Punya 8 Kapal Besar, BYD Bisa Ekspor 1 Juta Unit ke Seluruh Dunia

Produsen mobil listrik asal China, BYD baru-baru ini mengumumkan pencapaian besar, yaitu memiliki armada kapal angkut mobil (RoRo) yang siap mendukung ekspor hingga 1 juta unit mobil setiap tahun

oleh Arief AszhariDiterbitkan 04 Oktober 2025, 09:07 WIB
Punya 8 Kapal Besar, BYD Bisa Ekspor 1 Juta Unit ke Seluruh Dunia (Carnewschina)

Liputan6.com, Jakarta - Produsen mobil listrik asal China, BYD, baru-baru ini mengumumkan pencapaian besar, yaitu memiliki armada kapal angkut mobil (RoRo) yang siap mendukung ekspor hingga 1 juta unit mobil setiap tahun.

Disitat dari Carnewschina, kapal terakhir, BYD Jinan, mulai beroperasi beberapa waktu lalu, menyempurnakan total delapan kapal yang telah dimiliki perusahaan.

Armada ini dibangun dalam tempo kurang dari dua tahun. Kapal pertama, BYD Explorer No. 1, diserahkan pada Januari 2024.

Kapal-kapal RoRo tersebut mampu membawa 7.200 hingga 9.000 mobil tergantung tipenya.

Sebagian kapal sekarang sedang dalam jalur pelayaran menuju Eropa, dan ada yang membongkar muatan di Eropa sebelum kembali ke Cina.

Menariknya, ekspor BYD tidak terbatas untuk mobil yang diproduksi di China.

Misalnya, kapal BYD Zhengzhou membawa mobil dengan setir kanan dari pabriknya di Thailand menuju Inggris, dan kemudian akan dibongkar di Belgia.

Langkah ini krusial karena Thailand tidak terkena tarif anti-subsidi Uni Eropa, yang dikenakan terhadap mobil listrik impor dari Cina.

Selain itu, BYD juga memperluas basis produksi internasional. Sejak 1 Juli, jenama Tiongkok ini sudah memproduksi mobil di Brasil dengan model Seagull sebagai unit perdana.

Di Eropa, pabrik di Szeged, Hongaria, tengah dipersiapkan dan direncanakan produksi massal dimulai pada 2026.

Ekspansi BYD

Ekspansi lain termasuk pabrik di Pakistan yang ditargetkan beroperasi pada 2026, serta pabrik knock-down di Uzbekistan yang sudah beroperasi sejak Juni 2024

Kondisi ini juga menjadi jawaban atas penjualan BYD yang melemah di pasar domestik.

Pada Agustus, penjualan luar negeri tumbuh 157 persen menjadi 80.813 unit, sementara penjualan di Cina turun 22 persen menjadi 284.005 unit.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya