Museum Nasional Korea Hapus Foto Bang Si Hyuk Setelah Banjir Kritik

Museum Nasional Korea telah menandatangani kerja sama dengan HYBE untuk mempromosikan warisan budaya Korea dan budaya Korea secara global.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 07 Oktober 2025, 20:30 WIB
Bang Si Hyuk menghadiri Gold Gala 2024 di The Music Center pada 11 Mei 2024 di Los Angeles, California. (Rodin Eckenroth/Getty Images for Gold House/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Menyusul kritik publik, Museum Nasional Korea menghapus foto yang menampilkan bos HYBE, Bang Si Hyuk. Pria yang juga dikenal dengan nama Hitman Bang ini sedang diselidiki polisi atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Jasa Investasi Keuangan dan Pasar Modal.

Melansir Korea Joongang Daily, Selasa (7/10/2025), museum mengunggah foto di akun media sosial resminya minggu lalu, mengumumkan nota kesepahaman (MOU) dengan HYBE untuk mempromosikan warisan budaya Korea dan budaya Korea secara global. Unggahan tersebut menyertakan foto direktur museum, Yoo Hong Jun, yang berdiri di samping Bang.

MOU ini bertujuan memperkuat kerja sama antara yayasan budaya museum dan perusahaan hiburan yang dikenal sebagai agensi BTS. Namun, reaksi publik sebagian besar negatif.

Banyak yang mengkritik museum karena menampilkan Bang, yang karena kasus hukumnya dilarang meninggalkan Korea Selatan. Museum nasional negara itu menghapus unggahan tersebut pada Kamis, 2 Oktober 2025, hanya sehari setelah diunggah, tanpa memberi penjelasan.

Tuduhan terhadap Bang Si Hyuk

Bang Si Hyuk. (Vivien Killilea/Getty Images for HYBE x Geffen Records/AFP Vivien Killilea / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Bang dituduh menyesatkan mantan pemegang saham HYBE selama pembelian saham dengan mengklaim bahwa perusahaan tidak berrencana untuk go public (IPO). Jaksa menuduh, perusahaan ekuitas swasta yang dikelola seorang eksekutif HYBE membeli saham para pemegang saham melalui perusahaan tujuan khusus.

Setelah IPO HYBE, perusahaan ekuitas swasta itu menjual saham-saham tersebut, dan berdasarkan perjanjian pemegang saham, 30 persen dari keuntungan IPO tersebut ditransfer ke pemegang saham terbesar HYBE. Bang dilaporkan memperoleh sekitar 190 miliar won (sekitar Rp 2,2 triliun) dari kesepakatan tersebut.

Polisi telah menggeledah kantor HYBE pada Mei lalu terkait kasus ini, rangkum kanal Showbiz Liputan6.com dari The Korean Times. Pertengahan September lalu, Bang telah diinterogasi di Kantor Polisi Seoul. Perwakilan Bang membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan semua prosedur telah mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku saat itu.

Museum Nasional Korea

Museum Nasional Korea dilihat dari lantai 3. (Liputan6.com/Rinaldo)

Sementara itu, Museum Nasional Korea adalah museum paling representatif dan terlengkap di Negeri Ginseng, melansir Arts and Culture Google. Museum ini menyimpan koleksi yang sangat besar: lebih dari 410 ribu relik bersejarah dan sangat estetis, mulai dari Zaman Paleolitikum hingga awal abad ke-20.

Lebih dari 12 ribu mahakarya dari koleksi yang selalu dipamerkan dipajang di ruang pameran permanennya. Museum ini memiliki enam galeri: Prasejarah dan Sejarah Kuno, Sejarah Abad Pertengahan dan Awal Modern, Karya Donasi, Kaligrafi dan Lukisan, Seni Dunia, serta Galeri Patung dan Kerajinan.

Pengunjung dapat menikmati cakupan koleksinya yang luas. Itu termasuk harta nasional Korea yang dipamerkan, termasuk Pensive Bodhisattva, Goryeo Celadon Openwork Burner, Ten-Story Pagoda dari Gyeongcheonsa Temple Site, dan Gold Crown dari Silla.

Peran Museum yang Berubah Seiring Zaman

Pengunjung yang mengenakan masker mengambil gambar di Museum Nasional Korea di Seoul, Korea Selatan, Rabu (22/7/2020). Museum ini dibuka kembali pada Rabu (22/7) setelah ditutup selama dua bulan akibat pandemi corona Covid-19. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Museum Nasional Korea didirikan pada 1945. Pada 2005, museum ini diperluas dan dibuka kembali di lahan seluas 307.227 meter persegi di Yongsan, Seoul.

Sejak kelahirannya kembali sebagai "kompleks budaya," Museum Nasional Korea tidak hanya melestarikan dan memamerkan peninggalan berharga, tapi juga menyediakan berbagai program pendidikan dan acara budaya.

"Museum Anak yang interaktif, beragam program edukasi, dan konten pengalaman mutakhir dirancang agar setiap pengunjung dapat melihat, mendengar, belajar, dan merasakan kekayaan sejarah dan budaya," tulis pihaknya, melansir museum.go.kr.

"Seiring perubahan zaman, peran museum turut berubah. Bersama masyarakat Korea, Museum Nasional Korea menegaskan kembali bahwa akar K-Culture terletak pada warisan budaya mereka. Kami menantikan dukungan Anda yang berkelanjutan dalam menjaga dan berbagi sejarah dan budaya Korea."

Infografis Museum di Indonesia. (Dok: Abdillah/Tim Grafis Liputan6.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya