Liputan6.com, Jakarta Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, menjadi salah satu ruas jalan protokol langganan para pejabat melintas, lengkap dengan kendaraan patroli pengawal (patwal) yang berkelip dan berbunyi “Tot tot wuk wuk”. Di saat situasi macet, pengendara lain hanya bisa menggerutu, mengomel dalam hati lantaran dan terpaksa mencari cara untuk memberi kesempatan kendaraan itu melintas.
Protes publik pun bergaung di sosial media, membentuk gerakan Stop Tot Tot Wuk Wuk demi meluapkan kejengkelan terhadap pejabat yang dinilai tidak memahami situasi di jalan. Sebab pada dasarnya, semua kendaraan pribadi punya hak yang sama kecuali termasuk kendaraan tertentu atau yang dikhususkan seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran.
Advertisement
Sudirman-Thamrin Sepi Sirine dan Rotator
Pagi menjelang siang ini, Senin (22/9/2025), Liputan6.com mencoba melintasi Jalan Sudirman-Thamrin sekitar pukul 10.00 WIB dengan titik awal sekitaran Monumen Nasional (Monas) hingga Bundaran Senayan.
Selama dua kali berputar di sepanjang ruas protokol itu, lalu lintas terpantau lancar. Hanya saja, upaya berpapasan dengan kendaraan berplat khas pejabat atau menteri nihil.
Namun, ruas Jalan Sudirman-Thamrin di waktu itu nyaris tak terdengar sirene khas pengawalan pejabat dan rotator. Terasa semua pihak mengikuti imbauan dan menjawab keresahan publik.
Rombongan Kendaraan TNI Berjalan Tertib Tanpa Sirine dan Rotator
Ketika berkeliling memasuki Jalan Prof Moh Yamin, barulah sempat bertemu rombongan kendaraan dinas TNI. Ada tiga kendaraan sejenis Jeep yang dikawal sekitar empat motor trail di sekitarnya.
Tampak rotator melekat di kendaraan, namun tidak dinyalakan. Kendaraan hanya memanfaatkan lampu hazard yang menyala selama melintas.
Rombongan pun tertib mengikuti arus jalan. Saat lampu merah, mereka tampak ikut berhenti bersama kendaraan masyarakat sipil lainnya.