Pengakuan Mikha Tambayong Pernah Tak Menikmati Akting, Kini Jatuh Cinta Setelah Learning by Doing

Berakting sejak 2008, kini Mikha Tambayong siap rilis film Dilanjutkan Salah Disudahi Perih. Berkarier 17 tahun lamanya, ia ngaku awalnya tak menikmati akting.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 27 September 2025, 07:00 WIB
Berakting sejak 2008, kini Mikha Tambayong siap rilis film Dilanjutkan Salah Disudahi Perih. Berkarier 17 tahun lamanya, ia ngaku awalnya tak menikmati akting. (Foto: Adrian Putra Utama)

Liputan6.com, Jakarta Berakting sejak 2008 dan telah membintangi 18 film, kini Mikha Tambayong bersiap dengan judul baru Dilanjutkan Salah Disudahi Perih karya sineas peraih Piala Citra, Benni Setiawan. Dalam film ke-19, ia beradu akting dengan Kevin Ardilova.

Mikha Tambayong kini tiba di fase jatuh cinta pada dunia akting. Untuk menyimpulkan akting sebagai panggilan jiwa rupanya ia melewati proses panjang. Bintang sinetron Nada Cinta itu mengaku pernah tak menikmati akting sama sekali.

“Ada masanya enggak. Ada banget. Awal-awal aku enggak menikmati sama sekali karena dunia kerja baru. Biasanya aku di musik, kan? Musik kan aku belajar, tahu teorinya. Akting itu aku enggak ada basic sama sekali,” kata Mikha Tambayong.

Kali pertama di lokasi syuting, ia belajar autodidak tentang reading, mendalami peran, blocking hingga aksi reaksi dengan lawan main. Pemahaman Mikha Tambayong soal akting didapat dari proses learning by doing.


Awalnya Tak Mengerti

Mikha Tambayong mengenang serunya syuting film Dilanjutkan Salah Disudahi Perih. Dari hari pertama sampai akhir, ia syuting di Bandung dan sekitarnya.

Dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat, baru-baru ini, Nyonya Deva Mahenra terang-terangan mengaku di awal berakting, tak tahu apa yang harus dilakukan.

“Enggak mengerti apalah ini dunia akting akhirnya learning by doing. Awal-awal aku merasa ini dunia baru banget. Aku enggak tahu apa yang harus dilakukan. Ini enggak familier. Tidak ada orang di sekeliling aku yang bisa kasih tahu aku,” ujar Mikha Tambayong.

 


Beruntungnya Mikha...

Mikha Tambayong dan Kevin Ardilova. (Foto: Adrian Putra Utama)

“Maksudnya, orang tua aku juga bukan aktor. Jadi enggak ada yang bisa kasih aku input. Beruntungnya aku selalu dipertemukan dengan orang-orang yang berkompeten, mereka juga enggak pelit ilmu. Jadi aku bisa belajar dari orang tersebut,” akunya.

Belajar dari para senior dan rekan sejawat mengasah kemampuan Mikha Tambayong di dunia seni peran. Setiap dapat peran baru, ia belajar hal baru. Termasuk ketika dipercaya sebagai Alfa dalam film Dilanjutkan Salah Disudahi Perih.

 


Lama-Lama Aku Mencintai

Mikha Tambayong.

Sejak reading, Mikha Tambayong belajar dari sineas Benni Setiawan, Tissa Biani, Ibrahim Risyad, Dewi Gita, Tike Priatnakusumah, Yeyen Lidya hingga aktris peraih 2 Piala Citra, Cut Mini. Benar kata ujaran klasik: cinta datang karena telah terbiasa.

Menikmati proses belajar tahun demi tahun, Mikha Tambayong makin jatuh cinta pada dunia seni peran. “Lama-lama aku mencintai juga dunia akting. Kepincut juga. Akhirnya seni (peran) jadi panggilan jiwa,” Mikha Tambayong menyimpulkan.

Jumlah produksi film Indonesia, berapa banyak? (Liputan6.com/Trie yas)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya