Liputan6.com, Beijing - Kisah tragis seorang balita berusia 2 tahun di China mencuri perhatian publik. Bocah ini berhasil bertahan hidup selama beberapa hari hanya dengan makanan ringan setelah sang ibu meninggal dunia di rumah sewa mereka.
Peristiwa itu terjadi pada 17 Agustus lalu di Kabupaten Cangnan, Wenzhou, Provinsi Zhejiang. Polisi mendapat laporan dari seorang teman yang sudah beberapa hari tidak bisa menghubungi sang ibu, Zheng Yu (28). Saat datang mengecek, ia menemukan Zheng sudah meninggal di dalam rumahnya yang berantakan, dilansair dari SCMP, Selasa (23/9/2025).
Advertisement
Sang anak, yang akrab disapa Mianmian, ditinggalkan sendirian entah berapa lama. Selama itu, ia bertahan hidup hanya dengan apa yang bisa ia temukan: jeli, camilan, labu yang digerogoti, hingga teh herbal yang berserakan di kamar tidur seluas 10 meter persegi milik ibunya.
Saat polisi tiba, Mianmian ditemukan kotor, hanya mengenakan kaos pendek dan popok yang sudah kotor di kamar loteng.
Seorang tetangga yang iba langsung membawanya ke rumah mereka. Bocah itu dibersihkan di kamar mandi, diberi pakaian baru, serta dibuatkan mie dengan telur goreng sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.
Zheng diketahui hidup dalam banyak kesulitan. Ia dibesarkan oleh neneknya karena kedua orang tuanya mengalami disabilitas intelektual dan hanya mengandalkan bantuan sosial.
Wanita ini juga memiliki tiga anak dari tiga hubungan berbeda. Dua anak pertamanya kini tinggal bersama ayah masing-masing.
Kehidupan yang Rumit
Ayah dari Mianmian mengaku bertemu Zheng lewat internet. Mereka tidak pernah menikah resmi secara hukum.
Pada Februari 2023, Zheng melahirkan Mianmian. Namun, hubungan mereka cepat memburuk. Kontak terakhir terjadi bulan yang sama, sebelum akhirnya Zheng memblokir sang pria di media sosial.
Beberapa unggahan di medsos juga menunjukkan kondisi kesehatan Zheng. Ia pernah membagikan video saat menerima suntikan serta memantau tekanan darah dan kadar gula.
Keluarga Zheng menduga ia meninggal akibat penyakit mendadak. Mereka yakin Zheng tidak mungkin meninggalkan anaknya dengan sengaja.
"Ia tidak diizinkan mengasuh anak-anak sebelumnya, jadi dia sangat dekat dengan putra bungsunya ini. Ia bilang akan bergantung padanya di masa tua," kata Chen Lin, salah satu kerabatnya. "Bahkan ia pernah mengancam bunuh diri demi memperjuangkan hak asuh.”"
Perhatian Publik
Hingga kini penyebab pasti kematian Zheng masih diselidiki. Sementara itu, hasil pemeriksaan medis memastikan kondisi fisik Mianmian baik-baik saja. Saat ini, ia diasuh oleh ayah kandungnya, yang kini harus membesarkan lima anak sekaligus.
Kisah ini dilaporkan oleh Dahe Daily dan memicu perbincangan luas di kalangan warganet China. Banyak yang menyampaikan simpati untuk Zheng maupun putranya.
"Yang paling menyedihkan, kedua orang tuanya mengalami disabilitas intelektual. Dia sendiri sudah melalui tiga pernikahan sebelum usia 28. Namanya baru dikenal publik lewat akhir yang tragis ini. Semoga ia bisa terlahir kembali dengan kehidupan yang lebih bahagia," tulis seorang warganet.
"Pria itu punya lima anak. Saya kasihan pada bocah ini. Tak yakin ia bisa berharap banyak dari ayah seperti itu," tambah warganet lainnya.