Liputan6.com, Jakarta - Aluna duduk sendiri di tangga, air matanya mengalir tanpa henti. Tiba-tiba Galaxy datang menghampirinya. Dengan lembut, ia menyeka air mata di pipi Aluna.
“Wajah secantik ini gak pantas basah karena tangisan. Nanti bedaknya luntur, loh,” candanya sambil tersenyum.
Advertisement
Ucapan itu sukses bikin Aluna tertawa kecil. Suasana jadi lebih ringan.
Galaxy kemudian mengajak Aluna pergi meninggalkan tempat itu. Mereka berdua naik skuter, dan di tengah perjalanan, Galaxy meneriakkan kalimat kocak, “Mie bangladeees!”
Aluna pun tertawa lepas. Wajahnya kembali ceria, senyuman manisnya kembali menghiasi wajahnya.
Sementara itu, di kontrakan Galaxy, Ibrahim—ayah Aluna—sedang makan sambil ngobrol santai dengan Galaxy. Di tengah obrolan, Ibrahim tiba-tiba berkata, “Aku cuma pengen punya satu menantu buat anakku, Aluna.”
Galaxy penasaran, “Siapa, Pak?”
Dengan tegas Ibrahim menjawab, “Ya kamu lah.”
Galaxy langsung tersenyum lebar. Ekspresi bahagianya gak bisa disembunyikan.
Aluna dan Asti Pergi
Tak lama kemudian, Aluna dan Asti pergi meninggalkan kontrakan. Ibrahim panik dan langsung mengejar Asti, mencoba menahannya agar gak pergi. Asti sudah masuk ke dalam mobil, dan Ibrahim berusaha memperingatkannya, “Jangan ke sana, kamu dijebak!” Tapi Asti tak merespons.
Galaxy yang ada di lokasi mencoba menenangkan Ibrahim. Tapi Ibrahim justru meminta Galaxy untuk mengejar Aluna dan Asti, dan membujuk mereka agar mau kembali.
Di tengah perjalanan, Galaxy teringat sesuatu—baru kemarin Aluna terlihat bahagia, penuh harapan kalau orang tuanya bisa bersatu lagi. Tapi sekarang, semuanya hancur berantakan gara-gara kelicikan Pak Omar.
Aluna menangis terus sepanjang jalan. Hatinya benar-benar hancur.