Topan Super Ragasa, China Tutup Sekolah dan Bisnis di 10 Kota

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 23 September 2025, 18:05 WIB
Topan Super Ragasa, China Tutup Sekolah dan Bisnis di 10 Kota
Pemerintah China memerintahkan setidaknya 10 kota untuk menutup sekolah dan bisnis, seiring dengan mendekatnya Topan Super Ragasa ke wilayah selatan negara tersebut. Langkah ini akan memengaruhi aktivitas puluhan juta orang serta ribuan pabrik di wilayah pusat industri manufaktur China. Meski demikian, sejumlah wilayah utama harus segera mengadopsi langkah-langkah tersebut untuk sepenuhnya memastikan keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat, serta meminimalkan kerugian akibat bencana. Diketahui, saat ini, Topan Super Ragasa bergerak dari Filipina dan Taiwan menuju Hong Kong dan mulai memasuki gerbang China Daratan, Provinsi Guangdong. Topan Super Ragasa melintasi Laut Cina Selatan, setelah sebelumnya menghantam sebagian Filipina, membuat satu orang tewas. Sejumlah ilmuwan umumnya sepakat bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia membuat badai semakin kuat dan sering terjadi seiring dengan pemanasan global.
Orang-orang berbelanja di sebuah minimarket dengan jendela yang ditutup rapat saat Topan Super Ragasa mendekati Zhuhai, Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan, pada Selasa 23 September 2025. (Adek BERRY/AFP)
Pemerintah China memerintahkan setidaknya 10 kota untuk menutup sekolah dan bisnis, seiring dengan mendekatnya Topan Super Ragasa ke wilayah selatan negara tersebut. (Adek BERRY/AFP)
Langkah ini akan memengaruhi aktivitas puluhan juta orang serta ribuan pabrik di wilayah pusat industri manufaktur China. Meski demikian, sejumlah wilayah utama harus segera mengadopsi langkah-langkah tersebut untuk sepenuhnya memastikan keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat, serta meminimalkan kerugian akibat bencana. (Adek BERRY/AFP)
Diketahui, saat ini, Topan Super Ragasa bergerak dari Filipina dan Taiwan menuju Hong Kong dan mulai memasuki gerbang China Daratan, Provinsi Guangdong. (Adek BERRY/AFP)
Di Guangdong badai diperkirakan membawa hembusan angin berkecepatan hingga 230 kilometer (km) per jam. (Adek BERRY/AFP)
Topan Super Ragasa melintasi Laut Cina Selatan, setelah sebelumnya menghantam sebagian Filipina, membuat satu orang tewas. (Adek BERRY/AFP)
Sejumlah ilmuwan umumnya sepakat bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia membuat badai semakin kuat dan sering terjadi seiring dengan pemanasan global. (Adek BERRY/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya