Liputan6.com, Jakarta - PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) akan mengalihkan saham treasuri atau saham hasil pembelian kembali sebesar 24.100.000 saham.
Wismilak Inti Makmur akan melepas 24,10 juta saham treasuri dengan metode penjualan di bursa efek pada 6 Oktober 2025-5 Oktober 2026. Perseroan telah menunjuk MNC Sekuritas untuk melepas saham treasuri tersebut. Adapun harga minimal penjualan saham treasuri sebesar Rp 592 per saham.
Advertisement
Harga pengalihan saham treasuri ini mengacu kepada Pasal 23 ayat (2) huruf c angka (1) POJK Nomor 29/2023, harga pengalihan saham tidak lebih rendah dari harga penutupan perdagangan harian di bursa efek, satu hari sebelum tanggal penjualan saham atau harga rata-rata dari harga penutupan perdagangan harian di bursa efek selama 90 hari sebelum tanggal penjualan saham oleh perusahaan terbuka dengan diskon paling banyak 7,5% dan lebih tinggi.
Sebelumnya, Perseroan telah melakukan buyback saham pada 1 Agustus 2022-31 Oktober 2022 sejumlah 27.900.saham WIIM sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 2/POJK.04/2013.
Pada 30 Oktober-6 Desember 2023, Perseroan telah mengalihkan sebagian saham treasuri tersebut sebanyak 3.799.600 saham, sehingga jumlah Saham Treasuri yang tersisa saat ini adalah 24.100.400 saham.
Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 24 September 2025, harga saham WIIM naik 6,8% ke posisi Rp 1.335 per saham. Harga saham WIIM dibuka stagnan di posisi Rp 1.250 per saham. Saham WIIM berada di level tertinggi Rp 1.380 dan terendah Rp 1.250 per saham. Total frekuensi perdagangan 7.843 kali dengan volume perdagangan 392.936 saham. Nilai transaksi Rp 52,5 miliar.
Penutupan IHSG 25 September 2025
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada penutupan perdagangan saham Kamis, (25/9/2025).Koreksi IHSG terjadi di tengah transaksi harian saham mencapai Rp 26,2 triliun.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup tersungkur 1,06% ke posisi 8.040,66. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,62% ke posisi 795,69. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG masih cenderung berada pada fase uptrendnya, meski dalam jangka pendek akan ada koreksi minor.
Untuk sentimen IHSG, ia menilai, hal itu berkaitan dengan pergerakan nilai tukar rupiah yang cenderung melemah terhadap dolar Amerika Serikat. “Kami perkirakan terjadinya outflow pada bond dengan adanya risiko defisit fiskal yang naik,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com.
Sentimen IHSG Lainnya
Herditya mengatakan, ada aliran dana yang keluar dari pasar saham. Hal ini seiring secara global terjadi tekanan ketidakpastian akan ada lanjutan pemangkasan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) di mana meningkatkan yield USD treasury dan menekan indeks.
Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.146,09 dan terendah 8.022,97. Sebanyak 434 saham melemah sehingga bebani IHSG. 242 saham menguat dan 123 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 2.696.999 kali dengan volume perdagangan saham 53,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 26,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.735.
Sektor Saham
Dari 11 sektor saham, hanya tiga sektor saham yang menghijau. Sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 1,75%, dan catat penguatan terbesar. Disusul sektor saham properti menguat 1,56% dan sektor saham kesehatan menanjak 0,60%.
Di sisi lain, sektor saham basic melemah 3,03%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham transportasi melemah 2,63%, dan sektor saham industri susut 1,67%.
Selain itu, sektor saham energi melemah 0,45%, sektor saham consumer siklikal susut 0,05%, sektor saham keuangan merosot 0,28%, dan sektor saham teknologi terpangkas 0,39%.