Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan saham Selasa, (30/9/2025). IHSG sempat menyentuh zona merah di awal perdagangan tetapi langsung kembali melambung.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik menjadi 8.137,63 dari penutupan perdagangan saham sebelumnya di 8.123,24. Pada pukul 09.12 WIB, IHSG masih menghijau. IHSG naik 0,13% ke atau 8,10 poin ke posisi 8.137,92.
Advertisement
Pada awal sesi perdagangan, indeks LQ45 naik 0,15% ke posisi 803,98. Sebagian besar indeks saham acuan bergerak di zona hijau.
IHSG sempat berada di level tertinggi 8.150,34 dan level terendah 8.113,61. Sebanyak 236 saham menguat dan 249 saham melemah. Di luar itu, 177 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 352.406 kali dengan volume perdagangan 6,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.667.
Sektor saham bervariasi. Sektor industri dasar naik paling tinggi menyentuh 1,75% dan disusul sektor energi yang menguat 0,37%.
Sektor saham transportasi mengalami tekanan dan turun 0,23% disusul sektor keuangan yang melemah 0,20%.
Prediksi IHSG Hari Ini 30 September 2025
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat terbatas pada perdagangan saham Selasa, (30/9/2025).
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 0,3% dan disertai dengan aksi beli saham oleh investor asing senilai Rp 191 miliar pada Senin, 29 September 2025. Saham yang paling banyak dibeli asing antara lain BRMS, BREN, BBCA, MBMA dan ARCI.
“IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan terbatas hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG hari ini akan berada di level support 8.070-8.100 dan level resistance 8.160-8.200 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.
Sementara itu, analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar menuturkan, momentum positif IHSG masih kaut, tetapi aksi jenuh beli mengindikasikan konsolidasi.
Level Teknikal Penting
Ia mengatakan, level teknikal penting berada di level resistance pertama di 8.169 dan level resistance kedua di 8.212. Sedangkan level support pertama di 8.078 dan level support kedua di 8.029. “Dengan indikator jenuh beli, potensi pullback ke area support cukup besar sebelum kembali menguji resistance,” kata Tasrul.
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Multipolar Tbk (MLPL), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).