Spotify Hapus 75 Juta Lagu Spam, Nyatakan Perang Lawan Konten AI

Spotify mengumumkan telah menghapus lebih dari 75 juta lagu spam dalam setahun terakhir. Layanan streaming ini juga akan meluncurkan filter spam baru dan aturan ketat untuk melawan konten AI dan peniruan suara artis.

oleh Anka Fergy AgustianDiterbitkan 29 September 2025, 12:30 WIB
Ilustrasi Spotify. Kredit: StockSnap via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Spotify baru saja mengumumkan kabar mengejutkan dengan membersihkan platform-nya dari lebih 75 juta lagu yang dianggap sebagai spam dalam setahun terakhir.

Tindakan yang dilakukan raksasa streaming ini bertujuan untuk menjaga kualitas musik dan melindungi para musisi asli dari serbuan konten AI berkualitas rendah yang semakin banyak bermunculan.

Menurut Spotify, masalah ini makin parah karena maraknya alat musik berbasis kecerdasan buatan (AI).

Teknologi ini dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk membuat lagu secara massal, bahkan meniru gaya artis terkenal demi mencuri royalti secara curang.

Dalam unggahan blog resminya, seperti dikutip dari Android Police, Senin (29/9/2025), Spotify menjelaskan pembersihan besar-besaran ini adalah bagian dari strategi yang lebih luas.

Fokus utamanya adalah melawan gelombang lagu spam buatan AI generatif serta praktik peniruan identitas yang berpotensi merusak ekosistem musik digital.

Filter Spam Baru dan Aturan Kloning Suara

Ilustrasi Penggunaan Aplikasi Spotify (Photo by Ivan Samkov on Pexels)

Spotify juga menyiapkan filter spam baru yang nantinya akan bekerja secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mengenali berbagai pola penyalahgunaan.

Contohnya, seperti unggahan lagu dalam jumlah besar sekaligus, duplikasi lagu yang sama, judul lagu yang dipenuhi kata kunci SEO, hingga skema lain yang sengaja dibuat untuk memanipulasi pembayaran royalti.

Di tahap awal, filter ini akan dijalankan dengan hati-hati agar tidak sampai menghapus karya musisi independen yang memang asli.

Namun seiring waktu, sistemnya akan terus diperbarui agar bisa menyesuaikan dengan trik-trik baru yang digunakan para pelaku spam.

Bukan hanya itu, Spotify juga memperketat aturan soal peniruan identitas. Perusahaan secara jelas melarang penggunaan teknologi kloning suara AI untuk meniru artis tanpa izin.

Mereka juga berjanji mempercepat proses penyelesaian kasus ketika sebuah lagu keliru atau salah dipetakan ke profil artis tertentu.

Standar Pengungkapan Penggunaan AI

Spotify mengumumkan akan memisahkan tombol Play dan Shuffle untuk para pelanggan Premium. (Dok: Spotify).

Spotify juga mengambil langkah lain dengan menggandeng mitra industri untuk membuat standar baru soal transparansi penggunaan AI.

Standar baru ini membuat para musisi bisa secara sukarela menambahkan keterangan atau kredit tentang bagaimana mereka memanfaatkan AI dalam proses pembuatan sebuah lagu.

Yang perlu digarisbawahi, pemberian keterangan ini tidak akan membuat karya mereka terkena penalti, baik dalam hasil pencarian ataupun di sistem rekomendasi.

Tujuan utama dari aturan ini adalah untuk menciptakan keterbukaan, tanpa merugikan para kreator yang menggunakan AI secara etis dan kreatif dalam berkarya.

Menjaga Kepercayaan dan Ekosistem Musik

Ilustrasi aplikasi spotify. (Photo by Sara Kurfeß on Unsplash)

Langkah tegas yang diambil Spotify ini bukan semata-mata soal membersihkan platform dari konten spam, tapi untuk menjaga kepercayaan pendengar dan para musisi.

Dengan total pembayaran royalti yang mencapai lebih dari USD 10 miliar setiap tahun, Spotify tentu tidak bisa membiarkan pelaku spam merusak pengalaman pengguna atau menggerogoti hak para artis.

Penghapusan 75 juta lagu menjadi tekad kuat bahwa Spotify benar-benar serius menghadapi banjir konten AI berkualitas rendah sebelum masalah ini semakin merusak ekosistem musik digital.

Jika 75 juta lagu sudah dihapus, jelas Spotify siap menggunakan 'palu besar'.

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya