Rasmus Hojlund Hidupkan Karier di Napoli: Conte Adalah Pelatih Top!

Rasmus Hojlund mengungkap peran besar Antonio Conte dalam kebangkitannya bersama Napoli setelah masa sulit di Manchester United.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 07 Oktober 2025, 05:19 WIB
Selebrasi Rasmus Hojlund usai mencetak gol di laga Napoli vs Genoa di pekan ke-6 Serie A 2025/2026 di Stadio Diego Armando Maradona, Minggu (05/10/2025) malam WIB. (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta Rasmus Hojlund mulai menikmati babak baru dalam kariernya setelah bergabung dengan Napoli. Striker asal Denmark itu merasa kehadiran Antonio Conte telah memberi napas segar dalam perjalanan profesionalnya, terutama setelah masa-masa sulit di Manchester United. Golnya ke gawang Genoa dalam kemenangan 2-1 akhir pekan lalu menjadi bukti nyata kebangkitannya di Italia.

Sebelum ini, Hojlund sempat tampil di Serie A bersama Atalanta. Kini, kembali ke Italia di bawah asuhan Conte membuatnya merasa berada di tempat yang tepat. Ia bahkan menyebut keputusannya meninggalkan Manchester United sebagai langkah penting demi perkembangan kariernya.

Dalam wawancaranya bersama Radio Kiss Kiss, Hojlund mengakui bahwa persaingan di Old Trafford semakin ketat, terutama setelah klub merekrut Benjamin Sesko. Kondisi itu memaksanya mencari tantangan baru agar bisa terus berkembang sebagai penyerang utama.


Pengaruh Besar Antonio Conte di Napoli

Aksi Rasmus Hojlund dalam laga Napoli vs Pisa di Serie A 2025/2026, Selasa (23/9/2025). (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)

Hojlund secara terbuka memuji pengaruh Antonio Conte dalam kebangkitannya. “Conte adalah pelatih top,” ujarnya kepada Radio Kiss Kiss. Ia menyebut Napoli sebagai klub besar dan tempat yang ideal untuk melanjutkan kariernya. Baginya, bergabung dengan tim ini adalah keputusan yang tepat untuk menemukan kembali kepercayaan diri dan ritme permainan terbaik.

Conte menempatkan Hojlund dalam skema 4-1-4-1, formasi yang memberi ruang bagi para gelandang serang dan winger untuk mendukungnya sebagai penyerang tunggal. Kombinasi ini memberi stabilitas sekaligus peluang lebih bagi sang striker untuk mengekspresikan diri di lini depan.

Pelatih asal Italia itu dikenal sebagai sosok yang mampu mengeluarkan potensi terbaik para penyerangnya. Conte sebelumnya juga sukses memoles performa Romelu Lukaku di Inter Milan, dan kini melakukan hal serupa terhadap Hojlund di Napoli.


Kebangkitan Hojlund Setelah Masa Sulit di Inggris

Rasmus Hojlund (Napoli) merayakan gol ke gawang Sporting dalam laga Liga Champions di Diego Armando Maradona stadium, 1 Oktober 2025. (Alessandro Garofalo//LaPresse via AP)

Meski sempat tampil cukup baik di bawah Erik ten Hag dalam formasi 4-2-3-1, Hojlund kehilangan kepercayaan diri saat Manchester United berganti ke skema Ruben Amorim yang lebih kompleks. Perubahan itu membuat performanya menurun dan produktivitasnya terhambat di Premier League.

Kini, bersama Napoli, Hojlund menunjukkan ketajamannya kembali. Ia telah mencetak dua gol dari empat laga Serie A, setengah dari total golnya musim lalu di Inggris. Di semua kompetisi, catatannya mencapai empat gol dari enam pertandingan, termasuk dua gol di Liga Champions melawan Sporting CP.

Menariknya, Hojlund mengaku tidak terlalu memikirkan formasi yang diterapkan pelatih. “Bagi saya, semuanya sama. Saya hanya bermain sepak bola dan melakukan pekerjaan sebaik mungkin,” tegasnya. Fokusnya kini adalah terus beradaptasi dan menunjukkan potensi terbaik di bawah bimbingan Conte.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya