Liputan6.com, Jakarta Chelsea bersiap menghadapi ujian berat di pekan ketujuh Premier League 2025/2026. The Blues akan menjamu Liverpool di Stamford Bridge, Sabtu (4/10/2025), dalam laga yang bisa menjadi pembuktian besar bagi tim muda asuhan Enzo Maresca.
Kedua tim datang dengan misi berbeda. Liverpool ingin mempertahankan momentum di papan atas, sementara Chelsea sedang mencari konsistensi setelah performa naik-turun di awal musim. Namun, masalah cedera dan suspensi kembali menghantui kubu tuan rumah.
Advertisement
Maresca dipastikan kehilangan beberapa pemain penting, terutama di lini pertahanan. Kondisi ini membuat sang pelatih harus berpikir keras menentukan komposisi ideal untuk menghentikan daya ledak serangan Liverpool yang tengah on fire.
Pertandingan ini pun bukan sekadar duel dua klub besar, tetapi juga ujian ketahanan Chelsea menghadapi badai absensi. Fans menantikan, sejauh mana keberanian Maresca memainkan talenta mudanya di laga sebesar ini.
Krisis di Lini Belakang, Maresca Pusing
Enzo Maresca menghadapi situasi pelik di lini belakang menjelang laga kontra Liverpool. Trevoh Chalobah absen karena kartu merah yang didapat dalam kekalahan 1-3 dari Brighton pekan lalu. Di sisi lain, Tosin Adarabioyo juga tak bisa dimainkan karena cedera betis yang memaksanya menepi hingga jeda internasional.
Situasi makin rumit karena Wesley Fofana belum tentu bisa tampil setelah menjalani protokol gegar otak. Jika kondisi Fofana tak memungkinkan, Maresca nyaris tak punya pilihan selain menurunkan bek muda Josh Acheampong yang baru berusia 19 tahun.
Acheampong kemungkinan besar akan berduet dengan Jorrel Hato, rekan seumurannya di jantung pertahanan. Meski minim pengalaman, keduanya bisa menjadi solusi darurat bagi Maresca yang ingin menjaga keseimbangan tim. Namun, Maresca juga bisa mengambil risiko memainkan Benoit Badiashile yang baru pulih dari cedera
Tengah Masih Stabil, Fernandez & Caicedo Jadi Poros
Berbeda dengan sektor belakang, Maresca masih memiliki kedalaman di lini tengah. Enzo Fernandez dan Moises Caicedo diyakini tetap menjadi poros utama permainan Chelsea. Keduanya akan menjadi kunci dalam menjaga aliran bola dan memutus serangan balik cepat Liverpool.
Kehadiran Fernandez memberikan kreativitas dari lini kedua, sementara Caicedo berperan sebagai penyaring serangan di depan bek tengah muda. Kombinasi keduanya terbukti efektif dalam mengontrol tempo di beberapa laga terakhir.