Penampilan Apik Seperti Plastik di Synchronize Fest 2025: Nostalgia dan Regenerasi di Satu Panggung

Penampilan Seperti Plastik terasa lebih istimewa dengan kehadiran generasi penerus mereka.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 03 Oktober 2025, 21:53 WIB
Penampilan Apik Seperti Plastik di Synchronize Fest 2025. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Penampilan duo Ipang Lazuardi dan Didit Saad dalam format Seperti Plastik seolah jadi mesin waktu yang membawa penonton Synchronize Fest 2025 kembali ke era 90-an. Panggung Forest Stage pada Jumat (3/10/2025) malam menjadi saksi kembalinya salah satu ikon musik rock alternatif Indonesia setelah sekian lama vakum, menyuguhkan nostalgia pekat sekaligus sinyal regenerasi yang manis.

Atmosfer kerinduan begitu terasa sesaat sebelum Ipang Lazuardi dan Didit naik panggung pada pukul 18.15 WIB. Para penggemar yang didominasi generasi 90-an tampak tak sabar menantikan kembalinya duo musisi yang dulu mengibarkan bendera band Plastik.

Begitu intro lagu pertama mengalun, penonton seolah tersedot ke dalam lorong waktu, kembali ke masa di mana musik grunge dan rock alternatif merajai kancah musik Tanah Air. Energi Ipang yang meledak-ledak dan cabikan gitar Didit yang khas membuktikan bahwa pesona mereka sama sekali belum luntur.

"Gue dan Bapak Didit Saad, agak sedikit mencoba mundur mungkin 30 tahun yang lalu. Ada remaja yang nggak jelas kayaknya sih, apa yang ada di pikirannya diajakin ngapain aja mau soalnya. Iya," ujar Ipang di sela-sela aksinya.

 

 


Obati Kerinduan Penggemar Lawas

Penampilan Apik Seperti Plastik di Synchronize Fest 2025. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Lagu-lagu andalan seperti "Statis," "Seperti," hingga "Rahasia" dibawakan dengan aransemen yang lebih segar namun tetap mempertahankan ruh aslinya. Penonton pun tak kuasa menahan diri untuk ikut bernyanyi bersama, menciptakan koor massal yang menggema di area Forest Stage.

Band Plastik, yang beranggoyakan Ipang, Didit Saad, Aray Daulay, Alexander Iman Wirasakti, dan Alex Kuple, diketahui aktif dari tahun 1991 hingga membubarkan diri pada tahun 2000. Setelah bubar, para personel memilih menempuh jalan musik masing-masing.

Ipang sempat bersolo karier sebelum akhirnya bergabung dengan band BIP pada 2004. Sementara Didit Saad aktif sebagai produser dan terlibat dalam berbagai proyek musik, termasuk dengan Syaharani dan membentuk band Evo.

Kini, kembalinya mereka dalam format duo menjadi momen reuni yang emosional. Ipang tak lupa berterima kasih kepada Syncrhonize Fest 2025 yang telah memberi kesempatan mereka untuk tampil.

Lanjut Baca:

"Gue mesti thank you dulu buat Synchronize Festival. Sebagai band baru kami sangat terhormat bisa ada di, jangan ketawa ini band baru Seperti Plastik, kalo Plastik udah lama, kalau ini kan seperti itu," kata Ipang disambut tawa hangat penonton.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya