Momen Prabowo Standing Ovation Saat Macron Nyatakan Prancis Akui Palestina di Sidang Majelis Umum PBB

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi dengan tepuk tangan sambil berdiri (standing ovation) saat Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan secara resmi Prancis mengakui negara Palestina.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 23 September 2025, 06:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan delegasi RI mengapresiasi dengan tepuk tangan sambil berdiri (standing ovation) saat Presiden Prancis Emmanuel Macron umumkan Prancis mengakui negara Palestina. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan delegasi Pemerintah Republik Indonesia (RI) memberikan apresiasi dengan tepuk tangan sambil berdiri (standing ovation) saat Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan secara resmi Prancis mengakui negara Palestina dalam KTT tentang Palestina dan solusi dua negara.

KTT mengenai Palestina dan solusi dua negara adalah rangkaian Sidang Majelis Umum Ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) yang diselenggarakan di Markas PBB, New York, Amerika Serikat (AS).

Presiden Prabowo, yang kemudian diikuti seluruh anggota delegasi Indonesia, langsung berdiri dan bertepuk tangan sesaat setelah Presiden Macron secara resmi mengumumkan Prancis mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

"Waktunya telah tiba, ini adalah saat komitmen yang bersejarah dari negara saya untuk mendukung di Timur Tengah, untuk perdamaian antara rakyat Israel dan Palestina. Ini alasan saya mengumumkan hari ini Prancis mengakui Palestina," kata Macron dalam High-Level International Conference for the Peaceful Settlement of the Question of Palestine and the Implementation of the Two-State Solution di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Senin 22 September 2025 waktu setempat, melansir Antara, Selasa (23/9/2025).

Anggota delegasi Indonesia yang turut melakukan standing ovation di antaranya adalah Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri HAM Natalius Pigai, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani.

Apresiasi sama diberikan oleh hampir seluruh delegasi peserta KTT PBB, termasuk Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB Riyad Mansour.

Dalam KTT itu, Presiden Macron selaku co-chair bersama Arab Saudi, menjadi pembicara pertama, diikuti Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud, dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

 

Macron Singgung Transisi Pemerintahan di Gaza

Presiden Prancis Emmanuel Macron saat berbicara dalam Shangri-La Dialogue ke-22 di Singapura, Jumat, (30/Mei/2025). (Dok. AP Photo/Anupam Nath)

Macron menyinggung transisi pemerintahan di Gaza yang melibatkan Otoritas Palestina (PA). Macron juga menyebut Prancis akan membuka kedutaan besarnya di Palestina begitu Hamas membebaskan seluruh tawanannya, dan kesepakatan gencatan senjata tercapai.

Macron juga menyatakan kesiapan Prancis untuk terlibat dalam memulihkan stabilitas di Gaza.

Dalam KTT mengenai solusi dua negara itu, Presiden Prabowo, pada sesi berikutnya, akan menyampaikan pandangannya mengenai genosida Israel, kemerdekaan Palestina, dan solusi dua negara.

Presiden Prabowo berbicara pada urutan kelima setelah Portugal, Brasil, Turki dan Yordania.

Sebanyak 33 pemimpin delegasi yang mewakili negara dan perkumpulan negara seperti Uni Eropa dan Liga Arab, berbicara dalam KTT Palestina dan solusi dua negara di New York, Senin.

 

Macron: Pembukaan Kedutaan di Palestina Bergantung pada Pembebasan Sandera

Presiden Prancis Emmanuel Macron memberi isyarat saat konferensi pers bersama Presiden Ukraina setelah pertemuan mereka di Kyiv, Ukraina, 8 Februari 2022. Volodymyr Zelensky berharap segera mengadakan pertemuan puncak dengan pemimpin Rusia, Prancis, dan Jerman. (Sergei SUPINSKY/AFP)

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa negaranya hanya akan membuka kedutaan besar di Palestina apabila para sandera yang masih ditahan dibebaskan terlebih dahulu.

"Bagi kami, ini akan menjadi persyaratan yang sangat jelas sebelum membuka, misalnya, kedutaan besar di Palestina," ujar Macron dalam wawancara dengan CBS News yang direkam pada Kamis lalu.

Pernyataan Macron muncul di tengah langkah sejumlah negara Barat—termasuk Inggris, Australia, Kanada, dan Portugal—yang menyatakan pengakuan resmi terhadap negara Palestina pada Sidang Umum PBB di New York, dikutip dari laman Radio France International, Senin 22 September 2025.

Meski mendukung aspirasi rakyat Palestina untuk memiliki negara berdaulat, Macron menekankan bahwa Prancis tidak akan berkompromi terkait keamanan, terutama soal pembebasan sandera.

Komentar ini sekaligus memperlihatkan sikap hati-hati Paris dalam menanggapi dinamika terbaru, di mana pengakuan terhadap Palestina menuai pujian dari pihak Palestina, tetapi juga memicu kecaman keras dari Israel.

Infografis Target dan Sasaran Program Cek Kesehatan Gratis Era Prabowo. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya