Dahsyatnya Topan Super Ragasa di Hong Kong Hancurkan Pintu Kaca dan Bikin Lobi Hotel Banjir

Sebuah video menunjukkan seorang pria tersapu banjir dampak Topan Super Ragasa yang menyerbu lobi Hotel Fullerton Ocean Park Hong Kong.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 24 September 2025, 19:00 WIB
Topan Super Ragasa di Hong Kong Hancurkan pintu kaca dan bikin lobi Fullerton Ocean Park Hotel banjir. (dok. tangkapan layar video Facebook Bosco Chu)

Liputan6.com, Jakarta - Gelombang yang disebabkan Topan Super Ragasa menghancurkan pintu kaca sebuah hotel tepi pantai di Ocean Park Hong Kong dan membanjiri lobinya. Sementara itu, angin kencang melanda kota tersebut, menumbangkan pepohonan dan menggenangi garis pantainya.

Melansir HKFP, Rabu (24/9/2025), sebuah video yang beredar luas di jagat maya menunjukkan seorang pria tersapu banjir yang menyerbu lobi Hotel Fullerton Ocean Park Hong Kong. Ketinggian air tampaknya telah mencapai lutut seorang pria, dan staf hotel terdengar mendesak orang-orang meninggalkan lobi.

Menanggapi pertanyaan outlet tersebut, pihak hotel menyatakan, "Tidak ada laporan cedera. Kami telah mengerahkan sumber daya tambahan dan melakukan segala yang kami bisa untuk mengurangi dampak topan dahsyat ini demi menjaga keselamatan dan kesejahteraan tamu kami."

Topan dahsyat itu mencapai kecepatan angin badai, memicu Observatorium Hong Kong (HKO) menaikkan peringatan tertingginya, sinyal T10, pada Rabu, pukul 2.40, dini hari. Itu terjadi hanya satu jam setelah mereka menaikkan sinyal jadi T9.

Intensitas Menurun

Seorang pria menyaksikan ombak besar pecah di pantai saat Topan Super Ragasa bergerak menuju Hong Kong pada 23 September 2025. Hong Kong menutup sekolah dan membatalkan penerbangan pada 23 September 2025 karena Topan Super Ragasa diperkirakan akan menghantam pusat keuangan tersebut dengan kekuatan yang menurut para pejabat akan jadi salah satu yang paling merusak dalam sejarah kota tersebut. (Dale DE LA REY/AFP)

HKO menurunkan sinyal ke T8 pada Rabu, pukul 13.20, waktu setempat, seiring Topan Super Ragasa berangsur-angsur meninggalkan kota. Kondisi ekstrem ini menyebabkan kenaikan permukaan laut yang signifikan dan banjir di sepanjang pesisir timur pada Rabu dini hari.

Daerah seperti Heng Fa Chuen sangat terdampak, dengan ombak mencapai ketinggian tiang lampu di tepi pantai. Banjir menyapu halaman perumahan dan jalan-jalan pada dini hari, menurut unggahan media sosial.

Kawasan tepi laut di Siu Sai Wan, yang juga berada di pesisir timur kota, sekitar 10 menit berkendara dari Heng Fa Chuen, terendam banjir pada Rabu pagi. Topan tersebut telah menyebabkan kerusakan di seluruh kota, karena otoritas Hong Kong menerima 350 laporan pohon tumbang hingga Rabu pagi, pukul 09.00, menurut pernyataan pemerintah.

Dampak Topan

Sejumlah jalan utama di Hong Kong tampak lengang setelah otoritas setempat meminta warga untuk tetap berada di dalam rumah. (Leung Man Hei/AFP)

Satu laporan tanah longsor telah disampaikan pada Departemen Teknik Sipil dan Pembangunan Hong Kong, sementara Departemen Layanan Drainase setempat telah menerima 12 laporan banjir. Sebanyak 56 orang terluka akibat topan tersebut dan telah menerima perawatan di UGD, menurut Otoritas Rumah Sakit setempat.

Sementara itu, Departemen Dalam Negeri Hong Kong membuka 50 tempat penampungan sementara di berbagai distrik, dengan 791 orang yang mencari perlindungan. Di Sham Tseng, daerah pesisir lainnya, bagian dari fasad blok perumahan di kawasan Bellagio tampak hancur diterjang topan.

Pohon tumbang selama badai di Oi Man Estate, perumahan umum di Ho Man Tin; dekat Prime View Garden di Tuen Mun; dan di Kowloon Tong. Otoritas Bandara Hong Kong menyatakan beberapa penerbangan masuk akan dilanjutkan setelah tengah malam, lapor SCMP.

 

Menjauh dari Hong Kong

Terjangan Topan Ragasa akan disertai angin kencang dan hujan lebat yang diprediksi menyebabkan badai besar serta tingginya gelombang laut. (Peter PARKS/AFP)

Pemerintah Hong Kong dilaporkan tidak akan mengumumkan "kondisi ekstrem" di seluruh kota untuk menangguhkan kegiatan belajar dan sekolah pada Kamis, 25 September 2025, karena para pejabat merasa dampak badai terhadap masyarakat "cukup terkendali."

Seorang sumber mengatakan bahwa penurunan sinyal ke No. 3 pada Rabu malam juga akan memberi pemerintah lebih banyak ruang untuk menyelesaikan pekerjaan pemulihan, seperti membersihkan pohon tumbang dan memperbaiki jalan.

Pengaturan "kondisi ekstrem" diperkenalkan setelah Topan Super Mangkhut menghantam Hong Kong pada 2018, meninggalkan jejak kerusakan yang menyebabkan kekacauan transportasi ketika orang-orang kembali bekerja setelah sinyal peringatan diturunkan.

HKO mengaku akan mengeluarkan sinyal No. 3 pukul 20.20 saat Ragasa mendarat di Yangjiang, Guangdong, dan bergerak menjauh dari Hong Kong. Namun, mereka memperingatkan bahwa angin kencang dari arah tenggara masih sesekali memengaruhi sebagian kota.

Infografis Tips Hadapi Cuaca Ekstrem. (Liputan6.com/Abdillah/Gotri)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya