Cerita Kenzie Aqila, Atlet Cilik yang Bawa Pulang Perunggu dalam Peparpeda 2025

Bocah 12 tahun itu berlaga dalam cabang olahraga (cabor) tenis meja kategori kursi roda dan berhasil membawa pulang medali perunggu.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 02 Oktober 2025, 06:00 WIB
Cerita Kenzie Aqila, Atlet Cilik yang Bawa Pulang Perunggu dalam Peparpeda 2025. Foto: Dok. pribadi.

Liputan6.com, Jakarta Atlet cilik Kenzie Aqila Kadir membagikan pengalamannya mengikuti Pekan Paralympic Pelajar Daerah (Peparpeda) IV Jawa Barat (Jabar) 2025.

Bocah 12 tahun itu berlaga dalam cabang olahraga (cabor) tenis meja kategori kursi roda dan berhasil membawa pulang medali perunggu. Pada 2023, ia sempat meraih medali emas di ajang yang sama.

Anak laki-laki yang akrab disapa Ken bercerita, berbagai latihan telah ia lalui selama tiga minggu belakangan untuk unjuk gigi di ajang ini.

“Persiapannya selama sekitar tiga minggu, untuk latihannya satu minggu tiga kali. Intensif, makan disiplin, tidur jam 21.00, jaga stamina, latihan kecil-kecilan di rumah,” jelas bocah yang menyandang kondisi langka Spinal Muscular Artopy (SMA) atau pelemahan otot itu.

Setiap latihan, ia menghabiskan waktu sekitar 1,5 hingga 2,5 jam. Ini mencakup latihan bola banyak, sebuah teknik memukul bola secara terus-menerus. Ada pula latihan servis, back hand, power termasuk smash, chop, slice, dan cara meng-handle bola.

Ken juga berkisah bahwa tantangan terberat di pertandingan kali ini adalah dalam mengalahkan lawan.

“Tantangannya, saya belum terbiasa untuk melawan orang lain dengan permainan bola random,” ucapnya.

Mendapat medali perunggu menjadi pemacu Ken untuk tampil lebih baik lagi di ajang Peparpeda berikutnya.

“Pastinya Kenzie akan usahakan di Peparpeda ke-5 atau ke depannya akan lebih baik. Strateginya mencari kelemahan lawan dengan melihat cara mereka main.”

“Walaupun saya dapat perunggu di Peparpeda 2025, saya tetap semangat untuk mencapai emas di Peparpeda selanjutnya, saya harus tetap semangat dan rutin latihan,” tegasnya.

 

Dukungan Orangtua Ken

Kenzie Aqila Kadir bersama ayah dan ibu dalam Peparpeda 2025. Foto: dok. pribadi.

Ayah Ken, Zulhamka Julianto Kadir terus berharap agar putranya bisa terus berprestasi di dunia olahraga disabilitas.

“Dan semoga ini bisa menjadi jalan masa depannya di bidang olahraga. Selain bidang akademik semoga bisa membanggakan, tak hanya orangtua dan keluarga tapi juga kota (kelahirannya), provinsinya, dan bangsanya, Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Anto.

“Semoga Kenzie bisa menjadi atlet berprestasi bukan hanya untuk belajar saat ini, tapi bisa menjadi atlet berprestasi di kemudian hari ketika dia sudah tumbuh dewasa nantinya. Dan bisa bersaing secara sportif,” harap Anto yang juga merupakan pengguna kursi roda.

 

Awal Mula Jadi Atlet Tenis Meja

Cerita Kenzie Aqila (baju biru), Atlet Cilik yang Bawa Pulang Perunggu dalam Peparpeda 2025. Foto: Dok pribadi.

Kenzie pun bercerita soal awal mula dirinya berlatih tenis meja kursi roda. Menurutnya, cabang olahraga ini mulai ia tekuni sejak Desember 2022.

“Awalnya saya diajak oleh Papa saya dan katanya kalau Kenzie suka tenis meja dilanjutkan, kalau tidak, tidak apa-apa. Setelah Kenzie coba, Kenzie suka dengan olahraga tenis meja,” ujar Kenzie.

Bocah yang hobi main game ini juga mengatakan, awalnya ia tidak bisa berolahraga. Namun, setelah mengenal tenis meja kursi roda, ia pun menyukainya.

Sejak mengenal tenis meja, bocah kelahiran 15 Maret 2023 ini pun rutin berlatih bahkan hingga tiga kali dalam seminggu.

“Jadwal latihan pingpong Kenzie hari Senin, Kamis, Sabtu. Dua minggu sebelum pertandingan saya latihannya intensif tiga kali seminggu tapi kalau lagi sekolah diusahakan latihan satu hari. Hari Kamis atau enggak Sabtu.”

Setiap latihan, Kenzie dibimbing oleh pelatih yang biasa melatih atlet-atlet paralympic tenis meja di bawah binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung.

Atlet-atlet disabilitas tenis meja sendiri ada beberapa klasifikasi. Kenzie masuk dalam klasifikasi atlet tenis meja T5 kursi roda. Ada pula atlet tenis meja untuk Tuli, grahita, disabilitas netra dan lain-lain.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya