikir orang yang terlibat dalam hal ini adalah cara bagaimana mereka melakukan pekerjaan. Misalnya anda melakukan sesuatu untuk saya dan saya memberikan imbalan bagi anda. Saling mengambil dan berbagi (take and give). Itulah korupsi.

Ada priyayi, petani kaya dan pejabat kolonial Belanda, mereka saling bertukar hadiah, uang, mereka melakukan hal-hal yang saling menguntungkan dalam lingkup yang kecil. Orang lain di luar sistem tidak akan bisa mencapainya. Begitulah saya melihatnya.

Pulau Jawa dari era pra-kolonial, kolonial hingga kemerdekaan selalu menjadi pusat kekuasaan. Mengapa Jawa menjadi penting bagi Indonesia hingga saat ini?

Jawa merupakan pulau yang sangat populer dibandingkan pulau lain di Indonesia. Khususnya pada abad 19 dan era kolonial Belanda. Pulau ini sangat kaya dibandingkan lainnya meski pulau lainnya mempunyai minyak, hasil hutan, misalnya. Namun, Jawa kaya akan hasil pertaniannya.

Pertanian di Jawa menghasilkan uang yang sangat banyak bagi Belanda dan bangsa Eropa lainnya seperti hasil perkebunan, gula, rokok, sangat besar sekali dari segi ekonomi agrobisnis. Dan bagi Belanda, Jawa sangat penting peranannya. Meski, di Ambon dan Banda (Aceh) mereka juga punya sejarah yang cukup lama di sana.

Bahkan kalau Anda menjadi pejabat Belanda, Anda pun pasti ingin tinggal di Jawa, mempunyai tempat tinggal karena merupakan tempat yang strategis. Beberapa di antara mereka bisa mendapatkan uang selain mendapatkan gaji yang cukup besar.

Inilah bagaimana mereka melihat Jawa sebagai yang pertama dan paling penting. Saya tidak tahu apakah saat ini Jawa masih memegang peranan penting saat in, tapi itu telah terbukti sejak ratusan tahun yang lalu.

Mengapa para akademisi, peneliti Asing khususnya Barat masih tertarik tentang sejarah Indonesia?

Sejarawan percaya bahwa memahami situasi saat ini bermakna memahami masa lalu. Kita berfikir banyak kebenaran di masa lalu yang bernilai pengetahuan, pengajaran yang berhubungan yang lainnya dengan sekarang.

Seperti misalnya, ini penting untuk tahu siapa kakek anda untuk mengetahui jati diri anda, lineal age. Ini adalah sejarah darimanakah kita berasal, dimanakah kita ratusan tahun yang lalu. Jika Anda berfikir begitu maka sangat penting Anda tahu bagaimana Indonesia hari ini dan bagaimana perubahan yang terjadi setelah masa Belanda berakhir.

Dan hanya beberapa dekade setelahnya opimum berakhir, Soekarno dan lainnya mulai berbicara tentang Indonesia. Dan beberapa tahun berikutnya Indonesia hadir, sangat menakjubkan. Sejaraj yang sangat mengagumkan. Dan orang-orang pada abad 19 ketika itu tak menyangka ini terjadi. (Adi/Ary)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya