Ini 5 Tips Penanganan Ular Hijau yang Sering Masuk Kebun Agar Aman dan Nyaman

Kebun Anda sering didatangi ular hijau? Jangan panik! Simak 5 tips penanganan ular hijau yang sering masuk kebun ini untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi keluarga.

oleh Muhammad Farih FananiDiterbitkan 04 Oktober 2025, 11:00 WIB
Ular Hijau/Pucuk (Trimeresurus albolabris). Foto: Wikimedia

Liputan6.com, Jakarta Musim hujan seringkali membuat aktivitas ular meningkat, mendorong mereka mencari tempat berlindung yang kering dan hangat, tak jarang hingga masuk ke area kebun. Kehadiran ular, terutama ular hijau yang beberapa jenisnya bisa berbisa, tentu menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik rumah dan kebun.

Liputan6 akan membahas secara komprehensif lima tips praktis untuk penanganan ular hijau yang sering masuk kebun. Dengan memahami dan menerapkan tips-tips ini, Anda tidak hanya dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, tetapi juga memastikan kebun tetap produktif tanpa gangguan.

Mengetahui perilaku ular dan cara efektif mengusirnya menjadi sangat penting bagi setiap pemilik kebun. Informasi berikut dirangkum Liputan6, Sabtu (4/10/2025).

1. Menjaga Kebersihan dan Kerapian Kebun

Tips Kebun Sayur Belakang Rumah Bebas Ular

Langkah pertama dan paling fundamental dalam penanganan ular hijau yang sering masuk kebun adalah menjaga kebersihan serta kerapian area tersebut. Ular secara alami tertarik pada tempat yang rimbun, lembap, dan tersembunyi karena kondisi ini menyediakan perlindungan serta lokasi berburu yang ideal bagi mereka. Oleh karena itu, menghilangkan potensi tempat persembunyian menjadi sangat krusial.

Pastikan kebun Anda selalu bersih dari sampah, reruntuhan tumbuhan, tumpukan kayu, bebatuan, atau benda-benda lain yang bisa menjadi sarang bagi ular. Memangkas rumput dan semak secara teratur juga sangat penting untuk mengurangi daya tarik kebun bagi reptil ini. Lingkungan yang rapi dan terbuka akan membuat ular merasa tidak aman dan cenderung menjauh.

Selain itu, membersihkan area sekitar rumah dari tumpukan daun kering atau rumput yang tinggi dapat secara signifikan mengurangi habitat yang disukai ular. Dengan menjaga kebun tetap terawat, Anda menciptakan lingkungan yang kurang menarik bagi ular, sehingga mereka akan mencari tempat lain untuk berlindung dan berkembang biak.

2. Mengurangi Sumber Makanan Ular

Ular seringkali masuk ke kebun bukan tanpa alasan, melainkan karena mencari mangsa seperti tikus, katak, atau kadal yang berlimpah di sana. Oleh karena itu, strategi penanganan ular hijau yang efektif juga melibatkan pengurangan populasi hewan-hewan pengerat dan amfibi ini. Pengendalian hama yang tepat dapat membuat kebun Anda menjadi kurang menarik sebagai lokasi berburu bagi ular.

Memastikan tidak ada genangan air di kebun sangat penting, karena genangan air dapat menarik katak yang merupakan salah satu mangsa utama ular. Perbaiki kebocoran pipa dan keringkan area yang lembap. Selain itu, membuang sampah secara teratur dan menyimpan makanan dengan rapat dapat mencegah tikus datang, sehingga mengurangi daya tarik kebun bagi ular.

Mengontrol hama juga sangat krusial; simpan makanan dengan aman, tutup lubang di dinding atau lantai, dan pasang perangkap jika diperlukan untuk mengendalikan populasi tikus di sekitar rumah. Dengan menghilangkan sumber makanan utama, ular akan terpaksa mencari tempat lain untuk berburu, menjauhkan mereka dari kebun Anda.

3. Menggunakan Tanaman Pengusir Ular

Ilustrasi bawang putih. (Photo by Artem Beliaikin on Unsplash)

Beberapa jenis tanaman memiliki aroma atau sifat tertentu yang tidak disukai oleh ular, menjadikannya penangkal alami yang efektif. Menanam tanaman-tanaman ini di sekitar kebun dapat menjadi bagian dari tips penanganan ular hijau yang sering masuk kebun. Aroma menyengat dari tanaman-tanaman ini dapat mengganggu indra penciuman ular dan membuat mereka enggan mendekat.

Contoh tanaman yang dapat Anda tanam antara lain lidah mertua, serai wangi, bawang putih, dan pare. Tanaman-tanaman ini dikenal memiliki zat atau bau yang tidak disukai ular. Beberapa tukang kebun bahkan menggunakan pudina karena baunya yang kuat diyakini dapat mengusir ular dari area kebun.

Sebaliknya, hindari menanam tanaman beraroma manis seperti mawar atau melati di dekat area yang rentan, karena beberapa kepercayaan menyebutkan bahwa aroma semacam itu justru dapat menarik ular. Dengan penempatan tanaman yang strategis, Anda dapat menciptakan 'zona penyangga' alami yang menjauhkan ular dari kebun Anda.

4. Menggunakan Zat Berbau Menyengat

Ular memiliki indra penciuman yang sangat tajam, dan mereka sangat tidak menyukai bau-bauan menyengat tertentu. Memanfaatkan zat-zat ini bisa menjadi cara efektif dalam penanganan ular hijau yang sering masuk kebun. Bahan-bahan ini dapat diaplikasikan di area-area strategis untuk menciptakan penghalang bau yang tidak nyaman bagi ular.

Beberapa zat yang terbukti dapat mengusir ular meliputi belerang, minyak cengkeh, kayu manis, cuka, dan amonia. Anda bisa menuangkan bahan-bahan ini di sekitar batas kebun, di dekat tumpukan sampah, atau di area mana pun yang menunjukkan aktivitas ular. Bawang putih juga mengandung asam sulfonat yang sangat tidak disukai oleh ular.

Selain itu, asap juga efektif karena ular sensitif terhadapnya. Membuat lubang api kecil dan membiarkannya berasap selama beberapa hari di area yang dicurigai dapat mengusir ular secara bertahap. Namun, pastikan penggunaan zat-zat ini aman bagi lingkungan dan tidak membahayakan hewan peliharaan atau anak-anak.

5. Memanggil Profesional

Sanca Hijau (Sumber: Worldofbuzz)

Meskipun banyak ular hijau di Indonesia tidak berbisa tinggi atau hanya berbisa rendah, seperti ular pucuk (Ahaetulla prasina), ada juga jenis ular hijau yang sangat berbisa, contohnya viper hijau ekor merah (Trimeresurus albolabris). Gigitan ular berbisa tinggi dapat menyebabkan pembengkakan parah, kerusakan jaringan, bahkan mengancam jiwa. Oleh karena itu, keselamatan harus menjadi prioritas utama.

Jika Anda menemukan ular dan tidak yakin dengan jenisnya, atau jika ular tersebut menunjukkan perilaku agresif, sangat disarankan untuk tidak mencoba menanganinya sendiri. Upaya penangkapan yang tidak tepat dapat membahayakan diri Anda. Prioritaskan keselamatan dengan menjaga jarak aman dari ular tersebut.

Segera hubungi profesional pengendalian hama atau ahli ular, seperti petugas pemadam kebakaran atau lembaga perlindungan satwa setempat. Mereka memiliki peralatan dan pengetahuan yang tepat untuk penanganan yang aman dan profesional. Ingat, ular memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, sehingga penanganan yang tepat sangat diperlukan.

People Also Ask

1. Mengapa ular sering masuk kebun saat musim hujan?

Jawaban: Ular sering masuk kebun saat musim hujan karena mereka mencari tempat berlindung yang kering dan hangat dari genangan air, serta mengikuti mangsa yang juga mencari perlindungan.

2. Tanaman apa saja yang efektif mengusir ular?

Jawaban: Tanaman seperti lidah mertua, serai wangi, dan marigold diyakini efektif mengusir ular karena bau atau teksturnya yang tidak disukai.

3. Apakah kapur barus bisa mengusir ular?

Jawaban: Kapur barus belum terbukti secara ilmiah dapat mengusir ular dan justru bisa berbahaya bagi hewan peliharaan atau anak-anak jika tertelan.

4. Bagaimana cara mengidentifikasi keberadaan ular di kebun?

Jawaban: Tanda-tanda keberadaan ular bisa berupa kulit ular yang terkelupas, jejak pergerakan di tanah, atau penemuan sarang telur di area yang tersembunyi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya