Istirahat Saja Tak Cukup, Begini Cara Mengatasi Darah Rendah

Ada berbagai faktor yang perlu diperhatikan, mulai dari asupan makanan, pola hidup sehat, hingga pemeriksaan medis sesuai penyebabnya.

oleh Rizka Nur Laily MuallifaDiterbitkan 25 September 2025, 18:03 WIB
Ilustrasi Ciri-Ciri Darah Rendah Credit: pexels.com/pixabay

Liputan6.com, Jakarta Tekanan darah rendah atau hipotensi sering dianggap sepele karena gejalanya mirip dengan rasa lelah biasa, seperti pusing, lemah, dan cepat lelah. Banyak orang mengatasinya hanya dengan beristirahat, padahal cara ini tidak selalu efektif. Jika dibiarkan, darah rendah bisa memengaruhi fungsi organ penting karena aliran darah ke otak dan jantung tidak optimal. Oleh sebab itu, memahami cara mengatasi darah rendah dengan tepat menjadi langkah penting agar kondisi tidak semakin memburuk.

Istirahat memang membantu tubuh pulih, tetapi bukan solusi utama untuk mengatasi hipotensi. Ada berbagai faktor yang perlu diperhatikan, mulai dari asupan makanan, pola hidup sehat, hingga pemeriksaan medis sesuai penyebabnya. Artikel ini akan membahas cara mengatasi darah rendah secara menyeluruh dan alasan mengapa istirahat saja tidak cukup untuk memulihkan kondisi tubuh.

Definisi Darah Rendah

Darah rendah, atau dalam istilah medis disebut hipotensi, adalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah batas normal, yaitu kurang dari 90/60 mmHg. Angka 90 menunjukkan tekanan sistolik (saat jantung berkontraksi), sedangkan angka 60 menunjukkan tekanan diastolik (saat jantung beristirahat).

Mengutip situs resmi Rumah Sakit Mitra Keluarga, hipotensi dapat muncul sebagai kondisi tersendiri maupun sebagai gejala dari penyakit lain. Meski kadang tidak berbahaya, tekanan darah yang terlalu rendah bisa mengurangi aliran darah ke otak dan organ vital sehingga menimbulkan gejala seperti pusing, lemas, atau bahkan pingsan.

Tekanan darah terdiri dari dua angka:

  • Sistolik (angka atas): menunjukkan tekanan dalam pembuluh darah saat jantung berdetak
  • Diastolik (angka bawah): menunjukkan tekanan dalam pembuluh darah saat jantung beristirahat di antara detak

 

Penyebab Darah Rendah

Ilustrasi Air Putih/copyright Unsplash/engin akyurt

Memahami penyebab darah rendah sangat penting untuk menentukan cara menyembuhkan darah rendah yang tepat. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan hipotensi:

1. Dehidrasi

Kekurangan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan penurunan volume darah, yang pada gilirannya menurunkan tekanan darah. Dehidrasi bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti:

  • Kurang minum air
  • Kehilangan cairan berlebih akibat diare atau muntah
  • Berkeringat berlebihan, misalnya saat olahraga intensif atau berada di lingkungan yang sangat panas
  • Konsumsi minuman beralkohol berlebihan

2. Gangguan Jantung

Beberapa kondisi jantung dapat menyebabkan tekanan darah rendah, termasuk:

  • Bradikardi (detak jantung yang sangat lambat)
  • Masalah katup jantung
  • Serangan jantung
  • Gagal jantung

3. Gangguan Endokrin

Ketidakseimbangan hormon dalam tubuh dapat mempengaruhi tekanan darah. Beberapa kondisi endokrin yang dapat menyebabkan darah rendah meliputi:

  • Hipotiroidisme (fungsi tiroid yang rendah)
  • Diabetes
  • Penyakit Addison (insufisiensi adrenal)

4. Kehamilan

Selama kehamilan, sistem peredaran darah wanita mengalami perubahan signifikan. Pembuluh darah cenderung melebar, yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah, terutama pada trimester pertama dan kedua.

5. Efek Samping Obat

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan penurunan tekanan darah sebagai efek samping. Obat-obatan tersebut termasuk:

  • Diuretik (obat pelancar air)
  • Beta-blocker
  • Beberapa jenis antidepresan
  • Obat untuk disfungsi ereksi, terutama jika dikombinasikan dengan nitrat

6. Kehilangan Darah

Kehilangan darah dalam jumlah besar, baik karena cedera, operasi, atau pendarahan internal, dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang signifikan.

7. Infeksi Parah (Sepsis)

Infeksi yang menyebar ke aliran darah (sepsis) dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang drastis dan berpotensi mengancam jiwa.

8. Reaksi Alergi Parah (Anafilaksis)

Reaksi alergi yang parah dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang tiba-tiba dan berbahaya.

9. Kekurangan Nutrisi

Kekurangan beberapa nutrisi penting, seperti vitamin B12 dan asam folat, dapat menyebabkan anemia, yang pada gilirannya dapat menurunkan tekanan darah.

10. Faktor Genetik

Beberapa orang mungkin memiliki kecenderungan genetik untuk memiliki tekanan darah yang lebih rendah.

Memahami penyebab darah rendah yang spesifik pada setiap individu sangat penting untuk menentukan cara menyembuhkan darah rendah yang paling efektif. Dalam beberapa kasus, mengatasi penyebab yang mendasari dapat membantu menormalkan tekanan darah tanpa perlu intervensi lebih lanjut.

Gejala Darah Rendah

 

1. Pusing dan Kepala Terasa Ringan

Salah satu gejala paling umum dari darah rendah adalah perasaan pusing atau kepala terasa ringan. Ini terjadi karena otak tidak mendapatkan cukup suplai darah. Gejala ini sering muncul saat seseorang berdiri terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring.

2. Penglihatan Kabur

Kurangnya aliran darah ke mata dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur atau berkunang-kunang. Ini sering terjadi bersamaan dengan pusing.

3. Kelelahan dan Kelemahan

Darah rendah dapat menyebabkan kelelahan yang berlebihan dan perasaan lemah secara umum. Ini terjadi karena organ-organ tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi akibat aliran darah yang tidak optimal.

4. Mual

Beberapa orang dengan darah rendah mungkin mengalami mual, terutama saat berdiri atau duduk untuk waktu yang lama.

5. Kulit Pucat dan Dingin

Karena aliran darah yang berkurang, kulit mungkin terlihat lebih pucat dari biasanya dan terasa dingin saat disentuh.

6. Detak Jantung Cepat atau Tidak Teratur

Jantung mungkin berdetak lebih cepat atau tidak teratur sebagai upaya untuk mengkompensasi tekanan darah yang rendah.

7. Konsentrasi Menurun

Kurangnya aliran darah ke otak dapat menyebabkan kesulitan berkonsentrasi atau berpikir jernih.

8. Pingsan atau Hampir Pingsan

Dalam kasus yang lebih parah, darah rendah dapat menyebabkan seseorang pingsan atau merasa seperti akan pingsan.

9. Dehidrasi

Tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, kulit kering, dan urin yang berwarna gelap juga bisa menjadi gejala darah rendah.

10. Napas Pendek

Beberapa orang mungkin mengalami napas pendek atau kesulitan bernapas karena jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Penting untuk dicatat bahwa gejala-gejala ini bisa mirip dengan kondisi kesehatan lainnya. Jika Anda mengalami gejala-gejala ini secara persisten atau parah, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah gejala-gejala tersebut disebabkan oleh darah rendah atau kondisi lainnya, dan merekomendasikan cara menyembuhkan darah rendah yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Diagnosis Darah Rendah

Ilustrasi tes tekanan darah (Foto: freepik)

 

1. Anamnesis (Riwayat Medis)

Dokter akan menanyakan tentang gejala yang Anda alami, riwayat kesehatan Anda dan keluarga, serta obat-obatan yang sedang Anda konsumsi. Informasi ini penting untuk memahami konteks dan kemungkinan penyebab darah rendah.

2. Pemeriksaan Fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, termasuk:

  • Mengukur tekanan darah dalam posisi berbaring, duduk, dan berdiri
  • Memeriksa detak jantung
  • Mendengarkan detak jantung dan paru-paru dengan stetoskop
  • Memeriksa tanda-tanda dehidrasi atau masalah sirkulasi

3. Pengukuran Tekanan Darah

Pengukuran tekanan darah adalah tes utama untuk mendiagnosis darah rendah. Tekanan darah akan diukur beberapa kali dalam posisi berbeda untuk memastikan akurasi hasil.

4. Tes Darah

Berbagai tes darah mungkin dilakukan untuk memeriksa:

  • Jumlah sel darah (untuk mendeteksi anemia)
  • Kadar elektrolit
  • Fungsi ginjal dan hati
  • Kadar hormon tiroid
  • Kadar vitamin B12 dan asam folat

5. Elektrokardiogram (EKG)

EKG digunakan untuk memeriksa aktivitas listrik jantung dan dapat membantu mendeteksi masalah jantung yang mungkin menyebabkan darah rendah.

6. Ekokardiogram

Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk mencitrakan jantung dan dapat membantu mendeteksi masalah struktural atau fungsional jantung.

7. Tes Tilt Table

Tes ini dilakukan untuk mengevaluasi bagaimana tubuh Anda bereaksi terhadap perubahan posisi. Anda akan diikat ke meja yang dapat dimiringkan dari posisi berbaring ke posisi berdiri, sementara tekanan darah dan detak jantung Anda dipantau.

8. Pemeriksaan Radiologi

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan radiologi seperti CT scan atau MRI untuk memeriksa kemungkinan masalah di otak atau sistem saraf yang dapat mempengaruhi tekanan darah.

9. Pemantauan Tekanan Darah Ambulatori

Alat ini memungkinkan pemantauan tekanan darah Anda selama 24 jam atau lebih dalam aktivitas sehari-hari Anda.

10. Tes Stres

Tes ini dilakukan untuk melihat bagaimana jantung Anda bekerja saat Anda berolahraga dan dapat membantu mendeteksi masalah jantung yang mungkin menyebabkan darah rendah.

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan ini, dokter akan dapat menentukan apakah Anda memang mengalami darah rendah dan apa penyebabnya. Diagnosis yang akurat sangat penting untuk menentukan cara menyembuhkan darah rendah yang paling efektif untuk kondisi Anda.

Pengobatan Darah Rendah

1. Perubahan Gaya Hidup

Untuk kasus darah rendah yang ringan, perubahan gaya hidup seringkali menjadi langkah pertama dalam pengobatan:

  • Meningkatkan asupan cairan untuk mencegah dehidrasi
  • Mengonsumsi makanan yang kaya akan garam (dengan persetujuan dokter)
  • Menghindari alkohol dan merokok
  • Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan sirkulasi darah
  • Bangun secara perlahan dari posisi berbaring atau duduk
  • Menghindari berdiri terlalu lama

2. Pengobatan Penyebab yang Mendasari

Jika darah rendah disebabkan oleh kondisi medis tertentu, pengobatan akan difokuskan pada mengatasi kondisi tersebut. Misalnya:

  • Pengobatan untuk gangguan jantung
  • Penanganan diabetes atau gangguan endokrin lainnya
  • Pengobatan untuk anemia

3. Penyesuaian Obat-obatan

Jika darah rendah disebabkan oleh efek samping obat, dokter mungkin akan:

  • Mengurangi dosis obat
  • Mengganti dengan obat alternatif
  • Menghentikan penggunaan obat tersebut (jika memungkinkan)

4. Terapi Farmakologis

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat-obatan untuk meningkatkan tekanan darah:

  • Fludrocortisone: untuk meningkatkan volume darah
  • Midodrine: untuk menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah

5. Penggunaan Stoking Kompresi

Stoking kompresi dapat membantu mencegah penumpukan darah di kaki dan meningkatkan aliran balik vena ke jantung.

6. Suplementasi

Dalam kasus kekurangan nutrisi tertentu, dokter mungkin merekomendasikan suplemen seperti:

  • Vitamin B12
  • Asam folat
  • Zat besi (untuk anemia)

7. Terapi Cairan Intravena

Untuk kasus darah rendah yang parah atau akut, pemberian cairan intravena mungkin diperlukan untuk meningkatkan volume darah dengan cepat.

8. Pacemaker

Jika darah rendah disebabkan oleh bradikardi (detak jantung yang terlalu lambat), pemasangan pacemaker mungkin direkomendasikan.

9. Penanganan Darurat

Dalam kasus darah rendah yang mengancam jiwa, seperti syok anafilaktik, penanganan darurat seperti pemberian epinefrin mungkin diperlukan.

10. Edukasi Pasien

Edukasi tentang cara mengenali gejala dan mengelola darah rendah adalah bagian penting dari pengobatan jangka panjang.

 

Pencegahan Darah Rendah Tidak Cukup dengan Istirahat

Ketahui sederet keuntungan melakukan olahraga bersama dengan pasangan kamu di sini! (Sumber Foto: Sugoren)

1. Menjaga Hidrasi

Pastikan Anda minum cukup air setiap hari. Dehidrasi adalah salah satu penyebab umum darah rendah. Usahakan untuk minum setidaknya 8 gelas air sehari, atau lebih jika Anda aktif secara fisik atau tinggal di iklim panas.

2. Makan Secara Teratur

Jangan melewatkan waktu makan. Makan dalam porsi kecil tapi sering dapat membantu menjaga tekanan darah Anda stabil sepanjang hari.

3. Konsumsi Garam Secukupnya

Jika Anda tidak memiliki kondisi yang mengharuskan pembatasan garam, pastikan asupan garam Anda cukup. Namun, selalu konsultasikan dengan dokter Anda sebelum meningkatkan asupan garam secara signifikan.

4. Berolahraga Secara Teratur

Olahraga dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat jantung. Pilih aktivitas yang sesuai dengan kondisi fisik Anda dan lakukan secara konsisten.

5. Hindari Perubahan Posisi yang Mendadak

Bangun perlahan dari posisi berbaring atau duduk untuk mencegah penurunan tekanan darah yang tiba-tiba.

6. Kenali Efek Samping Obat

Jika Anda mengonsumsi obat-obatan, pahami efek sampingnya. Beberapa obat dapat menyebabkan penurunan tekanan darah. Jika Anda mengalami gejala darah rendah setelah memulai pengobatan baru, konsultasikan dengan dokter Anda.

7. Gunakan Stoking Kompresi

Jika Anda sering mengalami darah rendah saat berdiri, penggunaan stoking kompresi dapat membantu meningkatkan aliran darah dari kaki ke jantung.

8. Batasi Konsumsi Alkohol

Alkohol dapat menyebabkan dehidrasi dan pelebaran pembuluh darah, yang dapat menurunkan tekanan darah. Jika Anda memilih untuk minum alkohol, lakukanlah dengan bijak dan dalam jumlah yang moderat.

9. Kelola Stres

Stres dapat mempengaruhi tekanan darah Anda. Praktikkan teknik manajemen stres seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam.

10. Perhatikan Suhu Lingkungan

Suhu yang terlalu panas dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan penurunan tekanan darah. Jika memungkinkan, hindari berada di lingkungan yang terlalu panas untuk waktu yang lama.

Ingatlah bahwa pencegahan adalah kunci dalam mengelola kesehatan Anda. Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, Anda dapat mengurangi risiko terjadinya darah rendah dan menjaga tekanan darah Anda tetap stabil. Namun, jika Anda memiliki riwayat darah rendah atau mengalami gejala yang mengkhawatirkan, selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan saran yang lebih spesifik tentang cara menyembuhkan darah rendah dan mencegah terulangnya kondisi tersebut.

Mitos dan Fakta Seputar Darah Rendah

 

Mitos 1: Darah rendah selalu lebih baik daripada darah tinggi

Fakta: Meskipun darah tinggi sering dianggap lebih berbahaya, darah rendah juga dapat menimbulkan masalah serius. Tekanan darah yang terlalu rendah dapat mengurangi aliran darah ke organ-organ vital, yang dapat menyebabkan kerusakan organ jika dibiarkan dalam jangka panjang.

Mitos 2: Orang dengan darah rendah tidak perlu khawatir tentang penyakit jantung

Fakta: Meskipun darah rendah memang mengurangi risiko beberapa jenis penyakit jantung, namun tidak menjamin seseorang bebas dari semua masalah kardiovaskular. Darah rendah yang parah bahkan dapat menyebabkan masalah pada jantung.

Mitos 3: Minum kopi adalah cara terbaik untuk mengatasi darah rendah

Fakta: Meskipun kafein dalam kopi dapat meningkatkan tekanan darah sementara, ini bukan solusi jangka panjang untuk darah rendah. Terlalu bergantung pada kafein dapat menyebabkan efek samping lain dan tidak mengatasi penyebab utama darah rendah.

Mitos 4: Darah rendah hanya terjadi pada orang tua

Fakta: Darah rendah dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak dan dewasa muda. Faktor-faktor seperti dehidrasi, efek samping obat, atau kondisi medis tertentu dapat menyebabkan darah rendah pada berbagai kelompok usia.

Mitos 5: Orang dengan darah rendah harus selalu mengonsumsi makanan asin

Fakta: Meskipun meningkatkan asupan garam dapat membantu beberapa orang dengan darah rendah, ini tidak berlaku untuk semua kasus. Konsumsi garam yang berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan lain. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum membuat perubahan signifikan dalam asupan garam Anda.

Mitos 6: Darah rendah selalu menyebabkan pingsan

Fakta: Meskipun pingsan bisa menjadi gejala darah rendah yang parah, banyak orang dengan darah rendah tidak pernah mengalami pingsan. Gejala dapat bervariasi dari ringan hingga berat, dan tidak semua orang mengalami gejala yang sama.

Mitos 7: Olahraga harus dihindari oleh orang dengan darah rendah

Fakta: Olahraga yang teratur dan sesuai sebenarnya dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat jantung. Namun, penting untuk memulai dengan perlahan dan berkonsultasi dengan dokter tentang jenis dan intensitas olahraga yang aman.

Mitos 8: Darah rendah tidak memerlukan pengobatan medis

Fakta: Meskipun beberapa kasus darah rendah dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup, kasus yang lebih serius mungkin memerlukan pengobatan medis. Mengabaikan darah rendah yang parah dapat menyebabkan komplikasi serius.

Mitos 9: Minum alkohol dapat membantu meningkatkan tekanan darah

Fakta: Meskipun alkohol dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara pada beberapa orang, efek jangka panjangnya sebenarnya dapat menurunkan tekanan darah. Selain itu, alkohol dapat menyebabkan dehidrasi, yang justru memperburuk darah rendah.

Mitos 10: Darah rendah selalu disebabkan oleh masalah nutrisi

Fakta: Meskipun nutrisi memang berperan penting dalam kesehatan kardiovaskular, darah rendah dapat disebabkan oleh berbagai faktor lain seperti kondisi medis, efek samping obat, atau masalah jantung.

 

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter

Ilustrasi darah rendah (Foto: freepik)

 

1. Gejala yang Persisten atau Memburuk

Jika Anda terus mengalami gejala darah rendah seperti pusing, lemas, atau pandangan kabur yang tidak membaik atau bahkan memburuk setelah mencoba cara-cara mengatasi darah rendah di rumah, segera hubungi dokter.

2. Pingsan Berulang

Jika Anda pernah pingsan atau sering merasa seperti akan pingsan, ini bisa menjadi tanda darah rendah yang serius dan memerlukan evaluasi medis segera.

3. Detak Jantung Tidak Teratur

Jika Anda merasakan detak jantung yang sangat cepat, sangat lambat, atau tidak teratur, terutama jika disertai dengan gejala darah rendah lainnya, segera cari bantuan medis.

4. Nyeri Dada

Nyeri dada bisa menjadi tanda masalah jantung yang serius dan harus selalu dievaluasi oleh profesional medis, terutama jika disertai dengan gejala darah rendah.

5. Perubahan Mental

Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami kebingungan, disorientasi, atau perubahan mental lainnya yang tidak biasa, ini bisa menjadi tanda bahwa otak tidak mendapatkan cukup darah dan oksigen.

6. Gejala yang Muncul Setelah Memulai Obat Baru

Jika Anda mulai mengalami gejala darah rendah setelah memulai pengobatan baru atau setelah perubahan dosis, konsultasikan dengan dokter Anda. Mungkin diperlukan penyesuaian dalam pengobatan Anda.

7. Darah Rendah pada Kehamilan

Wanita hamil yang mengalami gejala darah rendah harus segera berkonsultasi dengan dokter kandungan mereka, karena ini bisa mempengaruhi kesehatan ibu dan janin.

8. Gejala yang Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

Jika darah rendah mulai mengganggu kemampuan Anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari atau pekerjaan Anda, ini adalah tanda bahwa Anda perlu bantuan medis profesional.

9. Riwayat Penyakit Kronis

Jika Anda memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, atau gangguan tiroid, dan mulai mengalami gejala darah rendah, segera hubungi dokter Anda.

10. Gejala yang Muncul Tiba-tiba dan Parah

Jika Anda tiba-tiba mengalami gejala darah rendah yang parah, seperti pusing hebat, kelemahan ekstrem, atau perubahan penglihatan yang signifikan, segera cari bantuan medis darurat.

 

Komplikasi Darah Rendah

Ilustrasi Penyakit Jantung Koroner Credit: freepik.com

1. Penyakit Jantung

Mengutip situs resmi Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Paramarta, tekanan darah rendah membuat jantung bekerja kurang optimal dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Jika dibiarkan, hal ini dapat menurunkan fungsi jantung dan memicu penyakit jantung serius.

2. Stroke

Kurangnya suplai darah ke otak akibat hipotensi meningkatkan risiko stroke. Kondisi ini dapat merusak sel otak dan mengganggu fungsi otak secara permanen.

3. Gagal Ginjal

Aliran darah yang berkurang ke ginjal menyebabkan proses penyaringan darah tidak maksimal. Dalam jangka panjang, hal ini bisa merusak ginjal hingga berujung pada gagal ginjal.

4. Syok

Penurunan tekanan darah yang drastis dapat menyebabkan syok, yaitu kegagalan organ akibat kurangnya suplai darah. Gejalanya meliputi sesak napas, denyut jantung cepat tapi lemah, wajah pucat, keringat dingin, hingga pingsan.

Pertanyaan seputar Darah Rendah

 

1. Apakah darah rendah berbahaya?

Darah rendah bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat. Dalam kasus yang parah, darah rendah dapat mengurangi aliran darah ke organ-organ vital, yang dapat menyebabkan kerusakan organ atau bahkan kegagalan organ.

2. Bisakah darah rendah disembuhkan?

Dalam banyak kasus, darah rendah dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup atau pengobatan medis. Namun, keberhasilan pengobatan tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

3. Apakah olahraga aman bagi penderita darah rendah?

Olahraga ringan hingga sedang umumnya aman dan bahkan bermanfaat bagi penderita darah rendah. Namun, penting untuk memulai dengan perlahan dan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program olahraga baru.

4. Apakah kopi efektif untuk mengatasi darah rendah?

Kafein dalam kopi dapat meningkatkan tekanan darah sementara, tetapi ini bukan solusi jangka panjang. Terlalu bergantung pada kafein dapat menyebabkan efek samping lain.

5. Bagaimana cara mengetahui jika saya memiliki darah rendah?

Cara paling akurat untuk mengetahui apakah Anda memiliki darah rendah adalah dengan mengukur tekanan darah Anda. Jika hasil pengukuran menunjukkan angka di bawah 90/60 mmHg, Anda mungkin memiliki darah rendah.

 

Sumber:

https://www.mitrakeluarga.com/artikel/perbedaan-darah-rendah-dan-kurang-darah

https://rsjpparamarta.com/pasien/pasien-keluarga-jangan-remehkan-darah-rendah-4-komplikasi-berbahaya-ini-jadi-penyebabnya

 

 

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya