Liputan6.com, Jakarta - Rangkaian acara peringatan Hari Batik Nasional 2025 di Museum Batik Pekalongan jadi salah satu Top 3 Berita Hari Ini. Tidak tanggung-tanggung, museum di Jawa Tengah itu menggelar berbagai event selama 11 hari.
"Museum Batik Pekalongan dengan bangga mempersembahkan rangkaian acara untuk memperingati Hari Batik Nasional 2025," tulisnya di unggahan Instagram, Rabu, 24 September 2025. "Mulai dari talkshow, lomba membatik & nyolet, kolaborasi inklusif, kajian koleksi, hingga fashion show & live music. Semua bisa kamu nikmati di sini!"
Advertisement
Bahasan selanjutnya menyoroti sejumlah tas lokal cowok yang menarik untuk jadi incaran saat Harbolnas 10.10. Merek-merek ini tidak hanya menawarkan fungsionalitas, tapi juga desain yang kece.
Para desainer lokal berhasil memadukan material berkualitas, desain terkini, serta harga yang kompetitif. Dari tas tangan hingga ransel, setiap produk dirancang untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup urban yang dinamis. Perkembangan ini menunjukkan potensi besar produk lokal yang tidak hanya menyasar pasar perempuan.
Terakhir, topiknya membahas Menteri Lingkungan Hidup (MenLH) Hanif Faisol Nurofiq menanggapi temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) perihal produk cengkih dari Indonesia yang terindikasi tercemar radioaktif Cesium-137.
Ia menyatakan, jajarannya telah menurunkan tim ke lapangan untuk mengumpulkan informasi seputar dugaan pencemaran itu. Tim tersebut sudah dikerahkan ke lokasi perusahaan berada, yakni PT Natural Java Spice (NJS), yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur, mulai hari ini.
Berikut ringkasan Top 3 Berita Hari Ini:
Semarak Hari Batik Nasional 2025 di Museum Batik
"Jangan lewatkan juga kesempatan GRATIS tiket masuk museum & membatik bersama pada tanggal 2 Oktober!" seru Museum Batik Pekalongan. Rangkaian acara ini berlangsung pada 2─12 Oktober 2025, dengan agenda:
Temuan Cengkeh Terindikasi Tercemar Radioaktif Cesium-137, Tim Investigasi Dikirim ke Surabaya
FDA memblokir seluruh impor rempah dari PT NJS setelah hasil inspeksi mendeteksi kandungan Cesium-137. FDA menyatakan bahwa perusahaan itu telah mendatangkan sekitar 200 ribu kilogram cengkeh ke AS sepanjang 2025.