Marcus Rashford Dikritik Sabotase Diri Usai Terlambat Hadiri Meeting Barcelona

Marcus Rashford dikritik Troy Deeney setelah dicadangkan Barcelona akibat terlambat hadir ke meeting tim, meski sebelumnya mencetak brace lawan Newcastle.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 24 September 2025, 04:15 WIB
Marcus Rashford dari Barcelona merayakan gol kedua bagi timnya dalam laga pembuka Liga Champions antara Newcastle dan Barcelona di Newcastle, Inggris, Jumay (19/9/2025) dini hari WIB. (AP/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta Marcus Rashford kembali menjadi bahan pembicaraan di Barcelona, kali ini bukan karena performanya di lapangan. Striker pinjaman dari Manchester United itu dicadangkan saat melawan Getafe setelah terlambat menghadiri pertemuan tim di hari pertandingan.

Keputusan itu diambil hanya beberapa hari setelah Rashford tampil gemilang dengan dua gol penentu kemenangan atas Newcastle United di Liga Champions. Meski kembali memberi kontribusi dari bangku cadangan dalam laga kontra Getafe, sikapnya dinilai mencoreng momentum positif tersebut.

Eks striker Watford, Troy Deeney, bahkan menyebut tindakan Rashford sebagai bentuk "self-sabotage" yang bisa menghambat kariernya.


Dicadangkan karena Terlambat

Marcus Rashford dalam pertandingan pramusim Barcelona melawan Vissel Kobe di Stadion Noevir Kobe, Minggu (27-7-2025). (Dok. X@FCBarcelona)

Rashford yang baru saja mencetak brace lawan Newcastle harus menerima hukuman disiplin dari Hansi Flick. Ia tidak masuk starting XI saat Barcelona menang 3-0 atas Getafe di La Liga.

Meski masuk sebagai pemain pengganti dan tampil baik, pelatih tetap menegakkan aturan disiplin yang berlaku di dalam tim. Flick sebelumnya juga pernah mencoret Raphinha dan Jules Kounde karena masalah serupa.

Ini bukan pertama kalinya Rashford menghadapi konsekuensi akibat keterlambatan. Pada Desember 2022, ia juga pernah dicadangkan oleh Manchester United dalam laga melawan Wolves karena hal yang sama.


Kritik Tajam Troy Deeney

Winger Barclona, Marcus Rashford, berusaha melewati pengawalan dua pemain Mallorca pada laga jornada pertama La Liga Spanyol 2025/2026, Minggu (17/8/2025) dini hari WIB. (JAIME REINA / AFP)

Troy Deeney menilai Rashford sering mengulangi kesalahan yang sama meski sudah sering diberi peringatan.

“Saya sebelumnya memberi dia banyak pujian. Ketika seseorang terus menunjukkan siapa dirinya, Anda mulai mempercayainya," ujar Deeney kepada talkSPORT.

"Dia terus melakukan ini, mencapai puncak lalu melakukan sabotase diri sendiri. Setiap kali seperti itu.”

Deeney menambahkan, Rashford seharusnya tahu aturan dan konsekuensi dari perilakunya di Barcelona. Menurutnya, masalah disiplin itu bisa menghambat kemajuan karier sang striker.

Kritik tersebut datang di tengah situasi di mana Barca membutuhkan konsistensi dari semua pemainnya untuk menghadapi jadwal padat.


Tantangan di Jadwal Padat

Barcelona akan menjalani empat pertandingan dalam 11 hari, termasuk laga berat di Liga Champions melawan Paris Saint-Germain. Rashford diharapkan bisa menebus kesalahannya dengan performa positif di lapangan.

The Blaugrana akan bertandang ke markas Real Oviedo pada Kamis, sebelum menjamu Real Sociedad di akhir pekan. PSG akan datang ke Camp Nou pada 1 Oktober, disusul duel kontra Sevilla empat hari kemudian.

Dengan jadwal padat tersebut, peluang Rashford untuk menebus kesalahan cukup terbuka. Namun, ia perlu memperbaiki sikap di luar lapangan agar tetap dipercaya sebagai bagian penting dari skuad Hansi Flick.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya