6 Fakta Serial Ipar Adalah Maut Dibintangi Tatjana Saphira, Deva Mahenra Siap Jadi Musuh Ibu-ibu Lagi

Masih ingat Ipar Adalah Maut yang mencetak box office 4,7 jutaan penonton tahun lalu? Kini, film karya Hanung Bramantyo itu siap tampil dalam format serial.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 03 Oktober 2025, 17:30 WIB
Masih ingat Ipar Adalah Maut yang mencetak box office 4,7 jutaan penonton tahun lalu? Kini, film karya Hanung Bramantyo itu siap tampil dalam format serial. (Foto: Dok. Instagram @devamahenra)

Liputan6.com, Jakarta Masih ingat Ipar Adalah Maut? Ya, film karya sineas Hanung Bramantyo itu mendulang 4,7 jutaan penonton tahun lalu dan sukses bikin mak-mak se-Indonesia gemas. Kini, Ipar Adalah Maut akan kembali dalam format serial alias series.

Kabar ini dikonfirmasi produser MD Pictures, Manoj Punjabi kepada awak media. Dalam serial Ipar Adalah Maut, Deva Mahenra masih memerankan Aris. Hanung Bramantyo pun masih duduk di kursi sutradara.

Namun, ada perubahan besar pada formasi pemain perempuan. Tatjana Saphira menjadi Anisa menggantikan Michelle Zudith. Karakter Rani yang dulu dibawakan Davina Karamoy kini dipercayakan kepada Nicole Parham.

Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini menghimpun 6 fakta serial Ipar Adalah Maut. Ini kali pertama MD Pictures menggarap intelectual property (IP) besar menjadi serial untuk tayang di platform streaming Netflix sekaligus MDTV.

 


1. Naikkan Level Produksi Serial

Manoj Punjabi. (Foto: Dok. Instagram @manojpunjabimd)

 

Dalam konferensi pers yang digelar di MD Place, Jakarta Selatan, Rabu (1/10/2025), Manoj Punjabi menjanjikan apa yang belum tersaji di film akan dieksplorasi lewat serial Ipar Adalah Maut. Ceritanya lebih utuh dan mendekati versi di TikTok-nya.

“Draftnya lengkap di sini, ceritanya sampai 20 jam pun ada dan enggak mungkin di layar lebar diberikan. Ini adalah warna baru dari MD Pictures. Kami juga pertama kali IP besar diserialkan. Ini jadi tantangan, bagaimana menaikkan level produksi serial,” katanya.

 


2. Vibes-nya Sama dengan Layar Lebar

Sutradara Hanung Bramantyo kembali menggarap film yang pernah dirilis tahun 2006 silam. Film garapan istri Zaskia Adya Mecca itu mendapatkan tiga nominasi Piala Citra ditahun yang sama. (Nurwahyunan/Bintang.com)

 

Hanung Bramantyo menyutradarai serial Ipar Adalah Maut bersama Sanjeev Ram Kishan yang dikenal lewat sinetron Tajwid Cinta, Hidayah Cinta, dan Tertawan Hati. Tantangan terbesar Hanung Bramantyo adalah mengatur “napas konflik” di tiap episode.

Vibes yang masih sama dengan layar lebar. Penonton nanti yang merasakan. Tantangannya, layar lebar 2 jam, ini 20 jam menjaga ritme itu saya enggak bisa sendirian. Pak Manoj dan tim lebih jago soal itu. Jadi pintar-pintar kami mengatur napas,” ujar Hanung Bramantyo.

 


3. Rani Jahat? Tidak Juga.

Nicole Parham. (Instagram/ nicoleparham_)

 

Sorotan ditujukan kepada Nicole Parham sebagai Rani. Seperti diketahui, Rani dan Aris adalah musuh besar ibu-ibu se-Indonesia saat Ipar Adalah Maut mencetak box office di bioskop. Nicole Parham menyebut, tokoh Rani sangat kompleks dan tak sejahat itu.

Lanjut Baca:

“Dibilang jahat juga enggak, tapi terbawa situasi jadinya jahat. Tapi jahatnya yang enggak biasa. Di situ kompleksnya,” ulasnya. “Aku yang syuting juga bingung sendiri, kadang suka mengucap astagfirullahalazim untuk diri sendiri,” Nicole Parham menyambung.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya