Gunung Marapi Meletus Lagi Minggu Sore, Warga Diminta Jauhi Radius 3 Kilometer

Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat dilaporkan mengalami erupsi pada Minggu (21/9/2025) sore pukul 16.36 WIB.

oleh Tim NewsDiperbarui 21 September 2025, 17:51 WIB
Gunung Marapi di Sumbar kembali erupsi pada Selasa pagi,(12/8/2025), pukul 08.39 WIB. (Liputan6.com/ Dok PVMBG)

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat dilaporkan mengalami erupsi pada Minggu (21/9/2025) sore pukul 16.36 WIB. Letusan ini tercatat sebagai erupsi kedua setelah sebelumnya terjadi pada pukul 13.28 WIB.

 

"Terjadi erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat pukul 16.36 WIB namun tinggi kolom abu tidak teramati karena tertutup awan," kata petugas PGA Gunung Marapi Teguh Purnomo di Padang, seperti dikutip dari Antara.

Berdasarkan data PGA, letusan kedua terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 7,3 milimeter serta berdurasi sekitar 53 detik.

Saat ini, Gunung Marapi masih berstatus Waspada atau Level II. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi antara lain melarang masyarakat, wisatawan, atau pengunjung berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).

PVMBG juga mengingatkan ancaman potensi lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api.

 

Imbauan Lainnya

Gunung Marapi di Sumbar kemabli erupsi pada Rabu pagi (14/5/2025), pukul 09.42 WIB. (Liputan6.com/ PVMBG)

Kondisi tersebut terutama saat terjadi hujan atau musim hujan. Kemudian, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan.

Tidak hanya itu, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).

 

Tumpukan Material Akibat Letusan

PGA bersama PVMBG juga terus mengingatkan adanya tumpukan material akibat letusan gunung api tersebut yang menyebabkan munculnya aliran air dan sewaktu-waktu berpotensi terjadinya banjir lahar dingin.

Kondisi tersebut tidak bisa diabaikan karena sangat rentan dan berbahaya terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Hal yang paling mungkin terjadi yakni banjir lahar dingin seperti peristiwa 11 Mei 2024 yang menelan puluhan korban jiwa.

Infografis Petaka Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi di Sumbar. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya