Liputan6.com, Jakarta Florian Wirtz menjadi salah satu transfer termahal musim panas lalu dengan biaya 125 juta euro. Ia datang ke Liverpool usai tampil gemilang bersama Bayer Leverkusen sebagai salah satu pemain muda paling berbakat dunia.
Namun, karier Wirtz di Premier League berjalan lambat. Dalam sepuluh pertandingan di semua kompetisi, ia baru mencatat satu assist dan belum mencetak gol sama sekali.
Advertisement
Performa ini membuat pemain Jerman itu belum menunjukkan pengaruh besar di Anfield. Meski selalu dilibatkan hampir di setiap laga, penampilannya jauh dari ekspektasi klub dan publik.
Situasi ini menimbulkan ketidakpuasan Wirtz di Liverpool. Kondisi tersebut membuka peluang bagi klub-klub besar lain untuk memantau situasinya.
Pantau Perkembangan Wirtz
Menurut Defensa Central, Xabi Alonso meminta Real Madrid untuk memantau perkembangan Wirtz di Liverpool. Pelatih asal Spanyol itu ingin mengetahui apakah ada kesempatan untuk merekrut kembali pemain yang pernah ia bimbing di Leverkusen.
Alonso memiliki peran penting dalam kebangkitan Wirtz di Leverkusen. Kini, ia melihat potensi untuk memulangkan pemain internasional Jerman itu ke Santiago Bernabeu.
Namun, Real Madrid kemungkinan menghadapi tantangan besar. Liverpool tidak ingin kehilangan bintang lain setelah melepas Trent Alexander-Arnold secara gratis, sementara Wirtz masih memiliki nilai transfer fantastis.
Tantangan Finansial dan Persaingan Posisi
Meski Liverpool membuka peluang, harga Wirtz diperkirakan sangat tinggi. Real Madrid juga memiliki pemain seperti Jude Bellingham dan Arda Guler yang bersaing di posisi gelandang serang.
Selain itu, Madrid juga mengincar Ibrahima Konate secara gratis pada akhir musim. Hal ini membuat prioritas transfer harus dipertimbangkan matang oleh klub.
Kesulitan Wirtz di Liverpool bisa menjadi peluang, namun Real Madrid harus menilai apakah langkah itu realistis dari sisi finansial dan strategi tim.