Liputan6.com, Jakarta - Di tengah kekacauan yang terus bergulir, hubungan Tian dan Hana justru tumbuh semakin erat. Keduanya saling menguatkan satu sama lain, meski Hana masih dihantui oleh ucapan pedas dari Misa yang menyindir kemungkinan dirinya tak bisa memiliki anak.
Sementara itu, Kinan tenggelam dalam kesepian dan amarah. Ia hanya bisa berharap agar Meli segera sadar dari kondisinya. Di sisi lain, Miranti yakin dirinya kini sah menjadi Nyonya Yuda, sementara Tian dan Hana mulai menyusun mimpi untuk membangun hidup baru bersama.
Advertisement
Situasi makin pelik saat Vano melamar Misa, walau cintanya ditolak mentah-mentah. Tak berhenti sampai di sana, Misa kembali berulah—kali ini mencelakai Hana di sebuah toko perabotan. Ulah itu memancing amarah besar Tian.
Tian Nyaris Bawa Mirsa ke Kantor Polisi
Di apartemen Yuda, Tian nyaris membawa Misa ke kantor polisi. Namun, kehadiran Vano memicu adu fisik sengit. Bahkan, Tian sempat mengurung Vano di bagasi mobil sebagai pelampiasan. Namun pada akhirnya, Tian melepaskan Misa, lantaran Raihana memintanya untuk menahan diri. Meski begitu, Misa tak tinggal diam. Ia menyimpan dendam dan kini menggandeng Ira untuk menghancurkan kebahagiaan Tian dan Hana.
Di tengah semua konflik itu, hubungan Tian dan Hana terus menghangat. Namun, ketenangan itu kembali terusik saat Hana nyaris celaka karena tertimpa besi di jembatan penyeberangan. Kejadian itu membuat Ira meledak emosi dan menyalahkan Tian atas semua penderitaan yang dialami Hana. Dalam kemarahannya, Ira bahkan menyinggung soal kerusakan rahim Hana—yang ia anggap sebagai akibat dari kelalaian Tian.