Pengamat Malaysia: Skuad Garuda Tak Usah Terbawa Psywar Arab Saudi dan Irak

Timnas Indonesia menghadapi tantangan ganda di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Selain duel taktik di lapangan, mereka juga diterpa tekanan nonteknis.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 24 September 2025, 16:51 WIB
Timnas Indonesia merayakan gol yang dicetak Ole Romeny ke gawang China dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia menghadapi tantangan ganda di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Selain duel taktik di lapangan, mereka juga diterpa tekanan nonteknis. Arab Saudi, lawan berat di grup ini, kerap memainkan psywar untuk mengganggu konsentrasi Garuda.

Sebagai tuan rumah, Arab Saudi punya motivasi besar mengamankan tiket otomatis ke Piala Dunia. Ambisi tersebut membuat mereka tampil agresif, bukan hanya di lapangan tetapi juga di balik layar. Indonesia bersama Irak dituntut tetap tenang menghadapi suasana kompetisi yang penuh intrik.

Dengan kekuatan politik sepak bolanya, Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) berhasil menjadikan negaranya sebagai tuan rumah laga penentu tiket terakhir ke Piala Dunia 2026 zona Asia. Patrick Kluivert pun bersiap membawa Jay Idzes dkk. menghadapi Arab Saudi dan Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Riyadh, pada 8 dan 11 Oktober 2025. Dua pertemuan sebelumnya di putaran ketiga membuktikan Saudi bukan lawan mudah, apalagi mereka enggan mengulang kegagalan lalu.


Kunci Menghadapi Psywar

Pemain Timnas Indonesia berfoto sesaat jelang melawa Lebanon pada laga FIFA Matchday yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (8/9/2025) malam WIB. (Bola.com/Abdul Aziz)

Saat masih bersama Shin Tae-yong, Timnas Indonesia berhasil menahan imbang Arab Saudi 1-1, yang berujung pada pemecatan Roberto Mancini. Namun, di pertemuan berikutnya di SUGBK, skuad Garuda menumbangkan Saudi dengan skor 2-0 di bawah asuhan Herve Renard. Kini, pelatih asal Prancis itu memikul beban berat mempertahankan tradisi lolos ke Piala Dunia.

Lantas, apa strategi Indonesia menghadapi perang urat saraf dari Arab Saudi maupun Irak? Menurut pengamat asal Malaysia, Raja Isa Raja Akram Syah, kuncinya adalah tidak memberi ruang pada psywar tersebut.

"Timnas Indonesia sebaiknya bersikap masa bodoh dengan psywar, terutama yang dilancarkan tuan rumah. Hal seperti ini wajar di sepak bola, selain duel teknis selalu ada permainan nonteknis," kata Raja Isa.


Prioritaskan Aspek Teknis

Latihan resmi Timnas Indonesia jelang pertandingan melawan China di SUGBK, Jakarta, Rabu (4-6-2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Raja Isa menilai Kluivert harus memastikan anak asuhnya sepenuhnya fokus pada permainan.

"Untuk urusan nonteknis, biarlah PSSI yang mengantisipasi. Tim pelatih sebaiknya menjaga pemain agar tidak terpengaruh, bahkan melarang mereka membaca berita atau komentar di media sosial yang bisa mengganggu konsentrasi," ujarnya.

Ia menambahkan, masih banyak aspek teknis Timnas Indonesia yang perlu segera dibenahi.

"Daripada energi habis meladeni psywar, lebih baik fokus menambal kelemahan. Terutama pada skema serangan yang masih perlu diperbaiki," jelasnya.


Pentingnya Kecerdasan Emosional

Pemain Timnas Indonesia, Miliano Jonathans memuntahkan air saat menjalani latihan resmi menjelang FIFA Matchday melawan Chinese Taipei di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (04/09/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Menurut pria berdarah Bugis ini, kecerdasan emosional menjadi senjata utama melawan tekanan nonteknis.

"Pemain Indonesia harus punya kontrol emosi yang matang. Secara teknis, materi yang ada cukup untuk mengimbangi Arab Saudi maupun Irak. Jangan biarkan energi terbuang percuma hanya karena perang urat saraf," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan penuh dari stakeholder sepak bola nasional.

"PSSI harus mendorong semangat pemain, misalnya dengan fasilitas maksimal atau bonus besar bila lolos ke Piala Dunia 2026. Dukungan suporter juga penting, komentar positif bisa meningkatkan kepercayaan diri Garuda. Self confidence ini modal kunci untuk menaklukkan Arab Saudi dan Irak," pungkas eks pelatih Persipura Jayapura tersebut.

Sumber: Bola.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya