Pengembang video game Electronic Arts Sports (EA Sports) resmi mengumumkan kehadiran generasi terbaru dari seri game simulasi sepakbola andalan mereka, FIFA 14 beberapa waktu lalu. Meski pada awalnya diproyeksikan dapat dimainkan di platform personal computer (PC) dan Xbox One dan PS4, kabar terbaru menyebutkan tidak semua PC dapat memainkan game populer ini.
Dilansir laman Polygon, Kamis (20/6/2013), masalah keterbatasan spesifikasi yang ditawarkan mayoritas PC yang beredar di pasaran membuat video game FIFA 14 tampaknya tidak akan berjalan secara optimal pada platform PC.
Penyebab utamanya adalah digunakannya teknologi Ignite Engine. Pihak EA Sports mengumumkan untuk sementara waktu Ignite baru bisa mendukung platform Xbox One dan PS4.
"Meskipun ada beberapa PC di pasaran yang bisa menjalankan Ignite, tapi sebagian besar tidak bisa," kata Executive Vice President EA Sports Adrew Wilson. "Mayoritas gamer bermain game di PC tidak memiliki hardware yang mumpuni untuk menjalankan game engine itu," sambungnya lagi.
Wilson menambahkan, Ignite Engine memang secara khusus dikembangkan untuk konsol game generasi terbaru yang memiliki prosesor berarsitektur APU. Namun, ia optimis di dalam waktu dekat akan ada solusi bagi permasalahan ini.
Salah satu caranya adalah dengan menyiapkan video game FIFA 14 khusus versi PC yang tak menggunakan teknologi Ignite Engine. Namun konsekuensi yang harus dihadapi nantinya adalah, pengguna perangkat PC tidak akan menemukan kesenangan dan pengalaman gameplay yang sama dengan para gamer pengguna konsol game generasi terbaru.
(dhi/dew/*)
Dilansir laman Polygon, Kamis (20/6/2013), masalah keterbatasan spesifikasi yang ditawarkan mayoritas PC yang beredar di pasaran membuat video game FIFA 14 tampaknya tidak akan berjalan secara optimal pada platform PC.
Penyebab utamanya adalah digunakannya teknologi Ignite Engine. Pihak EA Sports mengumumkan untuk sementara waktu Ignite baru bisa mendukung platform Xbox One dan PS4.
"Meskipun ada beberapa PC di pasaran yang bisa menjalankan Ignite, tapi sebagian besar tidak bisa," kata Executive Vice President EA Sports Adrew Wilson. "Mayoritas gamer bermain game di PC tidak memiliki hardware yang mumpuni untuk menjalankan game engine itu," sambungnya lagi.
Wilson menambahkan, Ignite Engine memang secara khusus dikembangkan untuk konsol game generasi terbaru yang memiliki prosesor berarsitektur APU. Namun, ia optimis di dalam waktu dekat akan ada solusi bagi permasalahan ini.
Salah satu caranya adalah dengan menyiapkan video game FIFA 14 khusus versi PC yang tak menggunakan teknologi Ignite Engine. Namun konsekuensi yang harus dihadapi nantinya adalah, pengguna perangkat PC tidak akan menemukan kesenangan dan pengalaman gameplay yang sama dengan para gamer pengguna konsol game generasi terbaru.
(dhi/dew/*)