Presiden LaLiga Ungkap Alasan Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2025

Presiden LaLiga, Javier Tebas, mengungkapkan bahwa usia muda menjadi alasan utama Lamine Yamal gagal meraih Ballon d'Or 2025, meski performanya sangat gemilang.

oleh ThomasDiterbitkan 25 September 2025, 22:00 WIB
Pemain Barcelona, Lamine Yamal merayakan kemenangan setelah timnya mengalahkan Real Madrid dalam laga final Copa Del Rey di La Cartuja stadium, Sevilla, Spanyol. (AP Photo/Joan Monfort)

Liputan6.com, Jakarta- Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, harus puas menempati posisi kedua dalam perebutan penghargaan Ballon d'Or 2025. Kegagalan ini memicu berbagai spekulasi, namun Presiden LaLiga, Javier Tebas, memiliki pandangan tegas mengenai penyebabnya. Menurut Tebas, usia Lamine Yamal yang masih sangat muda menjadi faktor krusial yang menghalangi sang pemain meraih trofi bergengsi tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Tebas setelah pengumuman pemenang Ballon d'Or 2025 yang menobatkan Ousmane Dembele dari Paris Saint-Germain (PSG) sebagai peraihnya. Yamal, yang baru berusia 18 tahun, menunjukkan performa luar biasa sepanjang musim, namun harus mengakui keunggulan Dembele dalam voting akhir.

Meskipun demikian, Yamal tidak pulang dengan tangan kosong, ia berhasil meraih Kopa Trophy untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

Situasi ini menimbulkan perdebatan di kalangan pecinta sepak bola, terutama mengenai kriteria penilaian Ballon d'Or. Tebas meyakini bahwa jika Yamal berusia di atas 23 tahun, ia pasti akan memenangkan penghargaan tersebut, menunjukkan adanya bias usia dalam pemberian gelar pemain terbaik dunia.


Pandangan Presiden La Liga soal Kegagalan Lamine Yamal

Selebrasi Lamine Yamal dalam laga pramusim FC Seoul vs Barcelona, Kamis (31/7/2025). (AP Photo/Ahn Young-joon)

Javier Tebas secara gamblang menyatakan keyakinannya bahwa usia Lamine Yamal menjadi satu-satunya penghalang bagi bintang muda Barcelona tersebut untuk meraih Ballon d'Or 2025. Tebas berujar, "Jika usianya lebih dari 23 tahun, dia pasti juga akan memenangkannya, saya yakin, tetapi karena dia lebih muda, mereka memberinya yang lain [Kopa Trophy]."

Pernyataan ini mengindikasikan adanya persepsi bahwa pemain muda, meskipun berprestasi luar biasa, masih dianggap belum "waktunya" untuk memenangkan penghargaan sebesar Ballon d'Or.

Komentar Presiden LaLiga ini menyoroti bagaimana usia dapat memengaruhi pandangan juri terhadap potensi dan pencapaian seorang pemain. Meskipun Yamal telah menunjukkan kematangan dan konsistensi yang luar biasa untuk usianya, faktor pengalaman dan kematangan dianggap masih menjadi pertimbangan utama. Tebas juga menambahkan bahwa ia yakin Lamine Yamal akan memenangkan Ballon d'Or di masa depan jika ia terus mempertahankan level permainannya yang impresif.

Lanjut Baca:

Dukungan penuh juga datang dari manajer Barcelona, Hansi Flick, yang meyakini bahwa kegagalan meraih Ballon d'Or akan memacu Yamal untuk menjadi lebih baik lagi. Flick berpesan agar Yamal tidak patah semangat dan terus berjuang untuk mencapai potensi maksimalnya. Hal ini menunjukkan bahwa di internal klub, mereka melihat kegagalan ini sebagai bensin yang disiram ke api karier sang bintang muda.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya