Mendagri Tito Karnavian Siapkan Rapat Seluruh Kepala Daerah, Bahas Kasus Keracunan MBG

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berencana mengumpulkan seluruh kepala daerah dan sekretaris daerah untuk membahas penuntasan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

oleh Nanda Perdana PutraDiterbitkan 28 September 2025, 17:00 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Posyandu Tahun 2025 di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, Senin (22/9/2025).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berencana mengumpulkan seluruh kepala daerah dan sekretaris daerah untuk membahas penuntasan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rapat koordinasi (rakor) tersebut digelar secara online pada Senin 29 September 2025.

"Besok kami dari Kemendagri akan zoom meeting dengan seluruh kepala daerah, kepala dinas kesehatan, kepala dinas pendidikan, sekda. Nanti juga akan dihadiri langsung Menkes dan juga akan memberikan arahan teknis kepada kepala dinas kesehatan," ujar Mendagri Tito Karnavian di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/9/2025).

Dalam rapat tersebut nantinya akan menegaskan wajibnya setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Tidak hanya kepala daerah, namun seluruh pihak yang terkait bakal turut serta dalam rakor.

"Juga ada dari BGN, Wakil BGN, terus juga Wamendikdasmen karena ada Kepala Dinas Pendidikan yang hadir. Tadi kan ada namanya UKS, Unit Kesehatan Sekolah, disamping itu juga ada Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi, dan itu juga akan melibatkan Dinas Kesehatan," jelas Mendagri Tito.

Sementara itu, Guru SDN Bintoro 5 Jember bernama Nur Fadli kesal karena seratusan paket makanan bergizi gratis (MBG) menu salad dan spageti untuk murid-murid di sana diduga sudah basi. Makanan tersebut akhirnya untuk pakan ayam.

"Ini tidak layak. Bukan cerdas lagi kalau dimakan, mabuk kalau dimakan orang-orang anak-anak kami di sekolah ini. Ini makanan sudah tidak layak," kata Nur Fadli, Minggu (28/09/2025).

Nur Fadli melontarkan protes kepada pengelola MBG. Dia meminta agar pihak-pihak terkait tidak main-main dengan kesehatan anak.

"Kenapa di sini mentang-mentang di pelosok, Makanannya ini makanan basi," tegasnya.

 

Menu Makanan Basi

makan bergizi gratis di jateng (Liputan6.com/istimewa)

Menu makanan yang basi berupa sayur-sayuran. Beruntung makanan tersebut belum sampai dibagikan kepada para siswa.

"Karena di sini guru-gurunya sudah tahu bahwa makanan itu baunya sudah menyengat. Jadi guru-guru tidak membenarkan untuk dimakan," ucap Nur Fadli.

Berdasaran informasi yang dihimpun, seratusan paket makanan itu diperuntukkan untuk para siswa yang ada di sana. Mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP.

"Ini satu paket. Jadi satu paket yang diantarkan itu berarti satu dapur," pungkas Nur Fadli.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana pada Sabtu, 27 September 2025 dalam rangka meminta laporan terkait perkembangan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dadan menyampaikan, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi hingga saat ini mencapai 9.615 unit.

"Capaian jumlah SPPG yang operasional telah mencapai 9.615 dan telah melayani kurang lebih 31 juta penerima manfaat," tutur Dadan dalam keterangannya, Minggu (28/9/2025).

 

Kepala BGN Sebut Kasus Keracunan MBG Banyak Terjadi di SPPG Baru

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Dadan juga mengulas jumlah kejadian luar biasa (KLB) yang terjadi sepanjang pelaksanaan program. Pada periode 6 Januari hingga 31 Juli 2025, terbentuk 2.391 SPPG dengan 24 kasus kejadian, sementara pada 1 Agustus hingga 27 September 2025 bertambah 7.244 SPPG dengan 47 kasus kejadian.

"Data menunjukkan bahwa kasus banyak dialami oleh SPPG yang baru beroperasi karena SDM masih membutuhkan jam terbang," terang dia.

Lebih lanjut, menurut Dadan, faktor yang turut memicu insiden keracunan ataupun lainnya disebabkan kualitas bahan baku, kondisi air, hingga pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto tiba di Indonesia, Sabtu 27 September 2025 usai melakukan kunjungan luar negeri selama tujuh hari.

Prabowo akan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan sejumlah pejabat untuk membahas kasus dugaan keracunan dalam program makan bergizi gratis (MBG).

Prabowo menyampaikan dirinya terus memantau kasus keracunan MBG yang dialami anak-anak, meski berada di luar negeri.

"Saya baru (pulang) dari luar negeri 7 hari. Saya monitor ada perkembangan itu, habis ini saya langsung akan panggil Kepala BGN dengan berapa pejabat, kita akan diskusikan," kata Prabowo kepada wartawan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Sabtu 27 September 2025.

 

Kata Prabowo

Presiden Prabowo Subianto saat tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Sabtu (27/9/2025), usai menyelesaikan kunjungan luar negeri. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden).

Prabowo menekankan kasus keracunan dalam program MBG merupakan masalah besar. Dia meyakini kekurangan dalam program MBG dapat terselesaikan dengan baik.

"Ini masalah besar, jadi pasti ada kekurangan dari awal tapi saya juga yakin bahwa kita akan selesaikan dengan baik," ujarnya.

Namun, dia mengingatkan jangan sampai kasus keracunan MBG dipolitisasi. Prabowo menyampaikan bahwa tujuan program MBG untuk memberikan makan kepada anak-anak Indonesia yang kesulitan mendapat makanan bergizi.

"Harus waspada jangan sampai ini dipolitisasi. Tujuan makan bergizi adalah untuk anak-anak kita, yang sering sulit makan, mungkin kita kita ini makan lumayan, mereka itu makan hanya nasi pakai garam," tutur Prabowo.

"Ini yang harus kita atasi, untuk memberi makan juta pasti ada hambatan rintangan, ini kita atasi," jelas Prabowo.

Infografis Uji Coba dan Daerah Prioritas Program Makan Bergizi Gratis. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya