Ruben Amorim dan Manchester United: Statistik Sudah Tunjukkan Perubahan, tapi Masalah Finishing Masih Ada

Ruben Amorim bawa United cetak statistik terbaik Premier League dengan 15,8 tembakan per laga, tapi konversi cuma 4%. Apakah ini progres nyata atau sekadar angka?

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 25 September 2025, 21:30 WIB
Ekspresi Ruben Amorim usai laga Manchester City vs Manchester United pada pekan ke-4 Premier League 2025/2026 - AP Photo/Dave Thompson

Liputan6.com, Jakarta Kedatangan Ruben Amorim di Old Trafford menandai era baru bagi Manchester United. Meski start musim ini belum sepenuhnya meyakinkan, manajemen klub tetap menegaskan komitmen terhadap proyek jangka panjang.

Sir Jim Ratcliffe bahkan turun langsung menemui Amorim untuk menunjukkan dukungan, kendati sorotan publik semakin intens. Amorim sendiri menegaskan bahwa pertemuan tersebut bersifat normal.

Namun, ada aspek menarik yang mencuat: penekanan pada data dan metrik performa. Sang pelatih beberapa kali menyebut statistik sebagai fondasi evaluasi timnya, mulai dari jumlah tembakan hingga expected goals (xG).

Dengan lima pertandingan telah berlalu, muncul perdebatan: apakah data yang terlihat menjanjikan benar-benar mencerminkan kemajuan United, ataukah hanya ilusi dari sampel kecil yang dapat menyesatkan?


Statistik Serangan: Produktif Namun Kurang Efektif

Bryan Mbeumo (kanan) dari Manchester United merayakan bersama Bruno Fernandes setelah mencetak gol kedua timnya dalam pertandingan Premier League antara Manchester United dan Burnley di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu, 30 Agustus 2025. (AP Photo/Ian Hodgson)

Manchester United mencatat 15,8 tembakan dan 1,9 xG per pertandingan, angka tertinggi di Premier League sejauh ini. Meskipun sebagian dipengaruhi dua penalti Bruno Fernandes, tanpa penalti sekalipun United tetap berada di posisi kedua di bawah Manchester City.

Kehadiran lini depan yang lebih bertenaga dan fisikal membuat United kerap menekan pertahanan lawan. Statistik sentuhan di kotak penalti dan umpan progresif juga mengalami peningkatan, menandakan pola serangan yang lebih agresif.

Amorim menilai timnya bermain dengan baik hingga memasuki area kotak penalti, hanya saja penyelesaian akhir masih menjadi kendala. Hal ini terbukti dari konversi tembakan yang baru mencapai 4 persen, salah satu yang terendah di liga.

United juga tercatat underperforming dalam xG sebesar -1,1, menandakan peluang yang seharusnya berubah menjadi gol belum dapat dimaksimalkan dengan optimal.


Lini Pertahanan: Lebih Kokoh Namun Masih Rapuh

Martin Zubimendi dari Arsenal, kanan, menantang Benjamin Sesko dari Manchester United dalam pertandingan Premier League antara Manchester United dan Arsenal di Stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Minggu, 17 Agustus 2025. (Foto AP/Dave Thompson)

Dari segi kuantitas, United hanya kebobolan 46 tembakan, catatan kelima terbaik di liga. Angka tersebut kontras dengan era sebelumnya ketika mereka membiarkan Brentford menembak lebih dari 30 kali dalam satu laga.

Amorim berhasil memperketat barisan belakang, meskipun masih terdapat celah yang signifikan. Rata-rata xG per tembakan lawan mencapai 0,16, tertinggi di liga.

Artinya, meski jumlah peluang lawan relatif sedikit, kualitasnya sangat berbahaya. Gol Riccardo Calafiori untuk Arsenal dan peluang emas Erling Haaland di derby menjadi bukti nyata bagaimana satu momen dapat mengubah narasi data.

Lanjut Baca:

Sejauh ini, United sudah kebobolan 7,3 xG, catatan keenam terburuk di liga. Namun sebagian besar angka tersebut dipengaruhi dua peluang besar tadi, yang secara statistik mendistorsi keseluruhan data pertahanan mereka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya