Grok 4 Fast Meluncur: AI Baru Elon Musk yang 98 Persen Lebih Murah, Apa Bedanya dengan Grok 4?

xAI merilis Grok 4 Fast, versi baru AI milik Elon Musk yang diklaim lebih cepat dan 98 persen lebih murah biaya pengembangannya. AI ini kini tersedia gratis untuk semua pengguna di web, iOS, dan Android.

oleh Anka Fergy AgustianDiterbitkan 22 September 2025, 19:00 WIB
Grok 4 Fast. (Doc. Grok)

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan kecerdasan buatan (AI) milik Elon Musk, xAI, baru saja merilis model terbarunya bernama Grok 4 Fast.

Model ini diperkenalkan sebagai versi yang lebih cepat dan efisien dibandingkan generasi sebelumnya, Grok 4.

Pengumuman ini dilakukan hanya beberapa bulan setelah Grok 4 diperkenalkan. Bedanya, Grok 4 Fast dirancang untuk tetap memberikan performa yang setara, tapi dengan kebutuhan sumber daya yang jauh lebih efisien.

Mengutip Engadget, Senin (22/9/2025), xAI menjelaskan bahwa Grok 4 Fast mampu bekerja dengan kualitas setara Grok 4, namun rata-rata penggunaan token berpikirnya lebih sedikit hingga 40 persen.

Kabar baiknya, model baru ini tidak dikhususkan untuk pengguna berbayar saja. xAI memastikan Grok 4 Fast bisa diakses semua orang, termasuk mereka yang menggunakan versi gratis.

Saat ini, AI Grok 4 Fast sudah tersedia lewat platform web maupun aplikasi di iOS dan Android.

Lebih Cepat dan Hemat Biaya hingga 98 Persen

Grok 4 Fast, model AI terbaru milik Elon Musk. (Doc. Grok)

Selain memberikan hasil yang lebih cepat, xAI juga menyoroti soal efisiensi biaya yang dimiliki Grok 4 Fast.

Perusahaan bahkan menyebut ada penurunan harga hingga 98 persen untuk mencapai performa yang sama pada tolak ukur utama seperti Grok 4.

Efisiensi ini tidak hanya berlaku di satu bidang saja. Grok 4 Fast bisa digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari menulis kode pemrograman yang rumit sampai hal sederhana seperti mencari jawaban cepat di web.

Karena biaya operasionalnya jauh lebih rendah, xAI bisa menawarkan teknologi AI ini ke lebih banyak orang.

Arsitektur Terpadu untuk Berbagai Tugas

Aplikasi Grok AI. (Doc. Grok xAI)

Performa Grok 4 Fast bisa seefisien ini karena didukung arsitektur khusus yang memungkinkan sistemnya bekerja dalam dua mode berbeda.

Saat mendapat permintaan yang rumit, ia bisa memakai model penalaran (reasoning model) untuk proses yang lebih mendalam.

Sementara jika hanya diminta jawaban cepat, Grok beralih ke model non-penalaran (non-reasoning model) agar respons keluar tanpa banyak jeda. Cara kerja seperti ini mirip dengan pendekatan yang dipakai OpenAI pada GPT-5.

Menariknya, saat diuji lewat platform LMArena yang biasa dipakai untuk membandingkan performa model AI, Grok 4 Fast berhasil duduk di peringkat pertama untuk tugas pencarian, dan berada di posisi kedelapan untuk tugas berbasis teks.

Hasil ini memperlihatkan kalau Grok 4 Fast cukup tangguh dan kompetitif di bermacam-macam skenario penggunaan.

Persaingan di Industri AI Semakin Ketat

Grok, chatbot AI besutan xAI kini hadir dalam aplikasi mandiri. (Dok: Grok)

Di saat persaingan AI makin panas, xAI ikut meramaikan dengan merilis Grok 4 Fast. Model ini dibuat lebih gesit sekaligus lebih irit, jadi bisa jadi senjata baru mereka untuk tetap relevan di tengah kompetisi.

Kehadiran Grok 4 Fast juga muncul setelah beberapa kontroversi yang sempat menimpa Grok 4 sebelumnya.

Sementara itu, para rival utama seperti Google dengan Gemini dan Anthropic dengan Claude kabarnya juga sedang menyiapkan versi terbaru dari model AI mereka.

Semua ini menunjukkan laju inovasi di dunia kecerdasan buatan tidak akan melambat, malah justru makin kencang ke depannya.

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya